Pengertian, Istilah, Fungsi, Macam-Macam Diksi (Pilihan Kata) Dan Contoh

Pengertian Diksi ialah pemilihan kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Diksi merupakan ketepatan pilihan kata dan menjadi salah satu unsur yang sangat penting, baik itu dalam dunia tulis-menulis maupun dalam dunia tutur yang kita gunakan sehari-hari. Istilah diksi tidak hanya digunakan untuk menyatakan kata-kata mana yang digunakan untuk mengungkapkan suatu wangsit atau gagasan, tetapi juga meliputi dilema frasa, gaya bahasa, dan ungkapan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Finoza (2006: 105) menyatakan bahwa diksi itu ialah hasil dari upaya menentukan kata tertentu untuk digunakan dalam suatu tuturan bahasa. Dengan kata lain, Diksi atau pilihan kata merupakan upaya untuk menentukan kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu sesuai dengan situasi dan daerah kata-kata tersebut digunakan.

 ialah pemilihan kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu Pengertian, Istilah, Fungsi, Macam-macam Diksi (Pilihan kata) dan Contoh
Pengertian, Istilah, Fungsi, Macam-macam Diksi (Pilihan kata) dan Contoh

Baca Juga yang bermanfaat

Istilah Diksi 

Istilah Diksi berdasarkan wikipedia ialah sebuah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh imbas tertentu (seperti yang diharapkan).

Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

1. Harimurti
Pengertian diksi berdasarkan Harimurti ialah pilihan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh imbas tertentu dalam berbicara di depan umum atau dalam mengarang.

2. Gorys Keraf
Definisi diksi berdasarkan Gorys Keraf dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Diksi ialah pilihan kata atau mengenai pengertian kata-kata mana yang digunakan untuk memberikan suatu gagasan, penggungkapan yang tepat, dan gaya penyampaian kata yang lebih baik sesuai situasi.
  • Diksi merupakan kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi, serta nilai dari suatu rasa yang dimiliki kelompok masyarakat, pendengar, dan pembaca.

3. Susilo Mansurudin
Pengertian diksi berdasarkan Susilo Mansurudin ialah pilihan kata. Pemakaian diksi yang tepat, cermat, dan benar sanggup membantu memberi nilai pada suatu kata. Pilihan kata yang sesuai dalam kata lain ialah tepat untuk mencegah kesalahan penafsiran yang berbeda.

4. Widyamartaya
Definisi diksi berdasarkan Widyamartaya ialah kemampuan seseorang dalam membedakan secara tepat suatu nuansa-nuansa makna yang tepat dengan gagasan yang disampaikannya, dan kemampuan tersebut yang sesuai dengan kehendak dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat dan pendengar atau pembaca.

5. Enre
Menurut Enre, pengertian diksi ialah penggunaan kata yang sesuai dalam mewakili pikiran dan juga perasaan yang ingin dinyatakan dalam suatu pola untuk kalimat.

6. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Pengertian diksi berdasarkan KBBI ialah pemilihan kata yang mempunyai makna tepat dan selaras atau dalam penggunannya mempunyai kecocokan dalam mengungkapkan gagasan dengan pokok pembicaraan, insiden dan khalayak pembaca atau pendengar pilihan kata.

Fungsi Diksi

Diksi dalam pembuatan karya sastra mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut :

  1. Membuat orang yang membaca atau pun mendengar karya sastra menjadi lebih faham mengenai apa yang ingin disampaikan oleh pengarang.
  2. Membuat komunikasi menjadi lebih efektif.
  3. Melambangkan ekspresi yang ada dalam gagasan secara verbal (tertulis atau pun terucap).
  4. Membentuk ekspresi atau pun gagasan yang tepat sehingga sanggup menyenangkan pendengar atau pun pembacanya.

Di samping itu, Keraf (2008: 24) memperlihatkan tiga simpulan utama mengenai diksi.

  1. Diksi meliputi pengertian kata-kata mana yang digunakan untuk memberikan suatu gagasan, bagaimana membentuk mengelompokkan kata-kata yang tepat atau memakai ungkapan-ungkapan yang tepat, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.
  2. Diksi ialah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.
  3. Diksi yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasaan sejumlah besar kosakata atau perbendaharaan kata bahasa itu.
  4. Ketepatan Diksi (Pilihan Kata)
  5. Diksi ialah ketepatan pilihan kata. Penggunaan ketepatan pilihan kata ini dipengaruhi oleh kemampuan pengguna bahasa yang terkait dengan kemampuan mengetahui, memahami, menguasai, dan memakai sejumlah kosakata secara aktif yang sanggup mengungkapkan gagasan secara tepat sehingga bisa mengomunikasikannya secara efektif kepada pembaca atau pendengarnya.

Di samping diksi yang tepat, efektivitas komunikasi menuntut persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengguna bahasa yaitu kemampuan menentukan kata yang sesuai dengan tuntutan komunikasi. Indikator ketepatan kata berdasarkan Widjono (2007:98), antara lain: (1) mengomunikasikan gagasan berdasarkan pilihan kata yang tepat dan sesuai berdasarkan kaidah bahasa Indonesia; (2) menghasilkan komunikasi puncak (yang paling efektif) tanpa salah penafsiran atau salah makna; (3) menghasilkan respon pembaca atau pendengar sesuai dengan impian penulis atau pembicara, dan (4) menghasilkan sasaran komunikasi yang diharapkan.

Syarat Diksi

Syarat-syarat ketepatan pilihan kata (diksi):

  1. membedakan makna denotasi dan konotasi dengan cermat, denotasi yaitu kata yang bermakna lugas dan tidak bermakna ganda. Sedangkan konotasi sanggup menjadikan makna yang bermacam-macam, lazim digunakan dalam pergaulan, untuk tujuan estetika, dan kesopanan.
  2. membedakan secara cermat makna kata yang hampir bersinonim, kata yang hampir bersinonim, misalnya: adalah, yaitu, yang, merupakan, dalam pemakaiannya berbeda-beda.
  3. membedakan makna kata secara cermat kata yang ibarat ejaannya, misalnya: inferensi (kesimpulan) dan interferensi (saling mempengaruhi), sarat (penuh) dan syarat(ketentuan),
  4. tidak menafsirkan makna kata secara subjektif berdasarkan pendapat sendiri, jikalau pemahaman belum sanggup dipastikan, pemakai kata harus menemukan makna yang tepat dalam kamus, misalnya: modern sering diartikan secara subjektif canggih. Menurut kamus, modern berarti terbaru atau mutakhir; canggih berarti banyak cakap, suka mengganggu, banyak mengetahui. bergaya intelektual.
  5. menggunakan imbuhan absurd (jika diperlukan) harus memahami maknanya secara tepat, contohnya dilegaisir seharusnya dilegalisasi, koordinir seharusnya koordinasi,
  6. menggunakan kata-kata idiomatik berdasarkan susunan (pasangan) yang benar, misalnya: sesuai bagi seharusnya sesuai dengan,
  7. menggunakan kata umum dan kata khusus, secara cermat. Untuk mendapatkan pemahaman yang spesifik karangan ilmiah sebaiknya memakai kata khusus, misalnya: kendaraan beroda empat (kata umum) corolla (kata khusus, sedan buatan Toyota).
  8. menggunakan kata yang berubah makna dengan cermat, misalnya: informasi (berasal dari bahasa Inggris issue berarti publikasi, kesudahan, perkara) informasi (dalam bahasa Indonesia berarti kabar yang tidak terang asal-usulnya, kabar angin, desas-desus),
  9. menggunakan dengan cermat kata bersinonim (misalnya: laki-laki dan laki-laki, saya dan aku, seta buku dan kitab); berhomofoni (misalnya: bang dan bank, ke tahanan dan ketahanan); dan berhomografi (misalnya: apel buah, apel upacara; buku ruas, buku kitab).
  10. menggunakan kata absurd dan kata faktual secara cermat, kata absurd (konseptual, misalnya: pendidikan, wirausaha, dan pengobatan modern) dan kata faktual atau kata khusus (misalnya: mangga, sarapan, dan
  11. berenang).

Macam-macam diksi

Sinonim
Sinonim merupakan pilihan kata yang mempunyai persamaan makna. Penggunaan kata sinonim biasanya dimaksudkan untuk menciptakan apa yang dikatakan / dituliskan menjadi lebih sesuai dengan ekspresi yang ingin diungkapkan. Contohnya: mampus (ekspresi pengungkapan yang kasar) dan wafat (ekspresi pengungkapan yang lebih halus).
Antonim
Antonim merupakan pilihan kata yang mempunyai makna berlawanan atau pun berbeda. Contoh kata antonim ialah besar dan kecil.
Polisemi
Poisemi merupakan frasa kata yang mempunyai banyak makna. Contohnya kata kepala yang sanggup bermakna bab badan yang terletak di atas leher, atau sanggup juga bermakna bab yang terletak di sebelah atas atau pun depan.
Homograf
Homograf merupakan kata – kata yang mempunyai goresan pena sama akan tetapi mempunyai arti dan suara yang berbeda.
Homofon
Homofon merupakan kata – kata yang mempunyai suara yang sama akan tetapi makna dan ejaannya berbeda.
Homonim
Homonim merupakan kata – kata yang mempunyai ejaan yang sama namun makna dan bunyinya berbeda. Contoh Asep (nama orang) dan asep (asap).
Hiponim
Hiponim merupakan kata yang maknanya telah tercakup di dalam kata lainnya. Contohnya kata Salmon yang telah termasuk ke dalam makna kata ikan.
Hipernim
Hipernim merupakan kata yang telah meliputi makna kata lain. Contohnya ada pada kata tepat yang telah meliputi kata baik, bagus, dan beberapa kata lainnya.

Ciri Ciri Diksi

Adapun ciri-ciri diksi yaitu:
  1. Tepat dalam pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang diamanatkan
  2. Dapat digunakan untuk membedakan secara tepat nuansa makna dan bentuk yang sesuai dengan gagasan dan situasi serta nilai rasa pembaca.
  3. Menggunakan pembendaharaan kata yang dimiliki masyarakat bahasanya dan sanggup menggerakan dan memberdayakan kekayaan tersebut menjadi jaring kata yang jelas.

Manfaat Diksi

Manfaat diksi yakni biar pembaca atau pendengar bisa membedakan secara baik terhadap kata-kata denotatif, konotatif, sinonim, antonim, dan juga kata yang hampir mempunyai ejaan yang mirip. Sedangkan bagi penulis, diksi bermanfaat biar penulis bisa membedakan kata-kata yang di tulisnya sendiri dan kata-kata yang dikutipnya dari orang lain.

Contoh Diksi

Sinonim
Sinonim ialah kata yang mempunyai makna sama. Dengan kata lain, sinonim ialah persamaan kata. Berikut beberapa pola sinonim:
Bahagia = Senang
Matahari = Mentari
Cantik = Elok
Lezat = Enak
Pintar = Pandai
Antonim
Antonim ialah kata yang mempunyai makna yang berlawanan. Dengan kata lain, antonim ialah perbedaan kata. Berikut beberapa pola antonim:
Naik >< Turun
Besar >< Kecil
Banyak >< Sediki
Tinggi >< Pendek
Gelap >< Terang
Cepat >< Lambat
Ganteng >< Cantik
Mahal >< Murah
Homonim
Homonim ialah kata yang mempunyai makna berbeda, namun lafal atau ejaannya sama. Berikut pola homonim :
  • Pada awal Bulan, ayah selalu mendapatkan upah kerja.
  • Bulan purnama terlihat sangat terang alasannya ialah langit tidak berawan.
Kata “Bulan”, pada kalimat pertama dan kedua kata tersebut mempunyai lafal dan ejaan yang sama namun maknanya berbeda. Jika pada kalimat pertama mengambarkan tanggal, sedangkan kalimat kedua mengambarkan bulan di langit.
Homofon
Homofon ialah kata yang mempunyai makna dan ejaan berbeda, namun mempunyai lafal yang sama. Berikut beberapa pola homofon:
  • Rima rajin menabung di Bank.
  • Bang Dimas merupakan abang Rima
Kata “Bank” dan “Bang”, mempunyai lafal yang sama namun mempunyai ejaan dan makna berbeda. Pada kalimat pertama mengambarkan tempat, sedangkan kalimat kedua mengambarkan arti saudara.
Homograf
Homograf ialah kata yang mempunyai makna dan lafal yang berbeda, tapi mempunyai ejaan yang sama. Berikut contohnya:
  • Dila sedang makan Tahu goreng di warung.
  • Dila tidak Tahu bahwa hari ini hari Selasa
Kata “Tahu” pada kedua kalimat diatas mempunyai ejaannya sama. Pada kalimat pertama mengambarkan masakan dan kalimat kedua mengambarkan lupa akan hari.
  • Wildan mempunyai mental yang besar lengan berkuasa dikala menghadapi permasalahan hidup.
  • Handphone Wildan terjatuh dan pribadi mental ke lantai.
Kata ‘mental” pada kedua kalimat diatas mempunyai ejaannya sama, namun kalimat pertama mengambarkan tabiat dan kalimat kedua mengambarkan memantul ke lantai.
Polisemi
Polisemi ialah kata yang mempunyai banyak arti atau pengertian.Berikut beberapa pola polisemi:
  • Menabung di bank, maka akan mendapatkan Bunga.
  • Rima ialah bunga desa di kampung ini.
  • Bunga mawar merah itu sangat indah dan harum.
Pada kalimat pertama kata “bunga” mengambarkan bahwa laba menabung di bank, pada kalimat kedua mengambarkan wanita paling cantik, dan kalimat ketiga mengambarkan bunga pada tanaman.
Hipernim dan Hiponim.
Hipernim ialah kata yang mewakili banyak kata lain. Makara sebuah kata hipernim bisa menjadi kata umum dari penyebutan kata lainnya. Sedangkan Hiponim ialah kata yang terwakili artinya oleh sebuah kata hipernim. Berikut pola kalimat yang mengandung kata hipernim dan hiponim:
  • Di hutan banyak banyak sekali macam hewan liar, contohnya ibarat harimau, srigala, macan tutul, rusa, kera, dan lain sebagainya
Kata hipernim: Binatang liar. Sedangkan kata hiponim: harimau, srigala, macan tutul, rusa, kera, dan lain sebagainya
  • Chandra ke supermarket membeli buah-buahan, ibarat buah apel, jeruk, semangka dan anggur.
  • Kata hipernim: buah-buahan. Sedangkan kata hiponim: apel, jeruk, semangka dan anggur.
Demikian klarifikasi yang bisa kami sampaikan ihwal Pengertian Diksi, Syarat, Ciri, Fungsi, Manfaat, Jenis dan Contoh Diksi Terlengkap Semoga  bermanfaat

Pencarian paling populer
  • pengertian diksi dan contohnya
  • contoh diksi
  • materi diksi
  • pengertian diksi dalam puisi
  • jenis jenis diksi
  • syarat syarat diksi
  • fungsi diksi
  • makalah diksi

You might also like
close