Teori Produksi Lengkap Dengan Metode Penentuan Jumlah Produksi (Logika Fuzzy)

Pengertian produksi yakni suatu acara yang dilakukan oleh insan dalam mendapat keuntungan. namun dalam produksi terdapat beberapa hal, beberapa pendekatan yang perlu kita pahami sebelum kita menganalisis suatu perjuangan baik perjuangan kecil atau perjuangan dengan sekala besar. pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang Teori Produksi Lengkap dengan Metode Penentuan Jumlah Produksi (Logika Fuzzy). untuk lebih lengkapnya mari kita baca artikel kali ini.

Pengertian produksi yakni suatu acara yang dilakukan oleh insan dalam mendapat ke Teori Produksi Lengkap dengan Metode Penentuan Jumlah Produksi (Logika Fuzzy)

Teori Produksi

Menurut Abimanyu (2004), produksi itu menyangkut proses transformasi input (misalnya : modal, tenaga kerja, tanah) menjadi output barang dan jasa. Dalam proses ini, yang penting yakni efisiensi penggunaan input. Efisiensi ini bisa menjadi dasar analisis penggunaaan input dalam proses produksi barang dan jasa. Teori produksi intinya berusaha menjelaskan bagaimana dengan biaya minimum perusahaan bisa memproduksi output tertentu dengan biaya tertentu bisa memaksimalkan produksi. 

Teori produksi sebagai alat guna melihat hubugnan antara input dan output. Adanya teori produksi juga diharapkan sanggup menawarkan klarifikasi dan peramalan yang terjadi dalam fase produksi. Fungsi produksi  adalah kekerabatan teknis antara faktor produksi (input) dengan ahsil produksi (output). Secara matematis kekerabatan teknis sanggup ditulis Output = f (TK, M, T,S). Hubungan teknis yang dimaksud yakni bahwa produksi hanya bisa dilakukan degan memakai faktor produksi yang dimaksud. Bila faktor produksi tidak ada maka tidak ada juga produksi.produksi yang dihasilkan tanpa penggunaan teknologi, modal dan insan disebut produksi alami, yaitu produksi yang dilakukan dengan modal, teknologi, dan manusia.

 #1. Produksi dengan memakai satu variabel bebas

Produksi yang memakai satu variabel dan yang lainnya tetap contohnya antara insan dan modal. Dimana insan (tenaga kerja) sebagai variabel bebas sedangkan modal sebagai variabel tetap.hubungan produksi dimana terdapat satu variabel, dan yang lainnya tetap berlaku aturan pertambahan hasil yang semakin berkurang, yaitu apabila faktor variabel ditambah terus, maka output semakin usang semakin menurun secara rata-rata.

#2. Produksi dengan memakai 2 variabel bebas

Secara teoritis produksi memakai 2 variabel bebas dalam produksi yakni produksi yang memanfaatkan 2 faktor produksi yang sanggup direkayasa contohnya tenaga kerja  dan modal, atau antara modal dengan teknologi.variabel yang paling sering dan gampang dipakai dalam analisis produksi “gaya” ekonomi ortodoks biasanya yakni faktor produksi tenaga kerja dan modal (Putong, 2005).

Menurut Sugiyanto (2002), sumber saya atau input dikelompokkan menjadi sumber daya insan (termasuk tenaga kerja dan kemampuan manajerial, modal, tanah atau sumber daya alam. Kemampuan manajerial yakni kemampuan yang dimiliki individu melihat kemungkinan mengkombinasikan sumber daya untuk menghasilkan dengan cara gres atau cara yang lebih efisien, baik produk gres maupun produk yang sudah ada. Input selanjutnya dibagi menjadi input tetap dan input variable. Input tetap yakni input yang tidak diubah jumlahnya dalam waktu tertentu atau bisa diubah namun dengan biaya yang sangat besar. Input variable yakni input yang sanggup diubah dengan cepat dalam jangka pendek.

Dalam ekonomi, konsep jangka pendek mengacu pada kondisi dimana minimal terdapat satu input yang bersifat tetap jumlahnya. Jangka panjang yakni periode waktu dimana seluruh input bersifat variabel. Jangka waktu ini tidak ada hubungannnya dengan periode waktu yang biasa kita kenal.

#1. Produksi dalam Jangka Pendek

Dalam jangka pendek perusahaan mempunyai input tetap dan menentukan berapa banyaknya input variabel yang harus digunakan. Untuk menciptakan keputusan pengusaha akan memperhitungkan seberapa besar dampak penambahan input variabel terhadap produksi total. Misalnya, input variabel yakni tenaga kerja dan input tetapnya yakni modal. Pengaruh ini sanggup dilihat dari produksi rata-rata (Average Product, AP) dan produksi marjinal (Marginal aparoduct, MP). Produksi Marjinal yaitu pemanis output alasannya yakni pemanis input sebanyak 1 satuan. 

Produksi rata-rata yaitu : ratio antara total produksi denagn input atau produksi per tenaga kerja.

APL = produktivitas Taman Kanak-kanak persatuan orang
Total produksi (TP) yaitu : jumlah seluruh produk yang dihasilkan.

Gambar Fungsi Produksi Total

Gambar Produksi Rata-rata Produksi Marginal


#2. Produksi dalam Jangka Panjang

Jangka panjang suatu proses produksi tidak bisa diukur dengan waktu tertentu contohnya 10 tahun, 5 tahun, 15 tahun dan seterusnya. Jangka panjang suatu proses produksi yakni jangka waktu di mana semua input atau factor produksi yang dipergunakan untuk proses produksi bersifat variabel. Dengan kata lain, dalam jangka panjang tidak ada input tetap.

Dengan mempunyai input variabel ini, maka seorang produsen sanggup menentukan kombinasi input yang paling menguntungkan untuk menghasilkan output. Demikian pula, untuk menghasilkan suatu jumlah output tertentu produsen terdapat banyak alternatif kombinasi input yang bisa dipilih. Misalnya, produsen mempunyai dua macam input, tenaga kerja (L) dan kapital (K). Untuk memproduksi sejumlah output tertentu, produsen bisa mempergunakan lebih banyak tenaga kerja dan sedikit kapital, lebih sedikit tenaga kerja dan banyak kapital atau memakai capital dan tenaga kerja dengan perbandingan yang seimbang.

Gambar Kurva Isoquant

Kurva ini dinamakan isokuan. Bentuk krva isokuan serupa dengan bentuk kurva indeferen. Semakin ke kanan atas kurva isokuan memperlihatkan tingkat output yang semakin tinggi. Demikian sebaliknya, semakin ke kiri bawah semakin rendah tingkat outputnya. Hal ini bisa dimaklumi mengingat bahwa semakin ke kanan atas, banyaknya input yang dipergunakan semakin banyak. Apabila isokuan bergerak ke kanan atas berarti produsen menaikkan skala produksinya atau melaksanakan ekspansi usaha.

Metode Logika Fuzzy (Penentuan jumlah produksi)

Logika Fuzzy merupakan metode yang dipakai dalam analisis penentuan jumlah produksi. Penentuan jumlah produksi dengan memakai logika fuzzy dianggap bisa untuk memetakan suatu input kedalam suatu output tanpa mengabaikan faktor–faktor yang ada. Logika fuzzy diyakini sanggup sangat fleksibel dan mempunyai toleransi terhadap data-data yang ada. Dengan menurut logika fuzzy, akan dihasilkan suatu model dari suatu sistem yang bisa memperkirakan jumlah produksi. Faktor–faktor yang mempengaruhi dalam menentukan jumlah produksi dengan logika fuzzy antara lain jumlah undangan dan jumlah persediaan (Djunaidi dkk, 2005). Metode Logika Fuzzy mempunyai tahapan kerja sebagai berikut yaitu : 

#1.Identifikasi Data 

Identifikasi data dilakukan dengan penentuan variabel yang diharapkan dalam melaksanakan perhitungan dan analisis masalah. Perusahaan dalam melaksanakan proses produksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya : 
a. Jumlah Permintaan 
b. Jumlah Persediaan 
c. Jumlah Produksi 

#2. Pembentukan himpunan fuzzy 

Pada metode mamdani baik variabel input maupun variabel output dibagi menjadi satu atau lebih himpunan fuzzy. 

#3. Aplikasi fungsi implikasi 

Pada metode mamdani, fungsi implikasi yang dipakai untuk tiap – tiap aturan yakni fungsi min. 

#4. Penegasan (defuzzy) 

Proses penegasan (defuzzyfikasi) memakai santunan software matlab dengan memakai akomodasi yang disediakan pada toolbox fuzzy. Selain itu,  Defuzzyfikasi pada komposisi aturan mamdani dengan memakai metode centroid. Dimana pada metode ini, solusi crisp diperoleh dengan cara mengambil titik sentra tempat fuzzy. Secara umum dirumuskan :


Ada dua laba memakai metode centroid, yaitu (Kusumadewi, 2002): 

1. Nilai defuzzyfikasi akan bergerak secara halus sehingga perubahan dari suatu himpunan     fuzzy juga akan berjalan dengan halus. 
2. Lebih gampang dalam perhitungan.

Demikan Ulasan Artikel terkait dengan Teori Produksi Lengkap dengan Metode Penentuan Jumlah Produksi (Logika Fuzzy) yang kami rangkum dari banyak sekali literatur yang kami tulis dan kami sajikan dalam daftar pustaka di bawah. biar bermanfaat dan terima kasih


Daftar Pustaka

Abimanyu. 2004. Ekonomi Manajerial. Bogor: Ghalia Indonesia.
Djunaidi, dkk. 2005. Penentuan Jumlah Produksi dengan Aplikasi Metode Fuzzy-Mamdani. Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol.4 No.2 Desember 2005.
Putong, I. 2005. Teori Ekonomi Mikro. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Soegiarto et al, 1978. Budidaya Rumput Laut [serial online]. http://www.bi.go.id/sipuk/id/?id=4&no=40312&idrb=43701 [05 November 2010].

You might also like

Comments are closed.