Pedoman Dalam Penelitian Kualitatif Yang Perlu Di Pahami

Pedoman dalam Penelitian Kualitatif – Rancangan penelitian kualitatif diibaratkan oleh Bogdan, mirip orang mau picnic, sehingga beliau gres tau daerah yang akan dituju, tetapi tentu belum tau niscaya apa yang ada ditempat itu. Ia akan tau sesudah memasuki obyek, dengan cara membaca banyak sekali isu tertulis, gambar, berfikir, dan melihat obyek, serta acara orang yang ada disekitarnya, melaksanakan wawancara, dsb. 

 Rancangan penelitian kualitatif diibaratkan oleh Bogdan Pedoman dalam Penelitian Kualitatif yang Perlu di Pahami

Proses penelitian kualitatif juga sanggup diibaratkan mirip orang ajaib yang mau melihat pertunjukan wayang kulit atau kesenian atau insiden lain. Ia belum tau apa, mengapa, bagaimana, wayang kulit itu. Ia akan tau sesudah ia melihat, mengamati dan menganalisis dengan serius.

#Tahap Pertma : Penentuan Masalah
Berdasarkan gambaran diatas sanggup dikemukakan bahwa walaupun peneliti kualitatif belum memliki duduk perkara atau harapan yang jelas, tetepi sanggup pribadi sanggup memasuki obyek atau lapangan. Pada waktu memasuki obyek peneliti tentu masih merasa ajaib terhadap obyek tersebut mirip halnya orang ajaib yang masih ajaib terhadap pertunjukan wayang kulit. Setelah memasuki obyek yang masih bersifat umum. Misalnya dalam pertunjukan wayang pada tahap awal, beliau akan melihat penontonnya, panggungnya, gamelannya, penabuhnya (pemain gamelannya), wayangnya, dalangnya, pesindennya (penyanyi), acara penyelenggaraanya. Pada tahap ini disebut dengan tahap orientasi atau diskripsi, dengan grand tour question. Pada tahap ini peneliti mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan ditanyakan. Mereka gres mengenal serba sepinta terhadap isu yang diperolehnya.

#Tahap Kedua : Reduksi/focus
Proses penelitian kualitatif pada tahap kedua disebut dengan tahap reduksi/focus. Pada tahap ini peneliti mereduksi segala isu yang telah diperoleh pada tahap pertama. Pada proses reduksi ini, peneliti mereduksi data yang ditemukan pada tahap satu untuk memfokuskan pada tahap satu. Pada tahap reduksi ini peneliti menyortir data dengan cara menentukan mana data yang menarik, penting, berguna, dan baru. Data yang dirasa tidak digunakan disingkirkan. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka data-data tersebut dikelompok menjadi banyak sekali kategori yang ditetapkan sebagai focus penelitian. Bila dikaitkan dengan melihat pola pertunjukan wayang, maka peneliti telah menfokuskan pada duduk perkara tertentu, contohnya duduk perkara wayang dan dalangnya saja. 

#Tahap Ketiga : Selection
Proses penelitian kualitatif, pada tahap ketiga yaitu tahap selection. Pada tahap ini peneliti menguraikan focus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci. Ibaratnya pohon, jikalau focus itu gres pada aspek cabang, maka jikalau ada tahap selection peneliti sudah mengurai hingga ranting, daun, dan buahnya. Kalau diibaratkan pertunjukan wayang tadi, jikalau fokusnya pada wayang, maka peneliti penasaran lebih dalam ihwal wayang, cara menciptakan wayang, makna setiap pahatan pada wayang , jenis cat yang digunakan, cara mengecat dan sebagainya.

Pada peneliti tahap ketiga ini sesudah melaksanakan analisis yang mendalami terhadap data dan isu yang diperoleh, maka peneliti sanggup menemukan tema dengan cara mengkrontruksikan data yang diperoleh menjadi suatu bangunan pengetahuan, hipotesis atau ilmu yang baru.

#Tahap Keempat : Penyusunan
Hasil tamat dari penelitian kualitatif bukas sekedar menghasilkan data atau isu yang sulit dicari melalui metode kuantitatif, tetapi juga harus bisa menghasilkan isu yang bermakna, bahkan hipotesis atau ilmu gres yang sanggup digunakan untuk membantu mengatasi duduk perkara dan meningkatkan taraf hidup manusia. Dalam gambar ditunjukan bahwa data atau isu yang diperoleh sanggup berbentuk isu yang bersifat diskriptif, komparatif dan asosiatif. Informasi diskriptif yaitu citra lengkap ihwal keadaan obyek yang diteliti (A,B,C,X,Y,Z,$ & @). isu komperatif yaitu gambarang lengkap ihwal perbedaan atau persamaan ihwal keadaan obyek yang diteliti (A1 :A2) ; (X1 : X2) (S1:s2), dan isu asosiati yaitu citra isu lengkap ihwal relasi antar variable satu dengan tanda-tanda yang lain (X1 berafiliasi interaksi dengan X2 dan Y).

Proses memperoleh data atau isu pada setiap tahapan (deskripsi, reduksi,seleksi) tersebut dilakukan secara sirkuler, berulang-ulang dengan banyak sekali cara dari banyak sekali sumber. Setelah peneliti memasuki obyek penelitian atau sering disebut dengan situasi social (yang terdiri antara tempat,aktor atau pelaku atau orang-orang, dan aktivitas)
1. penliti berfikir apa yang akan ditanyakan. 
2. Setelah berfikir hingga menemukan apa yang akan ditanyakan, maka peneliti selanjutnya bertanya pada orang-orang yang dijumpai pada daerah tersebut.
3. Setelah pertanyaan diberi jawaban, peneliti akan menganalisis apakah balasan yang akan diberikan itu betul atau tidak
4. Kalau balasan dirasa betul, maka buatlah kesimpulan

#Tahap Kelima: Mencandra kembali terhadap kesimpulan yang telah dibuat
Pada taha kelima peneliti mencandra kembali terhadap kesimpulan yang telah dibuat. Apakah kesimpulan yang telah dibentuk itu kridibel atau tidak. Untuk memastikan kesimpulan yang telah dibentuk tersebut, maka peneliti perlu masuk kelapangan lagi, mengulangi pertanyaan dengan cara dan sumber berbeda, tetapi dengan tujuan yang sama. Kalau kesimpulan telah diyakini telah meiliki dapat dipercaya yang tinggi. Maka pengumpulan data dinyatakan selesai.

Demikian ulasan ihwal artikel yang berjudul  Pedoman dalam Penelitian Kualitatif yang Perlu di Pahami yang kami rangkum dalam buku seorang penulis ternama Dr.Prof Sugiyono dengan bukunya yang berjudul Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. supaya bermanfaat dan sukses selalu gaes.
You might also like
close