Home Bahasa Indonesia Pengertian Puisi, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur Dan Pola Puisi

Pengertian Puisi, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur Dan Pola Puisi

49
0

Pengertian Puisi, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur dan Contoh Puisi – Puisi yaitu sebuah karya sastra berwujud goresan pena yang didalamnya terkandung irama, rima, ritma dan lirik dalam setiap baitnya. Umumnya unsur diatas puisi juga memiki makna dan sanggup mengungkapkan perasaan dari sang penyair yang dikemas dalam bahasa imajinatif dan disusun memakai struktur bahasa yang padat penuh makna. Puisi merupakan karya seni berupa goresan pena yang memakai kualitas estetika (keindahan bahasa) sehingga berfokus pada bunyi, irama, dan penggunaan diksi.

Berdasarkan jenisnya puisi sanggup dibagi menjadi dua jenis yakni puisi gres dan pusi lama. Masing masing jenis puisi tersebut tentunya juga mempunyai ciri-ciri dan struktur yang berbeda pula antara puisi gres dan puisi lama. Pada artikel kali ini bahan berguru akan menunjukkan bahan wacana pengertian puisi, ciri-ciri, struktur, jenis, unsur, dan pola puisi baik puisi gres maupun puisi lama.

Pengertian Puisi, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur dan Contoh Puisi

 Puisi yaitu sebuah karya sastra berwujud goresan pena yang didalamnya terkandung irama Pengertian Puisi, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur dan Contoh Puisi

Pada dasarnya baik pengertian puisi, ciri ciri, jenis, unsur dan pola puisi sanggup dengan gampang anda temukan didalam pembelajaran sekolah maupun di internet. Namun saya akan mencoba merangkum keseluruhan ateri wacana pusi tersebut menjadi satu.

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli
Sumardi menyampaikan bahwa puisi merupakan karya sastra dengan bahasa yang dipersingkat, dipadatkan bahasanya dan diberi irama sesuai bunyi yang padu dengan pemilihan kata kiasan yang bersifat imajinatif. Berbeda dengan herman waluyo yang menyebut bahwa pengertian puisi merupakan karya sastra tertulis yang paling awal ditulis insan dalam sejarah.
Menurut Thomas Carlye “Pengertian puisi yaitu ungkapan pikiran yang disampaikn secara musikalisasi”.

Berdasarkan pengertian puisi berdasarkan para andal di atas sanggup kita simpulkan bahwa pengertian puisi secara umum yaitu sebuah karya sastra yang mengandung unsur irama, ritma, diksi, llirik dan memakai kata kiasan dalam setiap baitnya untuk membuat estetika bahasa yang padu.

Unsur-Unsur Puisi
Pada umumnya unsur-unsur puisi sanggup dibagi berdasarkan strukturnya menjadi dua jenis yakni struktur fisik dan struktur batin.

Struktur Fisik Puisi
Tipografi: Tipografi merupakan bentuk puisi yang dipenuhi dengan kata, tepi kiri kanan, dan tidak mempunyai pengaturan baris hingga pada baris puisi yang tidak selalu diawali karakter besar (kapital) dan diakhiri dengan tanda titik. Namun hal semacam ini sanggup memilih pemaknaan dari suatu puisi.
Diksi: Diksi yaitu pemilihat kata yang dipakai oleh sang penyair didalam puisinya. Karena puisi bersifat mempunyai bahasa yang padat maka pemilihan kata yang sesuai dan mengandung makna harus dilakukan. Pemiilihan kata dilakukan dengan mempertimbangkan irama, nada, dan estetika (keindahan bahasa).
Imaji: Imaji atau yang lebih kerap disebut denganimajinasi merupakan unsur yang melibatkan penggunaan indra manusia, menyerupai imaji penglihatan, imaji bunyi dan lain sebagainya. Penggunaan imaji bertujuan semoga pembaca maupun pendengar sanggup berimajinasi atau membayangkan bahkan mencicipi apa yang dirasakan oleh penyair.
Kata Konkret: kata nyata yaitu kata yang memungkinkan terjadinya imaji, Kata nyata menyerupai permata senja sanggup berati pantai atau kawasan yang sesuai untuk melihat datangnya senja. Kata nyata bersifat imajinatif sehingga memunculkan imaji.
Gaya Bahasa: Gaya bahasa merupakan penggunaan bahasa yang bersifat seolah olah menghidupkan  dan menyebabkan makna konotasi dengan memakai bahasa figuratif. Umumnya gaya bahasa yang dipakai pada puisi berbentuk majas menyerupai majas metafora, simile, anafora, paradoks dan lain sebagainya.
Irama/Rima: Irama atau rima yaitu persamaan bunyi di awal, tengah maupun selesai puisi.

Struktur Batin Puisi
Tema: Tema merupakan unsur utama pada puisi alasannya tema berkaitan dekat dengan makna yang dihasilkan dari suatu puisi. Tanpa tema yang terang tentunya akan menghasilkan puisi yang tidak terang maknanya.
Nada: Nada berkaitan dengan perilaku penyair terhadap pembacanya. Umumnya nada yang dipakai akan bervariasi menyerupai nada sombong, nada tinggi, nada rendah dan lain sebagainya.
Amanat: Amanat merupakan pesan yang terkandung didalam sebuah puisi. Amanat sanggup ditemukan dengan memaknai puisi tersebut secara langsung.

Puisi Baru dan Puisi Lama

Puisi Baru
Puisi terbagi menjadi dua jenis, Pengertian Puisi Baru yaitu jenis puisi yang tidak lagi terikat oleh hukum yang mempunyai bentuk lebih bebas dari puisi usang dalam segala hal menyerupai rima, baris, bait, diksi dan sebagainya.

Ciri-Ciri Puisi Baru

  1. Bersifat simetris atau mempunyai bentuk rapih.
  2. Memiliki sajak yang teratur.
  3. Lebih memakai sajak syair, atau pola pantun.
  4. Umumnya berbentuk empat seuntai.
  5. Terdiri dari kesatuan sintaksis (gatra).
  6. Disetiap gatara terdiri dari 4 hingga 5 suku kata.

Jenis-Jenis Puisi Baru
Puisi gres sendiri sanggup dikatogerikan menjadi 2 macam yakni berdasarkan isi dan berdasarkan bentuk:
Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya

  1. Balada: yaitu puisi yang berisi wacana sebuah dongeng atau kisah.
  2. Himne: yaitu puisi kebanggaan atau pujuaan yang ditujukan kepada Tuhan, Negara, atau sesuatu yang dianggap begitu penting dan sakral.
  3. Romansa: yaitu puisi yang mengungkapkan perasaan yang umunya menyebabkan efek romantisme.
  4. Ode: yaitu puisi yang bersifat menunjukkan sanjungan kepada orang yang sangat berjasa. Umumnya ode diberikan kepada orang tua, pahlawan, dan orang orang besar.
  5. Epigram yaitu puisi yang berisi tuntunan atau anutan hidup. Epigram berarti unsur pengajaran; didaktik; pesan tersirat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.
  6. Elegi: yaitu puisi yang mengungkapkan kesedihan atau tangisan berupa ratapan diri sendiri, atau menyesali suatu peristiwa.
  7. Satire: yaitu puisi yang didalamnya mengandung unsur sindiran atau kritikan terhadap seseorang atau sesuatu.

Jenis-Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya

  1. Distikon: yaitu puisi dimana hanya terdapat dua baris saja pada setiap baitnya atau sering disebut puisi dua seuntai.
  2. Terzina: yaitu puisi yang mempunyai tiga baris dalam setiap baitnya atau disebut puisi tiga seuntai.
  3. Kuatrain: yaitu puisi dimana terdapat empat baris kalimat disetiap baitnya atau disebut dengan puisi empat seuntai.
  4. Kuint: yaitu puisi yang mempunyai lima baris kalimat dalam setiap baitnya atau di sebut puisi lima seuntai.
  5. Sektet: yaitu puisi yang mempunyai enam baris kalimat di setiap baitnya atau dsebut puisi enam seuntai.
  6. Septime: yaitu puisi yang mempunyai tujuh baris kalimat di setiap baitnya atau disebut dengan puisi tujuh seuntai.
  7. Oktaf: yaitu puisi yang mempunyai delapan baris kalimat di setiap baitnya atau disebut dengan puisi delapan seuntai.
  8. Soneta: Soneta merupakan puisi paling populer di kalangan penyair alasannya terkesan susah untuk diciptakan dan merupakan sebuah tantangan bagi seorang penyair. Soneta sendiri erupakan jenis buisi gres yang mempunyai empat belas baris kalimat yang terbagi menjadi empat bait dimana dua bait pertama mengandung empat baris dan dua baris terakhir mengandung tiga baris.


Puisi Lama
Pengertian puisi usang yaitu jenis puisi yang masih terikat dekat dengan kaidah dan aturan-aturan penulisan yang berlaku seperti:

  1. Jumlah kata yang terdapat pada satu baris.
  2. Jumlah baris kalimat yang terdapat dalam satu bait.
  3. Sajak atau rima.
  4. Banyaknya suku kata.
  5. Penggunaan irama.

Ciri-Ciri Puisi Lama
Puisi usang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Tidak diketahui siapakah nama pengarang dari puisi tersebut.
  2. Merupakan sastra lisan alasannya disampaikan dan diajarkan dari lisan ke mulut.
  3. Sangat terikat dengan kaidah dan aturan-aturan yang masih berlaku menyerupai gaya bahasa, diksi, rima, intonasi dan sebagainya.

Jenis-Jenis Puisi Lama

  1. Mantra: yaitu ucapan yang dianggap sakral dan mempunyai kekuatan gaib, umumnya antra dipakai dalam upacara tertentu menyerupai mantra yang dipakai untuk menolak datangnya hujan dan sebaliknya.
  2. Pantun: yaitu jenis puisi usang yang masih bertahan hingga kini ini. puisi ini mempunyai sajak a-a-a-a atau a-b-a-b yang setiap baitnya terdiri dari empat atau delapan baris. Pantun sanggup bedakan berdasarkan temanya yakni: pantun jenaka, Pantun anak, Pantun kehidupan dan sebagainya. 
  3. Talibun: yaitu pantun yang mempunyai jumlah baris yang selalu genap dalam setiap baitnya. biasanya terdiri dari enam, delapan, sepuluh baris maupun kelipatan dua lainnya.
  4. Syair: yaitu puisi atau karya sastra dari arab yang mempunyai sajak a-a-a-a. Biasanya syair menceritakan sebuah kisah dan didalamnya akan terkadung amanat.
  5. Karmina: yaitu pantun yang sangat pendek atau biasa disebut dengan pantun kilat.
  6. Gurindam: yaitu puisi yang hanya terdapat dua baris kalimat saja dalam setiap baitnya, mempunyai sajak a-a-a-a dan mempunyai nasehat atau amanat.

Contoh Puisi
kau yang telah ada di hatiku.
yang selalu sanggup membuatku merasaka. 
indahnya cinta yang telah tercipta.

kini telah kurasakan betapa ku menyayangi mu.
selalu menyayangi mu dan mengasihimu.
mendambakan datangnya dirimu.

indahnya cinta yang kamu beri.
membuatku tak merasa sepi.
kau yang selalu hadir dalam hariku tuk..
mencintaiku.

nikmatnya cinta bagai nirwana menyerupai itulah 
yang kurasa…
aku yakin sanggup bahwa cinta kita kan kekal 
selamanya….. 

Itulah artikel wacana Pengertian Puisi, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur dan Contoh Puisi yang sanggup saya sampaikan pada artikel kali ini. Dalam artikel selanjutnya saya akan lebih berfokus menunjukkan pola puisi sedih, pola puisi romantis dan pola puisi ibu. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.