Home Operation Research (OR) Mata Kuliah Operation Research (Or): Makalah Konsep Dasar Riset Operasi

Mata Kuliah Operation Research (Or): Makalah Konsep Dasar Riset Operasi

1092
0
KATA PENGANTAR

Om Swastiastu
Puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa), lantaran atas asungkerta waranugrahanya kiprah makalah ini sanggup terselesaikan tepat pada waktunya dalam rangka memenuhi kiprah salah satu mata kuliah Operation Research (OR). Untuk memenuhi persyaratan tersebut disusunlah makalah ini dengan judul “Konsep Dasar Riset Operasi” 
Dalam proses penyelesaiannya, penulis menerima santunan dari banyak sekali pihak. Oleh lantaran itu, melalui kesempatan ini penulis sebut dan sampaikan ucapan terima kasih kepada pihak–pihak yang telah membantu. Sebagai tamat kata, penulis mengucapkan terimakasih atas seluruh santunan baik berupa moril, maupun materi lantaran atas santunan itu penulis sanggup merampungkan penulisan makalah, dan semoga makalah ini memperlihatkan sumbangsih positif.
Harapan dari penulis semoga penyusunan makalah ini, sanggup memperlihatkan manfaat bagi setiap orang yang membacanya. Jika pada makalah ini terdapat banyak kekurangan, maka dari itu kritik dan saran yang konstruktif sangat diperlukan demi terwujudnya kesempurnaan makalah ini.
Om Shanti Shanti Shanti Om
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………….i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………..1
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………2
1.3 Tujuan Penulisan……………………………………………………………..2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Riset Operasi………………………………………………………3
2.2 Sejarah Riset Operasi ……………………………………………………….4
2.3 Peran Riset Operasi Dalam Pengambilan Keputusan ……………………5
2.4 Model-Model Riset Operasi………………………………………………….6
2.5 Teknik-Teknik Riset Operassi………………………………………………..8
2.6 Aplikasi Riset Operasi………………………………………………………..9
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan ……………………………………………………………………11
3.2 Saran ……………………………………………………………………………11
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………..12
BAB I 
PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang 
Istilah Riset Operasional (Operation Reseach) pertama kali digunakan pada tahun 1940 oleh Mc Closky dan Trefthen di suatu kota kecil Bowdsey Inggris. Riset Operasional yaitu suatu metode pengambilan keputusan yang dikembangkan dari studi operasionaloperasional militer selama Perang Dunia II. Pada masa awal perang 1939, pemimpin militer Inggris memanggil sekelompok ahli-ahli sipil dari banyak sekali disiplin dan mengkoordinasi mereka ke dalam suatu kelompok yang diserahi kiprah mencari cara-cara yang efisien untuk memakai alat yang gres ditemukan yang dinamakan radar dalam suatu sistem peringatan dini menghadapi serangan udara. Kelompok hebat Inggris ini dan kelompok-kelompok lain berikutnya melaksanakan penelitian (research) pada operasional-operasional (operations) militer. 
Riset operasi dimulai semenjak revolusi industry dilakukan. Dunia perjuangan mengalami perubahan dalam hal ukuran (besarnya) dan kompleksitas organisasi-organisasi perusahaan.Bagian yang mengalami perubahan yang cukup menyolok yaitu perkembangan dalam pembagian kerja dan segmentasi tanggung jawab administrasi dalam organisasi-organisasi tersebut. Disisi lain, organisasi-organisasi (perusahaan) pada dikala ini harus beroperasi di dalam situasi dan kondisi lingkungan bisnis yang dinamis dan selalu bergejolak, serta siap untuk berubah-ubah. Perubahan-perubahan tersebut terjadi sebagai akhir dari kemajuan teknologi yang begitu pesat ditambah dengan dampak dari beberapa faktor-faktor lingkungan lainnya menyerupai keadaan ekonomi, politik, sosial dan sebagainya. 
Perkembangan Kemajuan teknologi tersebut telah menghasilkan dunia komputerisasi. Perkembangan disiplin operation research diawaili dari keberhasilan-keberhasilan penelitian dari kelompok kelompok studi militer yang kemudian telah menarik kalangan Industriawan untuk membantu memperlihatkan banyak sekali solusi terhadap masalah-masalah manajerial yang rumit. Dalam perkembangannya kini ini, OperationReseach (OR) banyak diterapkan dalam merampungkan masalah-masalah administrasi untuk meningkatkan produktivitas atau efisiensi. OperationReseach sering dinamakan sebagai Management Science. 
1.2 Rumusan Masalah 
1. Apa yang dimaksud dengan riset operasi ? 
2. Bagaimana sejarah dalam riset operasi ? 
3. Bagaimana kiprah riset operasi dalam pengambilan keputusan? 
1.3 Tujuan Penulisan 
1. Dapat memahami pengertian riset operasi 
2. Untuk memahami sejarah riset operasi 
3. Untuk memahami kiprah riset operasi dalam pengambilan keputusan 
4. Dapat memahami model-model yang biasa digunakan dalam riset operasi 
5. Untuk memahami teknik-teknik pemecahan masalah dalam riset operasi 
6. Untuk memahami aplikasi dalam riset operasi 
BAB II 
PEMBAHASAN 
2.1 Pengertian Riset Operasi 
Riset Operasi berasal dari Inggris yang merupakan suatu hasil studi operasi-operasi militer selama Perang Dunia II. Istilah riset operasi pertama kali digunakan pada tahun 1940 oleh Mc Closky dan Trefthen di suatu kota kecil, Bowdsey, Inggris. Kata operasi sanggup disefinisikan sebagai tindakan-tindakan yang diterapkan pada beberapa masalah atau hipotesa. Sementara riset sanggup didefinisikan sebagai suatu proses yang terorganisasi dalam mencari kebenaran akan masalah atau hipotesa. 
Secara harfiah kata operation sanggup didefenisikan sebagai tindakan-tindakan yang diterapkan pada beberapa masalah atau hipotesis. Sementara kata riset (research) yaitu suata proses yang terorganisasi dalam mencari kebenaran akan masalah atau hipotesis tadi. Kenyataannya, sangat sulit untuk mendefenisikan Operation Research, terutama lantaran batas- batasnya tidak jelas. Operation Reseach mempunyai majemuk penjelasan, berikut ini beberapa kutipan defenisi operation research yang dikemukan oleh para hebat operation research dalam banyak sekali literature yaitu: 
1. Menurut Operation Research SocietyOf Great Britain 
Riset Operasi merupakan penerapan metode-metode ilmiah dalam masalah yang komplek dan suatu pengolahan sistem managen yang besar, baik menyangkut manusia, mesin, materi dan uang dalam indutri, bisnis, pemerintahan dan pertahanan. Pendekatan ini menggabungkan dan menerapkan metode ilmiah yang sangat komplek dalam suatu pengolahan mangemen dengan memakai faktor-faktor produksi yang ada dan digunakan secara efisien dan efektif untuk membantu pengambilan keputusan dalam kebijakan perusahaan. 
2. Morse dan Kimball 
Mendefinisikan riset operasi sebagai metode ilmiah (scientificmethod) yang memungkinkan para manajer mengambil keputusan mengenai kegiatan yang mereka tangani dengan dasar kuantitatif. Definisi ini kurang tegas lantaran tidak tercermin perbedaan antara riset operasi dengan displin ilmu yang lain. 
3. Definisi berdasarkan Operation Research Society Of America 
Riset Operasi berkaitan dengan pengambilan keputusan secara ilmiah dan bagaimana membuat suatu model yang baik dalam merancang dan menjalankan sistem yang melalui alokasi sumber daya yang terbatas. Inti dari beberapa kesimpulan di atas yaitu bagaimana proses pengambolan keputusan yang optimal dnegan memakai alat analisis yang ada dan adanya keterbatasan sumber daya. 
Riset operasi merupakan suatu metode ilmiah yang memanfaatkan ilmu antardisiplin semoga sanggup menyajikan hubungan-hubungan fungsional yang kompleks, menyerupai model matematik, untuk keperluan pengambilan keputusan secara kuantitatif dan tidak termasuk masalah gres untuk analisis kuantitatif. 
Riset operasi tidak hanya merupakan pengambilan keputusan model untuk memecahkan masalah, tetapi juga memperlihatkan sumbangan untuk pengambilan keputusan bagi manajer pada tingkat bawah, menengah, dan atas. Dalam dunia bisnis dan pemerintahan, riset operasi sanggup dimanfaatkan untuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. 
2.2 Sejarah Riset Operasi 
Pada prinsipnya suatu organisasi merupakan wadah sebagai tempat untuk bekerja sama di bawah pimpinan (manager) organisasi tersebut dalam rangka mencapai tujuan (objectives) organisasi (perusahaan). Adalah kiprah pimpinan (manager) untuk memanageinput secara efisien dan efektif untuk mencapai output terbaik (thebestoutput). Output bisa berupa produksi barang/jasa yang harus dijual untuk memperoleh keuntungan atau keuntungan (profit). Bagi suatu perusahaan, produksi bukan merupakan tujuan akhir, mungkin tujuan tamat yang akan dicapai suatu perusahaan yaitu jumlah penjualan yang sebanyak–banyaknya (maximumrevenue)/jumlah keuntungan sebesar–besarnya (maximum profit). 
Menurut TjujuTarliah Dimyati dan Ahmad Dimyati (2009:1-2) menyatakan, semenjak revolusi industri, dunia perjuangan sepertinya telah diwarnai pertumbuhan dalam hal ukuran (besarnya) dan kompleksitas organisasi-organisasi perusahaan. Bagian yang mengalami perubahan yang cukup mencolok yaitu perkembangan dalam pembagian kerja dan segmentasi tanggung jawab administrasi dalam organisasi-organisasi tersebut. Perkembangan spesialisasi ini, bagaimanapun juga telah membuat masalah-masalah gres yang kini masih terjadi diberbagai organisasi. 
Salah satu masalah kecendrungan unit-unit suatu organisasi tumbuh secara relative menjadi “kerajaan” yang otonomi dengan tujuan-tujuan dan sistem-sistem nilai sendiri, oleh alasannya yaitu itu kehilangan pandangan bagaimana kegiatan-kegiatan dan tujuan-tujuan mereka disatukan pada keseluruhan organisasi. Di samping itu, kompleksitas dan spesialisasi dalam suatu organisasi menjadikan kesulitan yang semakin besar untuk mengalokasikan sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk kegiatan-kegiatan organisasi yang bermacammacam dengan cara yang paling efektif sebagai organisasi keseluruhan. Masalahmasalah ini dan kebutuhan untuk menemukan cara yang lebih baik dalam memecahkannya, telah menjadikan kebutuhan akan teknik-teknik riset operasi. 
Senada dalam Siang (2011: 1-2) menyatakan, bahwa masalah Riset Operasi (OperationResearch) pertama kali muncul di inggris selama perang dunia II. Inggris mula-mula tertarik memakai metode kuantitatif dalam pemakaian radar selama perang. Mereka menamakan pendekatan itu sebagai OperationResearch lantaran mereka memakai ilmuwan (scientist) untuk meneliti (Research) masalah-masalah operasional selama perang. Ternyata pendekatan sangat berhasil dalam pemecahan masalah operasi konvoi, operasi kapal selam, taktik pengeboman dan operasi pertambangan. Aplikasi ini menimbulkan riset operasi didefinisikan sebagai : ”seni memenangkan perang tanpa berperang” (Whitehouse, 1976). Setelah perang usai, para praktisi riset operasi kemudian berkonsentrasi untuk memformalkan ilmu/pendekatan yang mereka kembangkan selama perang dan mencari aplikasinya dalam sektor industri. 
Beberapa pendekatan sudah dimulai dalam bidang industri oleh Frederick W. Taylor, yang menjadikan ilmu tersendiri dalam bidang teknik industri, kebanyakan bisnis yaitu bisnis-bisnis mikro yang dikelola oleh satu orang saja. Akan tetapi dengan otomatisasi maka administrasi dan spesialisasi sanggup dikembangkan. Otomatisasi tersebut menyebabkkan timbulnya permasalahan gres dalam manajemen. Akibatnya, munculnya ilmu-ilmu disiplin gres menyerupai reiset pasar, administrasi keuangan, dll. Masing- masing ilmu tersebut merampungkan permasalahan tanpa memperhatikan organisasi secara keseluruhan. 
Seorang manajer harus memilih penyelesaian secara keseluruhan, bukan pada potongan masing-masing. Penyelesaian potongan masing-masing gampang dicari tetapi optimum secara keseluruhan sulit ditemukan. Riset Operasi membantu manajer dalam merampungkan masalah yang terkait interaksi seluruh obyek terhadap solusi terbaik pada seluruh item. Riset operasi berafiliasi dengan prinsip optimisasi, yaitu bagaimana cara memakai sumber daya (waktu, biaya, tenaga, dll) untuk mengoptimalkan hasil. Mengoptimalkan hasil bisa berarti memaksimukan (menguntungkan/ hasil yang didapatkan) atau meminimumkan (merugikan/hasil yang dikeluarkan). 
Beberapa masalah dalam industri dikala ini terus berkembang, sehingga penggunaan komputer dalam RO continuous mengalami upgrading terutama dalam menghadapi International rivalry dan productivity problem. Tanpa santunan komputer terutama dalam software khusus untuk RO sangat impossible untuk finishing problem yang cukup besar dan complicated. Program aplikasi softwareyang supportmenganalisa dan biasa digunakan antara lain yaitu QM, QSB+, Tora, Mathematicha, LINDO (Linear, InteractiveandDiscreteOptimizer), POM For Windows dan sebagainya. 
2.3 Peran Riset Operasi dalam Pengambilan Keputusan 
Riset operasi berusaha menetapkan arah tindakan terbaik ( optinum) dari sebuah masalah keputusan dibawah pembatasan sumber daya yang terbatas. Istilah riset operasi sering kali diasosiasikan secaraekslusif dengan penggunaan teknik–teknik matematis untuk membuat model dan menganalisa masalah keputusan. Walaupun matematika dan model matematis merupakan inti dari riset operasi, pemecahan masalah tidaklah hanya sekedar pengembangan dan pemecahan model–model matematis. Secara spesifik, masalah keputusan biasanya meliputi factor–factor penting yang berwujud dan tidak sanggup diterjemahkan secara eksklusif dalam bentuk model matematis. 
Sebuah ilustrasi yang baik dari masalah diatas yaitu salah satu versi dari masalah elevator yang dikenal luas. Sebagi balasan terhadap keluhan para penghuni ihwal lambatnya elevator disebuah bangunan perkantoran yang besar, sebuah pemecahan yang didasari oleh analisis teori jalur atrian ditemukan tidak memuaskan. Setelah mempelajari sistem tesebut lebih disebabkan oleh kebosanan lantaran pada kenyataan, waktu menunggu sangat singkat. 
Sebuah pemecahan diajukan dimana sebuah cermin panjang dipasang ditempat masuk elevator. Keluhan menghilang lantaran para pengguna elevator asik memandangi diri mereka sendiridan orang lain sambil menunggu elevator. Ilustrasi elevator ini menggarisbawahi pentingnya memandang aspek matematis dari riset operasi dalam konteks yang lebih luas dari sebuah model matematis. sebagai sebuah teknik pemecahan masalah, riset operasi harus dipandang sebagai ilmu dan seni. Aspek ilmu terletak dalam penyediaan teknik–teknik matematis dan algoritma untuk memecahkan masalah keputusan yang tepat. 
Riset operasi yaitu sebuah seni lantaran keberhasilan dalam semua tahap yang mendahului dan melanjuti pemecahan dari sebuah model matematis sebagian besar bergantung pada kreativitas dan kemampuan pribadi dari mereka yang menganalisis pengambilan keputusan. Meskipun tujuan utama riset operasional ini yaitu mendaptkan solusi optimal. Namun, dalam praktek manajerial lebih dipentingkan solusi yang memuaskan (satisficing). Keputusan dalam bisnis masih lebih banyak ditentukan oleh sikap sang pengambil keputusan. 
Meskipun demikian, analisis kuantitatif dan sistematik tetap diperlukan sebagai dasar argumentasi yang sanggup dipertanggungjawabkan secara rasional. Oleh alasannya yaitu itulah kita memerlukan riset operasional sebagai salah satu tools untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan di dalam perusahaan. Sebagai suatu teknik pengambilan keputusan masalah, penelitian operasional harus dipandang sebagai suatu ilmu dan seni. Aspek ilmu terletak pada penggunaan teknikteknik dan algoritma-algoritma matematik untuk memecahkan masalah yang dihadapi; sedangkan aspek seninya terletak dalam kreativitas dan kemampuan operator dalam menganalisis sistem untuk pengambilan keputusan (theartofbalancing). 
2.4 Model-Model Riset Operasi 
Model merupakan abstraksi atau penyederhanaan realistis sistem yang kompleks dimana hanya komponen-komponen yang relevan atau faktor-faktor yang mayoritas dari masalah yang dianalisis diikutsertakan. Hal ini akan memperlihatkan hubungan-hubungan dari agresi dan reaksi dalam pengertian alasannya yaitu akibat. Karena sebuah model yaitu suatu abstraksi realitas, maka ia akan tampak kurang kompleks jikalau dibandingkan dengan realitas itu sendiri. Model itu, semoga menjadi lengkap, perlu mencerminkan semua realitas yang akan diteliti. 
Salah satu pembentukan model yaitu untuk menemukan variabel apasaja yang penting dan menonjol. Penemuan-penemuan variabel yang penting ini berkaitan erat dengan penyelidikan kekerabatan yang ada diantara variabel. Salah satu alasan pembentukan model yaitu untuk menemukan variabel-variabel yang penting atau menonjol. Penemuan variabel-variabel yang penting ini berkaitan erat dengan penyelidikan kekerabatan yang ada diantara variabel-variabel itu. Teknik-teknik kuantitatif menyerupai statistik dan simulasi digunakan untuk menilik kekerabatan yang ada diantara banyak variabel dalam suatu model. 
Dalam Riset Operasi ini, dikenal beberapa bentuk model yang menggambarkan karakteristik dan bentuk sistem suatu permasalahan. Macam- macam model tersebut adalah: 
1. Iconic (Physical) Model 
Mathematic (Symbolic) Model Merupakan penyajian tiruan fisik menyerupai tampak aslinya dengan skala yang lebih kecil. Model ikonik ini gampang untuk diamati, dibentuk, dan dijelaskan tetapi sulit untuk dimanipulasi dan tidak mempunyai kegunaan untuk tujuan peramalan. Biasanya model ini memperlihatkan kejadian statistik. Model ini tidak mengikutsertakan segi-segi sistem positif yang tidak relevan untuk analisa. Masih dimungkinkan membangun model ikonik hingga tiga dimensi, tetapi untuk masalah dengan dimensi lebih tinggi yaitu di luar jangkauan model ini, sebagai gantinya digunakan model matematik. Suatu model yang digunakan atau mengandung karakteristik dan property positif dari suatu system yang dimodelkan. Salah satu pola bentuk ikonik yaitu pilot plan dari suatu pabrik 
2. Analogue Model 
Suatu model yang menyajikan suatu analogi dari keadaan nyata. Tidak menyerupai model ikonik, model analog tidak harus sama dengan system yang disajikan. Salah satu pola model adalog yaitu histogram dimana panjang batang yang berbeda digunakan untuk menyajikan frekuensi relative dari beberapa macam kejadian. 
3. Mathematic (Symbolic) Model 
Bentuk model yang paling aneh dan biasa digunakan daam bidang riset operasional dan pada kenyataannya, riset operasional biasanya disinonimkan dengan suatu formulasi dan memakai suatu bentuk khusus dari model simbolik yang dsebut dengan model matematis. Model simboik memakai huruf, angka, dan symbol yang lain untuk menyajikan karakteristik dan property dari suatu system yang dimodelkan.
2.5 Tahapan Studi Riset Operasi:
Berikut ini yaitu Tahapan utama dalam studi Riset Operasi adalah:
1. Identifikasi permasalahan.
2. Pembangunan/Penyusunan model.
3. Penyelesaian/Analisa model.
4. Validasi/Pengesahan model.
5. Implementasi hasil akhir.
1. Identifikasi masalah
Identifikasi masalah terdiri dari :
Penentuan dan perumusan tujuan yang terperinci dari masalah dalam sistem model yang dihadapi. Identifikasi perubah yang digunakan sebagai kriteria untuk pengambilan keputusan yang sanggup dikendalikan maupun yang tidak sanggup dikendalikan. Kumpulkan data ihwal kendala-kendala yang menjadi syarat ikatan terhadap perubah-perubah dalam fungsi tujuan sistem model yang dipelajari.
2. Pembangunan/Penyusunan model.
Penyusunan model terdiri dari :
Memilih model yang cocok dan sesuai dengan permasalahannya. Merumuskan segala macam faktor yang terkait di dalam model yang bersangkutan secara simbolik ke dalam rumusan model matematika. Menentukan perubah-perubah beserta kaitan-kaitannya satu sama lainnya. Tetapkan fungsi tujuan beserta kendala-kendalanya dengan nilai-nilai dan perameter yang jelas.
3. Penyelesaian/Analisa model.
Analisa model terdiri dari tiga hal penting, yaitu:
1. Melakukan anlisis terhadap model yang telah disusun dan dipilih. 
2. Memilih hasil-hasil analisis yang terbaik (optimal).
3. Melakukan uji kepekaan dan anlisis postoptimal terhadap hasil-hasil terhadap analisis model.
4. Validasi/Pengesahan model.
Analisis legalisasi model menyangkut penilaian terhadap model tersebut dengan cara mencocokannya dengan keadaan dan data yang nyata, juga dalam rangka menguji dan mengesahkan asumsi-asumsi yang membentuk model tersebut secara struktural (yaitu perubahnya, hubungan-hubungan fungisionalnya, dan lain-lain).
5. Implementasi hasil akhir
Hasil-hasil yang diperoleh berupa nilai-nilai yang akan digunakan dalam kriteria pengambilan keputusan merupakan hasil-hasil analisis yang kiranya sanggup digunakan dalam perumusan keputusan yang kiranya sanggup digunakan dalam perumusan strategi-strategi, target-target, langkah-langkah kebijakan guna disajikan kepada pengambilan keputusan dalam bentuk alternatif-alternatif pilihan. 
2.6 Teknik-teknik Pemecahan Masalah dalam Riset Operasi 
1. Linier Programing 
Pengertian Linear programming (program linier) yaitu salah satu teknik penyelesaian dari riset operasi dalam hal tersebut yaitu khusus merampungkan masalah-masalah meningkatkan secara optimal (memaksimalkan atau juga meminimumkan) namun tetapi hanya terbatas pada masalah- masalah yang sanggup diubah untuk menjadi fungsi linier. Demikian juga pada kendala-kendala yang ada sanggup berbentuk linier. 
Secara khusus: Persoalan dalam acara linier merupakan suatu masalah untuk sanggup memilih besar dari masing-masing nilai variable (variable pengambilan suatu keputusan) sedemikian rupa sehingga nilai tersebut berfungsi tujuan atau objektif (objectivefunction) yang linier menjadi optimum (maksimum atau juga minimum) dengan memperhatikan adanya pembatasan-pembatasan (kendala-kendala) yang ada yakni pembatasan ini harus dinyatakan dengan adanya ketidaksamaan yang linier (linear inequalities). 
2. Metode Dualitas 
Secara sitematis, dualitas merupakan alat bantu masalah Linier Programing, yang secara eksklusif didefinisikandari masalah aslinya (LP Primal) 
3. Metode Transportasi 
Metode transportasi yaitu suatu metode yang digunakan untuk sanggup mengatur distribusi dari sumber-sumber yang menyediakan suatu produk, ke tempat-tempat atau kawasan yang membutuhkan, dengan secara optimal. 
4. Teori Jaringan Kerja 
Teori jaringan kerja merupakan campuran dari 2 tekhnikanalisi, yakniCriticalPathMethod (CPM) serta Project EvaluationandReviewTechnique (PERT) yang digunakan ialah untuk perencanaan, penjadwalan, pengawasan, serta pengambilan suatu keputusan terhadap proyek yang sedang berjalan. 
5. Metode Simpleks 
Metode simpleks merupakan suatu metode yang dengan secara matematis dimulai dari suatu pemecahan dasar yang feasibel (basicfeasiblesolution) ke dalam pemecahan dasar feasibel lainnya serta dilakukan secara berulang-ulang (iteratif) sehingga pada jadinya diperoleh pemecahan dasar yang optimum. 
Metode grafikt tersebut tidak sanggup merampungkan masalah linear acara yang mempunyai variabel keputusan yang cukup besar/ lebih dari 2, maka untuk menyelesaikannya digunakan Metode Simplex. 
2.7 Aplikasi Riset Operasi 
Aplikasi riset operasional tentunya diperlukan dalam pengambilan keputusan. Dalam permasalahan yang kompleks pengambilan keputusan tidak lagi ditunjang hanya oleh intuisi pimpinan (management) melainkan didukung oleh hasil analisis dari kumpulan data yang ada. Pembuatan keputusan merupakan potongan kunci kegiatan eksekutif, manajer, karyawan, setiap insan dalam kehidupannya. Dalam permasalahan dari banyak sekali bidang yang telah dianalisis oleh perkembangan riset operasi remaja ini, banyak sektor-sektor aplikasi yang mengalami kemajuan yang pesat didukung teknologi dalam sumber informasi berdasarkan Siang (2009:3) antara lain: 
1. Keuangan 
Analisis cashflow, investasi, Aturan pembelian materi dengan harga bervariasi, penentuan kuantitas dan waktu pembelian, taktik ekplorasi dan eksploitasi materi mentah, kebijakan pergantian barang. 
2. Distribusi 
Lokasi dan ukuran gedung, pusat distribusi, mikro distribusi, kebijakan distribusi, logistic dan sistem distribusi. 
3. Perencanaan 
Jumlah, ukuran, lokasi, dll. Beserta dengan interaksi didalamnya. 
4. Industri 
Perencanaan industri, stabilisasi produksi karyawan, training, dll. 
5. Manajemen Konstruksi 
Kebijakan maintenance, jumlah karyawan maintenance, pengaturan proyek, alokasi sumber karya. 
6. Marketing 
Pemilihan produk, timing, perlakuan terhadap kompetitor, penentuan jumlah salesman, taktik periklanan. 
7. Personel 
Pemilihan personil, gabungan, antara umur dan keterampilan, kebijakan penerimaan karyawan, pembagian karyawan. 
Aplikasi riset operasi mempunyai dampak yang berpengaruh dalam studi masalah sosial dan pekerjaan umum. Orang lebih sadar ihwal bagaimana riset operasi sanggup membantu acara pengambilan keputusan sehari-hari. Aplikasi dalam kesehatan masyarakat, perencanaan kota, dan sistem pendidikan kini sudah ditemukan. 
Model keputusan merupakan alat yang menggambarkan permasalahan keputusan sedemikian rupa sehingga memungkinkan identifikasi dan penilaian sistematik semua alternative keputusan yang tersedia. Salah satu teknik yang digunakan untuk menganalisis alternative keputusan yaitu Riset Operasional. Riset Operasional merupakan metode pengoptimalan proses pengambilan keputusan yang dibatasi ketersediaan sumber daya. Penggunaan riset operasional sangat luas, pendekatannya memakai metode ilmiah. Proses pengoptimalan mulai dengan pengamatan yang mendalam dan formulasi masalah kemudian diikuti dengan pembentukan model ilmiah (khususnya model matematik) yang menggambarkan inti system nyata. Model yang dibuat harus mencukupi sebagai representasi tepat sifat-sifat penting situasi, sehingga kesimpulan yang ditarik dari model valid untuk permasalahan nyata. Kontribusi riset operasional berasal dari : 
1. Penstrukturan situasi dunia positif ke model matematik, menggambarkan elemen penting sehingga penyelesaian yang relevan ke tujuan pengambil keputusan diperoleh, termasuk mencari permasalahan dalam konteks keseluruhan sistem. 
2. Mengeksplor struktur setiap penyelesaian dan menyebarkan mekanisme sistematis untuk mendapatkannya. 
3. Mengembangkan suatu penyelesaian, termasuk teori matematik jikalau perlu, yang menghasilkan nilai optimal ukuran sistem yang diinginkan (atau mungkin membandingkan alternatif tindakan dengan mengevaluasi ukuran yang diinginkan). 
Dilihat dari data yang digunakan untuk memfasilitasi, pengambilan keputusan sanggup dibedakan menjadi keputusan pasti, berisiko dan tidak pasti. Keputusan niscaya didukung oleh data-data pasti. Diantara keputusan niscaya dan tidak niscaya ada keputusan beresiko. Pengambilan keputusan berisiko didukung oleh data yang tidak pasti, tetapi ketidakpastian itu sanggup dinyatakan dalam bentuk peluang. 
Optimasi yaitu proses pencarian solusi yang terbaik; tidak selalu keuntungan paling tinggi yang bisa dicapai jikalau tujuan pengoptimalan yaitu memaksimumkan keuntungan; atau tidak selalu biaya paling kecil yang bisa ditekan jikalau tujuan pengoptimalan yaitu meminimumkan biaya. Tiga elemen permasalahan meningkatkan secara optimal yang harus diidentifikasi, yaitu tujuan, alternatif keputusan dan sumber daya yang membatasi. Tujuan bisa berbentuk maksimisasi atau minimisasi. Bentuk maksimisasi digunakan jikalau tujuan pengoptimalan berafiliasi dengan keuntungan, penerimaan dan sejenisnya. Sedangkan bentuk minimisasi akan dipilih jikalau tujuan pengoptimalan berafiliasi dengan biaya, waktu, jarak dan sejenisnya. 
BAB III 
PENUTUP 
3.1 Kesimpulan 
Riset operasi merupakan suatu metode ilmiah yang memanfaatkan ilmu antardisiplin semoga sanggup menyajikan hubungan-hubungan fungsional yang kompleks, menyerupai model matematik, untuk keperluan pengambilan keputusan secara kuantitatif dan tidak termasuk masalah gres untuk analisis kuantitatif. Tahapan utama dalam studi Riset Operasional adalah: identifikasi permasalahan, pembangunan model, penyelesaian model, validasi model, dan implementasi hasil akhir. Dalam permasalahan yang kompleks pengambilan keputusan tidak lagi ditunjang hanya oleh intuisi pimpinan (management) melainkan didukung oleh hasil analisis dari kumpulan data yang ada. Aplikasi riset operasional sangat diperlukan oleh manajer semoga keputusan yang diambil merupakan keputusan yang terbaik untuk perusahaan sesuai denganfakta yang ada di lapangan. 
3.2 Saran 
Diharapkan terdapat para manajer yang lebih berpengetahuan mengenai dunia analisis khususnya dibidang Riset Operasional. Para professional gres harus bisa membangun cara yang sistematis mengenai sebuah Riset Operasional. 
DAFTAR PUSTAKA 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.