Home Perilaku Organisasi Paper Konsep Dasar Sikap Keorganisasian

Paper Konsep Dasar Sikap Keorganisasian

216
0
PERILAKU KEORGANISASIAN


Organisasi  yakni suatu sistem yang terdiri dari pola kegiatan kerjasama yang dilakukan  Paper Konsep Dasar Perilaku Keorganisasian
1. Pengertian dan Unsur – unsur Organisasi 


a. Pengertian Organisasi 
Organisasi yakni suatu sistem yang terdiri dari pola kegiatan kerjasama yang dilakukan secara teratur dan berulang-ulang oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan (Indriyo Gitosudarmo, 1997). Sebuah organisasi sanggup terbentuk lantaran dipengaruhi oleh beberapa aspek menyerupai penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. 

Organisasi yang dianggap baik yakni organisasi yang sanggup diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, lantaran menyampaikan bantuan seperti; pengambilan sumber daya insan dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran. Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. 

Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada dikala mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
Menurut para andal terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut:

1. Stoner menyampaikan bahwa organisasi yakni suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama

2.Stephen P.Robbins menyatakan bahwa Organisasi yakni kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif sanggup diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

b. Unsur – unsur Organisasi 
Dari pengertian diatas disimpulkan bahwa organisasi mempunyai 4 unsur, yaitu: sistem, pola aktifitas, sekelompok orang/individu dan tujuan.

1. Organisasi merupakan suatu sistem,terdiri dari sub sistem atau bagian-bagian yang dalam melaksanakan aktifitasnya saling berkaitan satu sama lain. Demi keberhasilan misinya, suatu organisasi harus selalu peka dan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan eksternal, menyerupai : selera konsumen, teknologi, sosial politik, penduduk, social budaya,dan lain sebagainya. Ada kecenderungan semakin besar dan kuat suatu organisasi akan semakin bisa untuk menyesuaikan diri dengan faktorlingkungan.

2. Pola aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang di dalam organisasi pada umumnya mengikuti pola tertentu dengan urutan pola kegiatan relatif teratur dan berulang-ulang. Sedangkan kegiatan yang dilakukan secara temporer/sementara tidak sanggup dikatakan organisasi, menyerupai kegiatan demo dll.

3. Sekelompok orang, organisasi pada dasarya merupakan kumpulan orang-orang, setiap insan mempunyai keterbatasan baik kemampuan fisik, daya pikir maupun uaktu.oleh karna itu mereka berorganisasi, biar sanggup saling bekerja sama dan melengkapi untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan.

4. Tujuan organisasi, Organisasi didirikan untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan organisasi terbagi dua, yaitu:
a. Tujuan jangka panjang bersifat abnormal – Misi.
b. Tujuan jangka pendek = Tujuan operasional ( Obyektif)

2. Pengertian Perilaku Keorganisasian 
Perilaku Keorganisasian merupakan bidang studi yang mempelajari perihal interaksi insan dalam organisasi, mencakup studi secara sistimatis perihal prilaku, struktur dan proses dalam Organisasi. Organisasi diciptakan oleh insan untuk mencapai suatu tujuan, dan pada dikala yang sama insan juga membutukan Organisasi untuk menyebarkan dirinya. 

Oleh lantaran itu antara organisasi dengan insan mempunyai hubungankan yang saling membutuhkan dan menguntungkan. Mempelajari sikap keorganisasian sivatyah agak abstrak, tidak menghasilkan perinsip-perinsip yang sederhana, tetapi seringkali menemui perinsip-perinsip yang komplek dimana klarifikasi atau analisanya bersifat situasional. Dalam sikap keorganisasian tidak ada prinsip-prinsip yang berlaku umum yang sanggup diterapkan pada semua situasi.

3. Tingkat Analisis Dalam Perilaku Keorganisasian 

Kejadian-kejadian atau permasalahan yang terjadi dalam organisasi sanggup dianalisis dari tiga tingkatan analisis, yaitu : tingkat individu, kelompok dan organisasi.


a. pada tingkat individu, insiden yang terjadi dalam organisasi dianalisis dalam hubungannya dengan sikap seseorang dan interaksi kepribadian dalam suatu situasi. Masing-masing orang dalam organisasi mempunyai sikap, kepribadian, nilai dan pengalaman yang berbeda bedayang mempengaruhinya dalam berperilaku.

b. Pada tingkat kelompok, perilaku anggota kelompok dipengaruhi oleh dinamika anggota kelompok, hukum kelompok, hukum kelompok dan nilai-nilai yang dianut oleh kelompok.

c. Pada tingkat organisasi, kejadian-kejadian yang terjadi dalam kontek struktur organisasi, struktur dan posisi seseorang dalam organisasi membawa dampak pada setiap interaksi sosial dalam organisasi.
Struktur organisasi mempengaruhi bagaimana informasi dikomunikasikan dan keputusan tersebut. Faktor lingkungan eksternal mempunyai dampak yang kuat pada masing-masing tingkatan analisis. 

Misalnya rendahnya produktivitas, karyawan yang malas/tidak masuk kerja. Kelambanan dalam penyelesaian unjuk rasa dan dipihak lain banyaknya desakan factor lingkungan yang mempengaruhi efektifitas organisasi, seperti: Tuntutan konsumen akan produk yang berkualitas tinggi, persaingan yang bersifat global, fluktuasi ekonomi, tuntutan gaya hidup dll.

4. Karakteristik Perilaku Keorganisasian


Dalam mempelajari sikap keorganisasian dipusatkan pada tiga karakteristik yaitu:

1. Perilaku (Perilaku individu dan organisasi) 
Focus dari sikap keorganisasian yakni sikap individu dalam organisasi. Untuk sanggup memahami sikap keorganisasian maka harus bisa memahami sikap banyak sekali individu dalam organisasi.

2. Struktur (organisasi dan kelompok) 
Struktut berkaitan dengan korelasi yang bersifat tetap dalam organisasi, bagaimana pekerjaan itu diatur dalam sketsa organisasi. Struktur organisasi kuat besar terhadap sikap individu atau orang-orang dalam organisasi serta efektivitas dari organisasi tersebut.

3. Proses 
Proses organisasi berkaitan dengan interaksi yang terjadi antara anggota organisasi. Proses organisasi antara lain mencakup kominikasi, kepemimpinan, proses pengambilan keputusan dan kekuasaan.

5. Tujuan Mempelajari Perilaku Keorganisasian 

Menurut Robbins (2002) tujuan sikap organisasi intinya ada tiga, yaitu menjelaskan, meramalkan dan mengendalikan sikap manusia.


1. Menjelaskan berarti kajian sikap organisasi berupaya mengetahui factor-faktor penyebab sikap seseorang atau kelompok. Penjelasan fenomena dalam manajemen merupakan hal yang penting lantaran membantu para manajer atau pemimpin tim dalam melaksanakan target kelompok tim.

2. Meramalkan berarti sikap organisasi membantu memprediksi insiden organisasi pada masa mendatang. Pengetahuan terhadap factor-faktor penyebab munculnya sikap individu atau kelompok membantu manajer meramalkan akibat-akibat dari suatu acara atau kebijakan organisasi.

3. Mengendalikan berarti bahwa sikap organisasi menyampaikan banyak sekali seni manajemen dalam mengarahkan sikap individu atau kelompok. Berbagai seni manajemen kepemimpinan, motivasi dan pengembangan tim kerja yang efektif merupakan contoh-contoh dalam mengarahkan sikap individu atau kelompok.

6. Sumbangan Beberapa Bidang Ilmu Terhadap Perilaku Keorganisasian 


1. Psikologi 
Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan,dan kadang mengubah perilaku. Kontribusinya ilmu ini terhadap sikap keorganisasian yakni dalam hal: pembelajaran, motivasi, kepribadaian, persepsi, pelatihan, efektifitas kepemimpinan, kepuasan kerja, pengambilan keputusan individu, penilaian kinerja, pengukuran sikap, seleksi karyawan, desain kerja, stress kerja.

2. Sosiologi 
Sosiologi yakni studi perihal orang-orang dalam hubungannya dengan sesama.Terkait pemahaman perihal sistem sosial dan interaksi insan dalam suatu sistem sosial. Sumbangannya meliputi: dinamika kelompok, tim-tim kerja, kekuasaan,konflik, sikap antar kelompok, teori organisasi formal, perubahan organisasi, budaya organisasi.

3. Antropologi 
Antropologi yakni studi perihal masyarakat khususnya perihal insan beserta kegiatannya. Kaprikornus sumbangannya yang tidak kecil terhadap Perilaku Keorganisasian yakni dalam hal: nilai komparatif, analisis lintas budaya, lingkungan organisasional.


4. Ilmu Politik, Sejarah, dan Ekonomi 
Ilmu politik yakni pengetahuan perihal sikap individu dan kelompok dalam suatu lingkungan politik. Sumbangan dari ilmu politik terutama dalam proses mempengaruhi, pengalokasian wewenang dan pengelolaan konflik. 

Ilmu sejarah terutama perihal sejarah dari pemimpin-pemimpin besar dimasa lampau atas keberhasilan dan kegagalannya. Dan ilmu ekonomi mencoba menjelaskan sikap individu ketika mereka dihadapkan pada suatu pilihan. Ilmu Ekonomi tersebut menyampaikan sumbangan yang berarti terutama dalam proses pengambilan keputusan.

7. Sejarah Perkembangan Perilaku Keorganisasian 


A. Masa industri 
Pada masa industri ini pada umumnya para teoritikus menyampaikan perhatiannya terhadap masalah-masalah manajemen yang timbul baik itu di kalangan usahawan, industri maupun masyarakat. Para teoritikus yang terkenal antara lain :

a. Robert Owen (1771-1858) 
Adalah salah satu orang yang sangat membenci dan melarang praktek mempekerjakan anak-anak dibawah umur. Julukan untuk Robert Owen yakni bapak personal manjemen modern. Sifatnya yang sangat memperhatikan karyawan, investasi yang tinggi, dan prinsip produktivits yang tinggi ini membuatnya sangat disegani dikalangannya.

b. Charles Babbage (1792-1871) 
Adalah seorang guru besar matematika yang sangat tertarik dengan perjuangan penilaian efisiensi pada operasional suatu pabrik dengan prinsip ilmiah biar terwujud peningkatan produktifitas dan penurunan biaya.

c. Federick W Taylor (1856-1915) 
Tekenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya meningkatkan produktifitas. Gerakannya yang terkenal yakni gerakan efisiensi kerja.

d. Henry Fayol 
Henry fayol menerbitkan buku yang berjudul General and Industrial Administration yang menyampaikan dampak kuat terhadap pemikiran manajemen di Amerika Serikat. 


Dia beropini bahwa semua organisasi terdiri dari unit atau subsistem sebagai berikut:
a. Aspek-aspek teknik dan komersial dari kegiatan pembelian, produksi dan penjualan,
b. Kegiatan- kegiatan keuangan yang bekerjasama dengan masalah- persoalan undangan dan pengendalian kapital,
c. Unit- unit keamanan dan perlindungan,
d. Fungsi perhitungan, dan
e. Fungsi manajemen dari perencanaan, organisasi, pengarahan, koordinasi, dan pengendalian.

Teori manajemen Fayol dikenal dengan sebutan teori fungsional. Usaha-usahanya ini mempunyai dampak terhadap sikap organisasi lantaran mendominasi pemikiran-pemikiran modern perihal manajemen dan dampak terhadap sikap organisasi.

B. Masa Neo Klasik 
Fokus perhatian para teoritikus masa neoklasik yakni legalisasi mengenai sifat sosial dari organisasi. Pada masa inilah hubungan-hubungan manusiawi mulai diperhatikan, memandang organisasi sebagai suatu yang terdiri dari kiprah tugas maupun manusia. Para teoritikus neo klasik mewakili pandangannya dari sisi manusianya dibandingkan sisi mesin yang dipandang oleh para teoritikus masa klasik.

1. Elton mayo 
Merupakan andal psikologi havard yang bertindak sebagaian konsultasi sebagai konsultan pada kajian tersebut pada tahun 1927-1932. Kajian-kajian yang dilkukannya mengantarkan ke arah humanisme organisasi dengan melihat pertimbangan jawaban terhadap kelompok kerja, sikap pegawai dn hubunagn amnajemen dan pegawai.

2. Chester Benard
Gagasan bahwa organisasi merupakan kolaborasi mulanya dikemukakan oleh Chester. Ia menuangkan banyak sekali macam ide-ide terbaiknya bdalam beberapa buku yang ia tulis. Bernard yakni orang pertama yang memperlakukan organisasi sebagai suatu sitem.

3. Douglas Mc Gregor 
Pendapatnya yang paling terkenal yakni pandnagn perihal manusia, yaitu pandangan positif dan pandangan negatif. Pendapat tersebut atas dasar pengelompokan perkiraan tertentu dan bahwa insan cenderung untuk menyesuaikan perilakunya terhadap bawahannya sesui dengan perkiraan tersebut.

Menurut Raymond Miles, pendekatan korelasi kemanusiaan menempatkan para pekerja atau karyawan sebagai manusia, bukan sebagai mesin. Mereka harus diperhatikan dan disejahterakan. Pada sejarah korelasi kemanusiaan, terdapat 3 insiden yang menyampaikan kontribusinya terhadap ilmu sikap organisasi, yakni:

a. Masa depresi 
Terjadi lantaran menumpuknya inventaris usaha, konsumen menolak naiknya harga dan biaya usaha, akumulasi dalam jumlah yang berbeda dari kemampuan produksi gres dan pengembangan teknologi, jarangnya investasi yang berskala besar, serta melemahnya kepercayaan dan harapan-harapan. Sehingga menjadikan pengangguran dan ketidakamanan hidup.

Lalu, timbul gagasan bahwa unsur insan sebagai unsur yang sangat mayoritas dalam manajemen. Dan akhirnya, sikap kemanusiaan dan sikap organsasi mendapat perhatian secara seksama.

b. Gerakan Serikat buruh 
Gerakan serikat buruh secara lansung ataupun tidak menyampaikan dampak yang besar terhadap studi sikap individu-individu yang mendukung kerjasama dalam suatu organisasi untuk mendapat perhatian yang perlu ditelaah dan dikembangkan.

c. Hasil inovasi Hawthorne 
Serangkaian percobaan yang dilakuakan Elton Mayo pada pabrik Hawthorne (1927-1932) menyerupai percobaan perihal cahaya lampu, percobaan ruang istirahat dan percobaan ruang bank telegram untuk mempelajari dampak kondisi fisik. 


Percobannya mengambarkan bahwa selain kondisi fisik ruangan, ikatan sosial juga mempunyai dampak besar terhadap prestasi kerja para karyawan yang kesudahannya melahirkan pendekatan Neo-Klasik yang disebut juga pendekatan Human Relation.

C. Masa Modern 
Pendekatan modern perihal sikap organisasi memusatkan pada sifat politis organisasi. Penekanan pada unsur keterbukaan organisasi mulai diperhatikan perhtian juga diberikan kepada bagaimana membina korelasi sosial, kebijakan rasional, dan design-design kontingensi serta polotik organisasi. Pakar-pakar teori modern dalam sikap organisasi ini antaralaid adalah: Herbert Simon, Katz dan Khan, March dan Simon serta Jeffrey Pfeffer.

8. Konsep Dasar Dalam Perilaku Keorganisasian


a. Pengertian Organisasi 
Organisasi yakni kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif sanggup diidentifikasikan, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Pengertian yang sanggup dipetik dari definisi tersebut diatas yakni kesatuan sosial berarti bahwa unit itu terdiri dari orang atau sekelompok orang yang berinteraksi satu sama lain. 

Dikoordinasikan dengan sadar mengandung pengertian manajemen. Batasan sosial yang relatif sanggup diidentifikasikan maksudnya yakni batasan tersebut sanggup berubah seiring eksplisit maupun implisit antara anggota dan organisasinya.
Orang-orang dalam organisasi mempunyai keterikatan yang terus menerus, biasanya berbentuk hak, kewajiban, kiprah dan tanggungjawab.Selanjutnya organisasi itu ada untuk mencapai tujuan. “Sesuatu” itu yakni tujuan

b. Perilaku Organisasi Mengikuti Prinsip-prinsip Perilaku Manusia 
Keefektifan setiap organisasi sangat dipengaruhi oleh sikap manusianya. Orang yakni sumber daya yang umum bagi semua organisasi. Tidak ada organisasi “tanpa orang”. Satu prinsip yang penting dalam psikologi ialah bahwa setiap orang berbeda-beda. Setiap orang mempunyai keunikan persepsi, kepribadian dan pengalaman hidup, perbedaan sikap, kenyakinan, dan tingkat cita-cita. Agar efektif, para manajer organisasi harus memandang sikap pegawai atau anggotanya sebagai perwujudan yang unik dari seluruh faktor keperilakuan itu.

c. Organisasi sebagai Sistem Sosial 
Hubungan antara individu dan kelompok dalam organisasi membuat harapan harapan bagi sikap individu. Harapan-harapan ini menghasilkan peranan-peranan tertentu yang harus dimainkan. Sebagian orang harus memainkan peranan sebagai pemimpin, sementara yang lainnya memainkan peranan sebagai pengikut. 

Manajer tingkat menengah harus memainkan kedua peranan itu, lantaran ia mempunyai seorang atasan dan bawahan. Organisasi mempunyai sistem wewenang, status, dan kekuasaan; dan orang-orang di dalam organisasi itu mempunyai kebutuhan yang beraneka dari setiap sistem. Kelompok di dalam organisasipun mempunyai dampak yang sangat uat terhadap sikap individu dan terhadap prestasi organisasi.

d. Faktor Membentuk Perilaku Organisasi 
Perilaku kita dalam setiap situasi melibatkan interaksi karakteristik eksklusif kita dan karakteristik situasi. Kaprikornus untuk mengidentifikasi semua faktor itu memakan waktu dan sulit, malahan sering tidak mungkin. Untuk membantu kita mengidentifikasi faktor-faktor manajerial yang penting, kita memakai pendekatan kontingensi atau pendekatan berdasarkan situasi. Dasar pemikiran dari pendekatan kontingensi ialah bahwa tidak ada satu cara terbaik dalam memimpin.


Suatu metode yang sangat efektif dari satu situasi tidak akan sesuai pada situasi yang lain. Pendekatan kontingensi telah berkembang secara terkenal dalam dua dasa warsa lebih, lantaran hasil riset telah mengambarkan bahwa suatu karakteristik tertentu dari suatu pekerjaan dan karakteristik tertentu dari orang yang melaksanakan pekerjaan itu menghasilkan beberapapraktek manajemen tertentu yang terbukti lebih baik dari praktekpraktek manajemen lainnya.

Jadi jikalau dihadapkan kepada suatu masalah, seorang manajer yang memakai pendekatan kontingensi tidak berasumsi bahwa suatu pendekatan tertentu akan berhasil. Melainkan ia akan mendiagnosis banyak sekali karakteristik individu dan kelompok yang terlibat, struktur organisasi itu dan corak kepemimpinannya sendiri sebelum menetapkan suatu penyelesaian.

e. Bagaimana Struktur dan Proses Mempengaruhi Perilaku Organisasi
Struktur organisasi ialah pola formal perihal bagaimana orang dan pekerjaan dikelompokkan. Struktur sering digambarkan dengan suatu sketsa organisasi. Proses berkenaan dengan kegiatan yang memberi kehidupan pada skema organisasi itu. Komunikasi, pengambilan keputusan, penilaian prestasi kerja sosialisasi, dan pengembangan karier yakni proses dalam setiap organisasi. 


Kadang-kadang pemahaman persoalan proses menyerupai gangguan komunikasi, pengambilan keputusan, atau sistem penilaian prestasi kerja yang disusun secara kurang baik, sanggup menghasilkan pengertian yang lebih sempurna atas sikap organisasi daripada hanya mengkaji tatanan struktural.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.