Home Agama Waktu Dan Tata Cara Puasa Mengganti / Mengqadha Puasa Wajib

Waktu Dan Tata Cara Puasa Mengganti / Mengqadha Puasa Wajib

138
0
Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya yang berjudul Bacaan Niat Puasa Ganti (Qadha) atau Bayar Hutang Puasa Ramadhan yang menyatakan bahwa puasa qadah yaitu puasa yang dipakai untuk mengganti / mengqadha puasa wajib yang tertinggal atau terdapat suatu hal yang menyababkan puasa wajibnya batal, namun tidak ada unsur kesengajaan dalam membatalkan puasanya hanya karena tidak besar lengan berkuasa untuk menjalankan puasa wajib. 

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya yang berjudul Bacaan Niat Puasa Gant Waktu dan Tata Cara Puasa Mengganti / Mengqadha Puasa Wajib
Orang -orang yang di perkenankan untuk mengqadha / mengganti puasa ibarat orang yang sakit, karena haid dan nifas, ibnu sabil (dalam perjalanan), atau hal lain yang dibenarkan oleh syar’i. Namun dalam mengqadha atau mengganti puasa terdapat waktu – waktu yang dibenarkan oleh syar’i. Berikut yaitu bebebrapa waktu untuk mengganti puasa:

#1. Waktu mengqadha’ atau mengganti puasa bisa dilakukan sesudah Ramadhan hingga selesai bulan Sya’ban, sebagaimana yang dipahami dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari hadits Aisyah Ra. ia berkata: 

Terkadang ada tunggakan puasa bulan ampunan atasku, maka saya tidak sanggup menggantinya kecuali pada bulan Sya’ban karena sibuk melayani Rasulullah SAW.

#2. Tata Cara, Selanjutnya ada keluasan dalam mengganti dengan cara berturut-turut atau secara terpisah Hal ini menurut aturan umum dalam firman Allah yang menyatakan kewajiban mengganti puasa di hari lain.

#3. Mempercepat waktu qadha. mempercepat dalam mengganti puasa lebih utama. Hal ini menurut aneka macam hal yang tercakup dalam perintah Allah SWT untuk bersegera dalam kebaikan yang ditunjukkan oleh aneka macam dalil dari Quran  dan Sunnah. sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah:

Mereka itu bersegera untuk menerima kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya (QS. Al-Mu’minuun [23] : 61)

#4. Barangsiapa yang tidak mengganti puasanya hingga masuknya bulan Ramadhan berikutnya, padahal sebelumnya ada kemampuan dan kesempatan baginya untuk mengganti puasanya, maka ia dianggap orang yang berdosa. hal ini disimpulkan dari pernyataan Aisyah ra yang telah disebutkan sebelumnya.

Hal ini menunjukkan pula dihentikan mengakhirkan qaha puasa ramadhan sesudah Sya’ban. karena jikalau hal tersebut boleh, pasti Aisyah akan mengakhirkan sesudah Ramadhan, karena mungkin saja di bulan Sya’ban Beliau juga sibuk melayani Rosululloh saw.

#5. Jika seseorang tidak bisa sama sekali untuk mengganti puasanya karena udzur yang terus-menerus menahan nya, ibarat orang yang musafir, wanita yang dalam masa kehamilannya rapat, dan lain-lainnya, maka tidak ada dosa baginya, dan hendaklah mengganti puasanya di hari yang lain. hal ini menurut firman Allah: 

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya  (QS. Al-baqarah [2]:286)

Bagi orang yang meninggal dunia dan belum mengganti tunggakan puasanya pada Bulan Ramadhan, padahal sebelumnya ada kesempatan dan kemampuan baginya untuk mengganti puasanya, maka wajib atas jago warisnya untuk membayar tunggakan nya itu. Hal ini menurut hadits Aisyah ra bahwa Rasulullah bersabda : 

Barang siapa yang meninggalkan atasnya ada tunggakan puasa maka jago warisnya berpuasa untuknya (HR. Bukhori Muslim)

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Waktu dan Tata Cara Puasa Mengganti / Mengqadha Puasa Wajib yang kami rangkum dari sumber teks book. Semoga bermanfaat bagi anda dan terima kasih telah berkunjung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.