Home budaya Rumah Adat Kalimantan Barat dan Keistimewaan Arsitekturnya

Rumah Adat Kalimantan Barat dan Keistimewaan Arsitekturnya

22
0

Radank adalah rumah adat Kalimantan barat yang memiliki artsitektur yang unik. Rumah adat dari Suku Dayak ini memiliki bentuk persegi panjang yang luas dan tinggi. Dalam bahasa Indonesia rumah Radank artinya rumah Panjang. Seperti namanya rumah Panjang berbentuk panggung dengan tinggi 5 – 8 meter dari permukaan tanah. Bentuknya persegi panjang ialah mencapai 180 meter dengan lebar 30 meter.

Selain panjang rumah ini juga terbilang lebar dan tinggi. Karena sangat besar dan luas, rumah adat ini mampu menampung lebih dari 100 orang anggota keluarga bahkan ada yang sampai bisa menampung 600 orang. Karena keunikannya tersebut, rumah adat ini masuk ke dalam Rekor MURI sebagai rumah terbesar di Indonesia.

Rumah adat ini bukan sekdar tempat tinggal, namun ia menjadi pusat kebudayaan, tradisi yang turun menurun. Di rumah tersebut sebuah aktivitas dan kebiasaan berjalan dari waktu ke waktu dan secara turun menurun.

BACA:

1. Keistimewaan Arsitektur Rumah Adat Kalimantan Barat

Awalnya rumah adat ini dibangun dengan tujuan melindungi keluarga dari bencana alam dan serangan binatang buas atau dari suku-suku lain. Karena luas dan besar, rumah adat ini tidak hanya didiami oleh keluarga inti, namun ditempati juga oleh keluarga lainnya.

Rumah yang terbuat dari kayu ini memiliki beberapa kamar, selain dijadikan tempat tinggal rumah adat ini bisa dijadikan tempat kegiatan masyarakatnya, seperti pertemuan atau upacara adat, upacara ritual.  Rumah adat Radank memiliki konstruksi bangunan yang unik, terdiri dari 3 bagian utama.

  • Bagian Pertamanya adalah tangga, dalam bahasa Dayak disebut hejot. Anak tangganya berjumlah ganjil, biasanya terdapat tiga buah tangga, di bagian depan rumah, di ujung bagian kanan dan kiri. Banyaknya tangga disesuaikan dengan besar kecilnya rumah. Apabila rumahnya besar maka jumlah tangganya juga banyak.
  • Bagian kedua adalah bagian lantai yang terbuat dari bambu. Namun ada juga yang terbuat dari kayu yang besar dan bulat atau menggunakan belahan batang pohon pinang.
  • Bagian ketiga adalah badan rumah menggunakan kayu ulin yang mampu bertahan hingga ratusan tahun.

2. Pembagian Ruang Rumah Adat Kalimantan Barat

Dari luar rumah adat ini terlihat panjang dan lebar, bisa Anda bayangkan begitu luas dan terdapat banyak ruangan. Nah, berikut ini beberapa ruangan yang ada di dalam rumah adat Radank.

  • Teras Rumah

Bagian depan atau teras disebut Pante. Memiliki atap yang menjorok ke luar. Biasanya digunakan untuk menjemur pakaian, menjemur padi atau untuk melakukan upacara adat.

  • Ruang Tamu

Ruang tamu di rumah adat ini hanya ada satu, disebut Samik. Terdapat meja berbentuk lingkaran yang besar, digunakan untuk menyimpan makanan pada saat ada tamu.

  • Ruang Tidur

Ruang tidurnya terletak berjejer yang didesain sedemikian rupa. Seperti kamar untuk orang tua terletak di ujung aliran sungai berjejer kamar-kamar lainnya hingga di ujung hilir sungai. Dengan demikian, penempatan kamar menjadi penanda siapa yang paling tua di keluarga tersebut.

  • Ruang Keluarga

Ruang keluarganya luas dengan panjang dan lebar 6 meter. Terletak di bagian tengah rumah, menjadi tempat berkumpul dan melakukan berbagai kegiatan.

  • Bagian Belakang

Bagian belakang rumah adalah dapur, tempat untuk memasak, menyimpan bahan makanan dan hasil panen serta tempat untuk menyimpan berbagai peralatan pertanian. Dapurnya harus menghadap ke aliran sungai, hal ini dipercaya dapat mendatangkan rezeki.

Radank adalah rumah adat Kalimantan barat yang memiliki artsitektur yang unik Rumah Adat Kalimantan Barat dan Keistimewaan Arsitekturnya

3. Filosofi yang Terkandung dalam Rumah Adat Kalimantan Barat

Selain bentuknya yang unik, rumah adat Kalimantan barat ini memiliki makna dan filosofi, seperti bentuknya, arah rumah, yakni:

  • Bentuknya yang tinggi, panjang dan lebar memiliki makna sifat toleransi dan kebersamaan dari anggota keluarga.
  • Bagian hulu rumah menghadap ke arah matahari terbit atau timur dan bagian hilirnya mengarah ke arah matahari terbenam atau barat karena sesuai dengan mata pencaharian Suku Dayak, yaitu bertani yang mulai bekerja pada saat matahari terbenam dan pulang pada saat matahari sudah mulai tenggelam.
  • Di bagian depan rumah umumnya disimpan patung berbentuk manusia terbuat dari kayu ulin. Berdasarkan kepercayaan Suku Dayak, patung tersebut dapat mengantarkan arwah para leluhur ke surga. Selain itu, dipercaya dapat melindungi semua anggota keluarga yang tinggal di rumah.

Bentuk rumah adat Panjang mencerminkan prinsip hidup masyarakat Dayak yang memiliki prinsip hidup berdasarkan kebersamaan, solidaritas dan toleransi. Saat ini, rumah yang merupakan pusat kehidupan masyarakat Dayak hampir punah.

Hal tersebut sangat disayangkan karena selain mampu bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun ini erat hubungannya dengan alam sekitar, seperti sungai yang banyak ikan, lahan untuk berladang dan becocok tanam dan hutan-hutan yang dihuni oleh berbagai jenis binatang. Namun sekarang ketergantungan terhadap alam sudah mulai mengikis.

Di balik kesederhanaannya, rumah adat Panjang Kalimantan Barat ini menyimpan begitu banyak makna dan nilai-nilai filosofi yang luhur.


Sumber https://rajasoal.com/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.