Home Pendidikan Karakter Pendidikan Abjad Di Sekolah

Pendidikan Abjad Di Sekolah

95
0
Pendidikan abjad di sekolah merupakan hal yang pada ketika ini semakin mendesak untuk seg Pendidikan Karakter di Sekolah

Pendidikan abjad di sekolah merupakan hal yang pada ketika ini semakin mendesak untuk segera diimplementasikan demi menghadapi tantangan jaman yang semakin berkembang pesat.

Pengertian atau Definisi Karakter adalah ciri khas seseorang atau sekelompok orang yang mengacu pada serangkaian sikap (attitudes), sikap (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills) sebagai manifestasi dari nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran dalam menghadapi kesulitan dan tantangan. Karakter mengandung nilai-nilai yang khasbaik (tahu nilai kebaikan, mau berbuat baik, kasatmata berkehidupan baik, dan berdampak baik terhadap lingkungan) yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku. Karakter merupakan kemampuan individu untuk mengatasi keterbatasan fisiknya dan kemampuannya untuk membaktikan hidupnya pada nilai-nilai kebaikan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Dengan demikian, abjad yang berpengaruh membentuk individu menjadi pelaku perubahan bagi diri sendiri dan masyarakat sekitarnya (Albertus, 2015). Karakter secara koheren memancar dari hasil olah pikir, olah hati, olah raga, serta olah rasa dan karsa seseorang atau sekelompok orang.

Penguatan Pendidikan Karakter merupakan gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat abjad melalui proses pembentukan, transformasi, transmisi, dan pengembangan potensi penerima didik dengan cara harmonisasi olah hati (etik dan spiritual), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi dan numerasi), dan olah raga (kinestetik) sesuai falsafah hidup Pancasila. Untuk itu diharapkan derma pelibatan publik dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang merupakan bab dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Penguatan pendidikan abjad merujuk pada lima nilai utama yang meliputi; (1) religius; (2) nasionalis; (3) mandiri; (4) gotong royong; (5) integritas.

Strategi implementasi PPK di satuan pendidikan sanggup dilakukan melalui acara berikut ini.

1. Kegiatan intrakurikuler ialah acara pembelajaran yang dilakukan oleh sekolah secara teratur dan terjadwal, yang wajib diikuti oleh setiap penerima didik. Program intrakurikuler berisi aneka macam acara untuk meningkatkan Standar Kompetensi Lulusan melalui Kompetensi Dasar yang harus dimiliki penerima didik yang dilaksanakan sekolah secara terus-menerus setiap hari sesuai dengan kalender akademik.

2. Kegiatan kokurikuler ialah acara pembelajaran yang terkait dan menunjang acara intrakurikuler, yang dilaksanakan di luar jadwal intrakurikuler dengan maksud semoga penerima didik lebih memahami dan memperdalam materi intrakurikuler. Kegiatan kokurikuler sanggup berupa penugasan, proyek, ataupun acara pembelajaran lainnya yang berafiliasi dengan materi intrakurikuler yang harus diselesaikan oleh penerima didik.

3. Kegiatan ekstrakurikuler ialah acara pengembangan abjad yang dilaksanakan di luar jam pembelajaran (intrakurikuler). Aktivitas ekstrakurikuler berfungsi menyalurkan dan menyebarkan minat dan talenta penerima didik dengan memperhatikan karakteristik penerima didik, kearifan lokal, dan daya dukung yang tersedia. G.

Tujuan PPK Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter mempunyai tujuan sebagai berikut:

1. Mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan makna dan nilai abjad sebagai jiwa atau generator utama penyelenggaraan pendidikan.

2. Membangun dan membekali Generasi Emas Indonesia 2045 menghadapi dinamika perubahan di masa depan dengan keterampilan periode 21.

3. Mengembalikan pendidikan abjad sebagai ruh dan fondasi pendidikan melalui harmonisasi olah hati (etik dan spiritual), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi dan numerasi), dan olah raga (kinestetik).

4. Merevitalisasi dan memperkuat kapasitas ekosistem pendidikan (kepala sekolah, guru, siswa, pengawas, dan komite sekolah) untuk mendukung ekspansi implementasi pendidikan karakter. 5. Membangun jejaring pelibatan masyarakat (publik) sebagai sumbersumber berguru di dalam dan di luar sekolah. 6. Melestarikan kebudayaan dan jati diri bangsa Indonesia dalam mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Demikian goresan pena perihal Pendidikan Karakter di Sekolah. Untuk lebih lengkapnya, silahkan download Buku Konsep dan Pedoman PPK pada tautan di bawah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.