Home Ekonomi Sistem Pembentukan Harga Pada Pasar Monopolistik (Teori Dan Kurva)

Sistem Pembentukan Harga Pada Pasar Monopolistik (Teori Dan Kurva)

4
0

Pada kesempatan sebelumnya kita telah mengulas terkait dengan pasa persaingan monopolistik yang mencakup pengertian, ciri – ciri, corak, serta tumpuan pasar persainngan monopolistik . Namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas tuntas wacana sistem pembentukan harga pada pasar monopolistik secara lengkap dan jelas. 



Permintaan (demand) bagi suatu pengusaha produk yang dalam keadaan persaingan monopolistik merupakan peralihan dari ajakan bagi pengusaha yang bersaing tepat dengan pengusaha monopoli. Perbedaan ajakan pada masing-masing jenis pasar disajikan pada Gambar di bawah.

Pada kesempatan sebelumnya kita telah mengulas terkait dengan pasa persaingan monopolistik Sistem Pembentukan Harga Pada PASAR MONOPOLISTIK (Teori dan Kurva)
. Kurva Permintaan Untuk Pengusaha Dalam Persaingan Sempurna (a), Persaingan Monopolistik (b) dan Monopoli (c)

Gambar diatas menjelaskan bahwa kurva ajakan bagi pengusaha yang produksinya bersaing tepat digambarkan sebagai garis sejajar sumbu horizontal yang ditarik melalui harga pasar yang berlaku. Kurva ajakan bagi pengusaha yang produknya berada pada pasar persaingan monopolistik. Kurva ajakan tersebut sedikit miring turun dari kiri ke kanan. 

Kurva Dpm ini bukanlah merupakan kurva ajakan pasar seluruh produk yang pasarnya dalam keadaan persaingan monopolistik, tetapi merupakan ajakan pasar bagi suatu pengusaha atau penjual tertentu. Kurva Dm pada gambar 58c, menunjukkan kurva ajakan monopoli, dimana penjual ialah tunggal maka kurva ajakan pengusaha sekaligus kurva ajakan pasar. 

Dari ketiga kurva tersebut, kurva ajakan dalam kondisi persaingan monopolistik bentuknya berada diantara kurva ajakan persaingan tepat dengan kurva ajakan monopoli. Ditinjau dari elastisitasnya, elastisitas kurva ajakan kondisi persaingan monopolistik lebih kecil daripada elastisitas ajakan bagi pengusaha dalam kondisi  bersaing tepat tetapi lebih besar daripada elastisitas ajakan dalam kondisi monopoli.

Dalam menentukan kapasitas produksi suatu perusahaan yang pasar produknya dengan persaingan monopolistik, analisa hampir sama saja dengan analisa bagi pengusaha monopoli tepat dan perusahaan dengan persaingan sempurna. Analisa mana yang dipakai tergantung kepada bentuk kurva ajakan bagi pengusaha tersebut. Artinya, bila kurva ajakan yang dihadapinya ialah lentur sempurna, maka harga penjualan harus sama dengan nilai produk marjinal. Tetapi apabila kurva permintaannya kurang tepat elastisnya, maka harga penjualan lebih tinggi dari pada nilai produk marjinal yang diperolehnya. Untuk jelasnya perhatikanlah Gambar di bawah.

Kapasitas Produksi Untuk Mencapai Keuntungan Maksimum

Gambar diatas menunjukkan keadaan ajakan bagi suatu pengusaha produk yang pasarnya dengan persaingan monopolistik (kurva m). jadinya kurva nilai produk marjinal perusahaan ditunjukkan oleh kurva MR. Kalau kurva pembiayaannya menyerupai ditunjukkan oleh kurva biaya rata-rata (AC) dan kurva biaya marjinal (MC), maka kapasitas produksi harus dijalankan sebesay Y1 semoga tercapai laba maksimum, dimana MC = MR. Harga penjualan sanggup ditentukan sebesar P1 rupiah untuk setiap satuan produk ialah sebesar C1 rupiah, maka laba yang diperoleh perusahaan ialah C1P1 rupiah untuk setiap satuan produk yang dihasilkan. 

Apakah suatu pengusaha produk tertentu akan menduduki pasar yang menjurus kepada persaingan tepat atau monopoli murni tergantung kepada perbedaan produk yang dihasilkannya dengan produk pengganti yang diusahakan oleh pengusaha lain. Makin bersahabat jarak perbedaan itu makin menjurus pula pasarnya kepada persaingan sempurna. Sebaliknya semakin jauh jarak perbedaan itu semakin bersahabat dengan bentuk pasarnya kepada monopoli.

Oleh alasannya itu dalam rangka perjuangan mencapai laba yang lebih besar pengusaha produk dengan pasar persaingan monopolistik harus terus mengusahakan semoga produk yang dihasilkannya semakin jauh bedanya dengan produk pengganti yang diusahakan oleh pengusaha lain. Cara yang sanggup ditempuh untuk memperbesar jarak perbedaan itu antara lain dengan propaganda dan iklan menyerupai yang banyak sekali kita temui dalam dunia perjuangan kini ini.

Apa yang kita uraikan diatas ialah mengenai kecerdikan pengusaha produk dengan pasar persaingan monopolistik dalam jangka pendek untuk menentukan kapasitas produksi. Kesimpulan yang sanggup ditarik ialah bahwa untuk jangka pendek yang dituju ialah laba maksimum dengan menekan kapasitas produksi sedemikian rupa sehingga:

MC = MR < PY dan
AC  < PY

Untuk jangka panjang umumnya perusahaan yang menghasilkan produk dengan pasar persaingan monopolistik menentukan kapsitas produksi menurut laba normal (normal profit), kecuali bila perusahaan tersebut bisa membendung secara tepat masuknya pengusaha-pengusaha gres yang juga akan menghasilkan produk yang sama dengan produk yang dihasilkannya. Kalau pengusaha tersebut bisa membendung secara tepat masuknya pengusaha gres dalam jangka panjang, maka kapasitas produksi dijalankan sedemikian rupa sampai tercapai laba maksimum. Syarat untuk ini ialah:

MCLR = MCSR = MR < PY
ACLR < PY

Dari uraian-uraian diatas wacana pasar dengan persaingan monopolistik terlihat bahwa pasar dengan persaingan monoplolistik itu mempengaruhi harga pasar dan kapasitas produksi. Jika perusahaan produk dengan pasar persaingan monopolistik sanggup menahan secara tepat masuknya pengusaha-pengusaha gres yang akan menyaingi produk yang dihasilkannya, maka harga penjualan dan kapasitas produksi perusahaannya sama dengan keadaan perusahaan monopoli murni. Sebaliknya bila perusahaan itu tidak bisa membendung masuknya perusahaan gres maka harga penjualan dan kapasitas produksi sama sifatnya dengan perusahaan yang pasar produknya bersaing secara sempurna.

Ditinjau dari segi biaya rata-rata, maka perusahaan dengan persaingan monopolistik, biaya rata-rata perusahaannya akan lebih kecil daripada harga penjualan, bila perusahaan itu bisa membendung masuknya pengusaha-pengusaha baru. Dan sebaliknya harga penjualan akan sama dengan biaya rata-rata bila ia tidak bisa membendung masuknya pengusaha-pengusaha gres yang akan menyaingi produk yang dihasilkannya.


Pada pasar produk dengan persaingan monopolistik, jenis produk yang ditawarkan beraneka ragam sekali, walaupun yang bergotong-royong produk tersebut satu sama lainnya ialah identik ditinjau dari segi kegunaannya. Keanekaragaman itu muncul lantaran masing-masing pengusaha berusaha keras untuk memperbesar jarak perbedaan antara produk yang dihasilkannya dengan produk yang dihasilkan pengusaha lain. 

Perbedaan itu sanggup berupa perbedaan dalam merk, perbedaan dalam pembungkusan, perbedaan dalam warna, perbedaan dalam pelayanan, dan lain-lain sehingga konsumen produk tersebut memiliki kesempatan menentukan yang paling banyak. Lihatlah contohnya dalam bidang obat-obatan, majemuk obat batuk, banyak sekali ragam obat gosok, dan lain-lain.

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Sistem Pembentukan Harga Pada PASAR MONOPOLISTIK (Teori dan Kurva) yang kami rangkum dari buku bacaan kami. Semoga bermanfaat bagi anda. Mohon maaf bila ada kesalahan dan terima kasih telah berkunjung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here