Home Agama Puasa Nazar (Niat, Hukum, Manfaat, Tata Cara, Waktu, Keutamaan) Lengkap

Puasa Nazar (Niat, Hukum, Manfaat, Tata Cara, Waktu, Keutamaan) Lengkap

301
0
Pada dasarnya, Nazar tidak hanya terbatas pada puasa saja. akan tetapi ia bisa masuk dalam segala hal dalam kehidupan manusia. secara sederhana pengertian Nazar yaitu sebuah akad atau sumpah yang diikrarkan oleh seseorang atas sebuah kondisi yang diisyaratkan. 

 Nazar tidak hanya terbatas pada puasa saja PUASA NAZAR (Niat, Hukum, Manfaat, Tata Cara, Waktu, Keutamaan) LENGKAP

Dengan demikian lantaran hal tersebut berkaitan dengan akad Atau ikrar, baik yang ia lakukan buat dirinya sendiri atau pada orang lain, maka hal tersebut menjadi wajib hukumnya untuk melaksanakan dan melaksanakan akad tersebut.

Baca juga artikel lain terkait dengan puasa !
PUASA (Pengertian, Yang Membatalkan, Rukun, Syarat Wajib)
Bacaan NIAT PUASA Senin Kamis, Rajab, Dll [Lengkap]
PUASA SENIN KAMIS (Bacaan Niat, Tata Cara dan Hadisnya)
Niat Puasa Dzulhijjah (Idul Adha) 10 Hari Pertama
Bacaan Niat PUASA DAUD Lengkap dengan Tata Cara Puasa Daudnya
Ketahui 6 Manfaat / Faedah / Keutamaan / Hikmah Puasa Senin Kamis

Maka dari klarifikasi itu, pengertian puasa nazar yaitu puasa yang dijanjikan atau diikrarkan, yang dikaitkan dengan sesuatu yang dilakukan oleh seseorang yang bernazar. awalnya, tidak ada aturan apapun bagi puasa ini sebelum diucapkan maupun diikrarkan, tetapi menjadi wajib sehabis diikrarkan. 

dengan demikian, wajib bagi seseorang ketika menetapkannya akad bagi dirinya sendiri untuk melaksanakan puasa nazar yang dikaitkan dengan banyak sekali hal dalam hidupnya, baik berupa pencapaian keberhasilan, sembuh dari sakit, atau lain sebagainya.

Dalam al-qur’an, Allah SWT sangat memuji orang yang bisa melaksanakan dengan baik perihal segala sesuatu yang telah Iya nazarkan. Hal ini sesuai dengan firmannya:

يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا
Mereka menunaikan Nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana (QS. al-insaan [76]:7)

Hal ini didasarkan pada sebuah kenyataan bahwa menunaikan Nazar tersebut mengandung unsur dedikasi kepada Allah SWT yang telah bisa dikerjakan dengan baik. inilah salah satu hal yang sangat dihargai dengan penghargaan yang lebih oleh Allah SWT, sehingga Allah SWT memuji orang yang memenuhi puasa ndzar tersebut.

Dengan demikian rosuulalloh saw dalam banyak hadisnya memerintahkan beberapa sahabatnya yang telah bernazar untuk menunaikannya. tentunya, perintah ia untuk menunaikan segala hal yang ia perintahkan memperlihatkan bahwa hal tersebut merupakan ibadah dan memiliki unsur penting dalam melaksanakan hal tersebut. hal ini sanggup dilihat dari hadits Aisyah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Barangsiapa benazar untuk taat kepada Allah SWT maka taatilah Nazar tersebut (HR. Bukhari dan Muslim)


Melaksanakan nazar merupakan kewajiban bagi siapa saja yang telah bernazar. Begitu juga dengan seseorang yang telah bernazar untuk melaksanakan puasa, maka wajib menunaikan puasa tersebut sebanyak yang Ia janjikan sebelumnya. 

Contoh puasa nazar, contohnya seseorang yang bisa menghafal al-quran berjanji atau bernazar untuk melaksanakan puasa selama 3 hari maka orang tersebut harus melaksanakan puasa sebanyak 3 hari. Jika ia telah bisa menghafalkan Alquran, dengan demikian Jika ia hanya melaksanakan satu atau dua hari, maka ia masih memiliki kewajiban untuk menunaikan yang tertinggal.

Tidak ada larangan bagi setiap orang untuk bernazar apapun, Baik puasa maupun yang lain. bahkan boleh juga bernazar dengan jumlah puasa yang banyak atau sedikit, selama Nazar tersebut bukan dalam hal maksiat. apalagi, melaksanakan puasa nazar hanya ketika kondisi dirinya terjepit oleh keadaan yang sulit, sehingga iya terpaksa bernazar. 

Dia hanya mau berinfak kalau kondisi tertentu terpenuhi. seolah-olah ibadah yaitu sebuah tawar-menawar dan jual beli atau transaksi tukar barang antara dirinya dengan Allah SWT. ada sebuah kondisi bersyarat terlebih dahulu, gres Ia mau berpuasa, mau shodaqoh, dan mau berinfak baik lainnya.

Sesungguhnya yang perlu diperlihatkan yaitu bahwa Nazar itu tidak akan bisa mengubah takdir yang telah ditentukan oleh Allah SWT. kalau seseorang pada risikonya terpenuhi kondisi yang ia inginkan bukan lantaran Nazar yang iya penuhi, akan tetapi Allah SWT hendak memberi Nikmat atau ujian kepada hambanya. Hal ini bertujuan untuk menguji sejauh mana hamba tersebut bisa memberlakukan Anugrah tersebut, dan Ini tantangan yang sangat berat bagi manusia.

BACAAN NIAT PUASA NAZAR

Melaksanakan puasa nazar sama dengan melaksanakan puasa-puasa yang lain, baik sunnah maupun wajib. hanya saja dibedakan oleh niat untuk melaksanakan puasa nafzar. puasa nazar sanggup dilakukan dengan cara berniat untuk melaksanakan puasa sebagai pelaksanaan dari sesuatu yang kita janjikan sebelumnya. 

tidak ada lafal khusus yang disampaikan oleh Rasulullah saw yang berkaitan dengan puasa nazar ini. akan tetapi niat puasa nazar dilakukan dengan niat untuk memenuhi akad Atau ikrar puasa yang telah Ia janjikan sebelumnya. Pada umumnya bacaan niat puasa nazar yaitu sebagai berikut:

نويت صوم النذرلله تعلى

Jika anda susah untuk membaca silahkan baca latinnya ini: “Nawaitu Shauma Nadzri Lillahi Ta’aala”

Arti terjemahnya yaitu sebagai berikut : ” Saya niat puasa nazar lantaran allah ta’aala”

Vidio di bawah ini mungkin akan memberi kejelasam apakah niat harus dengan bahasa arab atau tidak. Berikut yaitu vidionya.


WAKTU MELAKSANAKAN PUASA NAZAR

Waktu melaksanakan puasa nazar tidak ditentukan secara khusus baik hari, bulan, atau tanggalnya. Akan tetapi kalau seseorang telah hingga kepada sesuatu yang dicapainya, hendaknya puasa nazar nya juga dilakukan secara segera. lantaran hal ini lebih baik daripada menunda-nunda. Selain itu tidak ada yang menjamin bahwa insan punya banyak kesempatan untuk menunaikan kewajiban tersebut.

Dengan demikian puasa nazar biasanya selalu dilakukan kalau seseorang telah berhasil dan hingga pada sesuatu yang menjadi keinginan dan keinginan nya atau lantaran yang telah dinyatakan sebelum itu telah terjadi dan menjadi kenyataan dalam hidupnya.puasa nazar harus berurutan. selanjutnya puasa nazar dilakukan sebagai tanda syukur atas nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadanya.

NAZAR YANG TIDAK DI LAKSANAKAN (KIFARAT NAZAR)

Apabila suatu Nazar tidak bisa ditunaikan oleh seseorang, maka diwajibkan baginya untuk membayar kafarat berupa memberi makan kepada 10 orang miskin atau memberi pakaian kepada mereka atau membebaskan budak. dan kalau dirinya tidak menyanggupinya, maka diwajibkan baginya untuk berpuasa selama tiga hari. dalam hal ini Allah SWT berfirman dalam QS. al-maidah [5]:89:
لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Allah tidak menghukum kau disebabkan oleh sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah). Tetapi dia menghukum kau disebabkan oleh Sumpah Sumpah Yang Kamu sengaja. Maka kafarat (melanggar) Sumpah itu ialah memberi makan 10 orang miskin yaitu dari makanan yang bisa kau berikan kepada keluargamu atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. barangsiapa tidak sanggup melaksanakan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu yaitu kafarat Sumpah-sumpahmu bila kau bersumpah (Dan Kamu melanggar). dan, jagalah sumpahmu. demikian Allah menandakan kepadamu hukum-hukumnya semoga kau bersyukur (kepadanya). (QS. al-maidah [5]:89

KEUTAMAAN, MANFAAT, ATAU FAEDAH MELAKSANAKAN PUASA NAZAR

#1. Akan memunculkan perilaku bersyukur kepada Allah 
setiap puasa nazar yang dilakukan seseorang selalu bersamaan dengan niat untuk melaksanakan Nazar Tersebut, dikarenakan telah berhasil dalam sebuah pencapaian tertentu atau mendapat nikmat lain. Oleh lantaran itu, melaksanakan puasa nazar merupakan ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT, atas segala nikmat dan keberhasilan yang didapatkan. melaksanakan puasa nazar bukan hanya sebagai sebuah kewajiban, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dan syukur atas nikmat yang telah diterima.

Dengan demikian, kalau kita selalu bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat dan keberhasilan, maka bahu-membahu Allah SWT akan menambah nikmat yang lebih berlimpah. Selain itu syukur merupakan sebuah bentuk dari rasa terima kasih kita kepada Allah SWT atas nikmat yang tidak terhingga darinya.

Seseorang yang melaksanakan puasa nazar hendaknya tidak hanya menggugurkan kewajiban, akan tetapi juga ada niat syukur dan yang tulus dari kita kepada Allah SWT. sehingga kita termasuk orang yang melaksanakan kebijakan yang memiliki untung berlipat dihadapan Allah SWT.

#2. Menjadi orang yang sempurna janji 
puasa nazar merupakan akad yang dibentuk dan diikrarkan seseorang pada dirinya sendiri dengan Allah SWT. dengan demikian, mencar ilmu menepati akad Atau ikrar tersebut merupakan perilaku yang sangat baik untuk menciptakan seseorang menjadi tanggung jawab terhadap janjinya.

Orang yang berjanji, akan tetapi tidak ditepati, terperinci merupakan sebuah dusta dan nilainya dihadapan Allah SWT yaitu dosa. semoga kita tidak tergolong orang yang berdosa, hendaknya Nazar puasa yang kita lakukan menjadi sebuah pelajaran untuk menepati akad terlebih akad kepada Allah SWT. Tuhan Yang Maha menjaga dan selalu memperlihatkan rahmat kepada manusia, maka tidak ada alasan untuk tidak menepati akad yang kita buat sendiri kepada Allah SWT. 

Selalu akan ada kekhawatiran kalau kita lalai pada akad yang kita buat kepada Allah SWT. kalau kita lalai pada akad tersebut, sangat mungkin Allah SWT akan menukar nikmat yang telah kita terima tersebut menjadi tragedi yang menyengsarakan kita sendiri.

Selain itu, dengan puasa nazar ini, kita juga sanggup manfaat untuk mencar ilmu sempurna akad pada setiap akad dalam hubungan sosial. kalau tidak, maka kita tidak akan pernah mendapat akidah dalam segala hal, sehingga yang rugi tetap orang tidak bisa menepati akad tersebut. demikian salah satu faedah puasa nazar yang mesti kita sadari.
#3. Dikaruniai nikmat yang lebih baik 
karena puasa ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, maka sungguh Allah SWT sangat mengetahui cara memperlihatkan imbalan bagi mereka yang selalu bersyukur atas setiap Nikmat apapun yang dianugerahkan kepada kita. sehingga ketika kita melaksanakan puasa nazar dengan penuh keikhlasan, jangan khawatir Allah SWT membiarkan kita. akan tetapi, Allah SWT akan melipat gandakan menjadi nikmat yang luar biasa besarnya.

Begitu juga sebaliknya, kalau seorang hamba yang diberikan nikmat akan tetapi ia tidak bersyukur atau memakai nikmat itu pada jalan yang tidak diridhoinya maka sungguh Allah SWT sangat mengerti dan memperlakukan orang yang demikian.
Demikian ulasan artikel kami terkait dengan PUASA NAZAR Lengkap (Niat, Hukum, Manfaat, Tata Cara, Waktu) yangkami rangkum dari satu sumber. semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog kami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.