Lengkap – Taktik Mengerjakan Soal Olimpiade Matematika

0
0
Strategi Mengerjakan Soal Olimpiade Matematika | Rajasoal.com
Salah satu kompetensi yang diperlukan sanggup tercapai dalam berguru matematika yang terkait dengan keterampilan matematika yaitu kompetensi mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, grafik atau diagram untuk memperjelas kasus serta pemecahannya.

Dalam pemecahan masalah, terutama kasus matematika ada satu kemampuan yang harus dimiliki dan selalu dilatih, yakni menalar. Kemampuan dan keterampilan bernalar tidak hanya dibutuhkan para siswa ketika mereka mempelajari matematika atau pelajaran lain, tetapi juga sangat dibutuhkan ketika mereka harus terjun pribadi dalam kehidupan.

Proses pembelajaran matematika di kelas sudah seharusnya dimulai dari kasus nyata, dilanjutkan dengan acara bereksplorasi, kemudian para siswa akan berguru matematika secara informal dan diakhiri dengan berguru matematika secara formal. Pengetahuan matematika yang diberikan atau ditransformasikan pribadi kepada para siswa akan kurang meningkatkan kemampuan bernalar mereka, tetapi hanya meningkatkan kemampuan untuk mengingat saja.

Salah satu teknik yang sanggup dipakai dalam pembelajaran matematika yaitu pembelajaran berbasis pemecahan masalah; yaitu suatu tindakan yang dilakukan guru biar para siswanya termotivasi untuk mendapatkan tantangan yang ada pada pertanyaan dan mengarahkan para siswa dalam proses pemecahannya. Para siswa dituntun untuk berguru sehingga sanggup menemukan kembali atau mengkonstruksi kembali pengetahuannya.

Strategi Mengerjakan Soal Olimpiade Matematika

Strategi Mengerjakan Soal Olimpiade Matematika  Lengkap - Strategi Mengerjakan Soal Olimpiade Matematika

Soal Olimpiade matematika berbeda dengan soal-soal yang biasa dipecahkan di kursi SMP/SMA, meskipun dasar teori dan konsepnya sudah diberikan di kursi SMP/SMA. Penekanan soal Olimpiade matematika bukan lagi soal rutin namun lebih kepada aspek penalaran, pemecahan kasus dan komunikasi dalam matematika. Untuk bisa menjawab soal olimpiade matematika, siswa dituntut memiliki wawasan yang luas, kecermatan, kejelian, kecerdikan, cara berpikir dan pengalaman dengan matematika.

Proses Pemecahan Masalah Matematika

  • Memahami masalah
  • Merencanakan cara/strategi penyelesaian
  • Melaksanakan rencana
  • Menafsirkan hasil

Strategi Pemecahan Masalah Matematika

  • Mencoba-coba
  • Membuat daftar yang teratur
  • Membuat diagram
  • Membuat tabel
  • Memisalkan dengan Suatu Variabel
  • Menemukan pola
  • Memecah tujuan
  • Memperhitungkan setiap kemungkinan
  • Berpikir logis
  • Bergerak dari belakang
  • Membuat model matematika

Berikut ini beberapa pola penggunaan taktik dalam menuntaskan kasus matematika:

Strategi Membuat Daftar yang Teratur

Contoh 1 :
Tiga dadu berwarna hitam, merah, dan putih dilempar bersama-sama. Macam hasil lemparan sehingga jumlah ketiga mata dadu yaitu 8 sebanyak ….(OSP 2009)
Solusi :
Misalkan (a, b, c) menyatakan mata dadu hitam yaitu a, mata dadu merah yaitu b dan mata dadu c yaitu c.
Semua kemungkinan yang muncul yaitu (1,1,6), (1,2,5), (1,3,4), (1,4,3), (1,5,2), (1,6,1), (2,1,5), (2,2,4), (2,3,3), (2,4,2), (2,5,1), (3,1,4), (3,2,3), (3,3,2), (3,4,1), (4,1,3), (4,2,2), (4,3,1), (5,1,2,), (5,2,1), (6,1,1).
Macam lemparan ada sebanyak 21.

Contoh 2 :
Banyak bilangan tiga digit yang semua digit-digitnya berbeda dan digit terakhirnya merupakan hasil penjumlahan dari dua digit yang lainnya yaitu …. (OSP 2011)
Solusi :
(1,2,3), (1,3,4), (1,4,5), (1,5,6), (1,6,7), (1,7,8), (1,8,9), (2,1,3), (2,3,5), (2,4,6), (2,5,7), (2,6,8), (2,7,9), (3,1,4), (3,2,5), (3,4,7), (3,5,8), (3,6,9), (4,1,5), (4,2,6), (4,3,7), (4,5,9), (5,1,6), (5,2,7), (5,3,8), (5,4,9), (6,1,7), (6,2,8), (6,3,9), (7,1,8), (7,2,9), (8,1,9).
Banyaknya bilangan ada sebanyak 32.

Contoh 3 :
Bilangan orisinil n dikatakan “cantik” bila n terdiri dari 3 digit berbeda atau lebih  dan digit-digit penyusunnya tersebut membentuk barisan aritmatika atau barisan geometri. Sebagai pola 123 bilangan manis alasannya yaitu 1, 2, 3 membentuk barisan aritmatika. Banyak bilangan manis yaitu …. (OSP 2013)
Solusi :
Jika abc yaitu bilangan manis maka cba juga bilangan manis kecuali a atau c sama dengan 0.
Maka cukup dengan menciptakan daftar bilangan manis dengan a < b.
Bilangan-bilangan manis dengan a < b yaitu 123, 1234, 12345, 123456, 1234567, 12345678, 123456789, 124, 1248, 135, 1357, 13579, 139, 147, 159, 234, 2345, 23456, 234567, 2345678, 23456789, 246, 2468, 248, 258, 345, 3456, 34567, 345678, 3456789, 357, 3579, 369, 456, 4567, 45678, 456789, 468, 469, 567, 5678, 56789, 579, 678, 6789, 789 yang banyaknya ada 46.
Jika angka terakhir bilangan manis sama dengan 0 maka bilangan-bilangan manis tersebut yaitu 210, 3210, 43210, 543210, 6543210, 76543210, 876543210, 9876543210, 420, 6420, 86420, 630, 9630, 840 yang banyaknya ada 14.
Maka banyaknya bilangan manis = 46 . 2 + 14 = 106.
Jadi, banyaknya bilangan manis ada 106.

Strategi Memisalkan dengan Suatu Variabel

Contoh 4 :
Hari ini usiaku 1/3 kali usia ayahku. Lima tahun yang lalu, usiaku 1/4 kali usia ayahku pada waktu itu. Berapakah usiaku kini ? (OSK 2003)
Solusi :
Misal usiaku ketika ini = X dan usia ayahku ketika ini = Y, maka : X = Y/3   dan X – 5 = (Y – 5)/4.
X – 5 = (3X – 5)/4
4X – 20 = 3X – 5
X = 15
Kaprikornus usiaku ketika ini 15 tahun.

Contoh 5 :
Misalkan bahwa : f(x) = x5 + ax4 + bx3 + cx2 + dx + c dan bahwa f(1) = f(2) = f(3) = f(4) = f(5).
Berapakah nilai a ? (OSK 2003)
Solusi :
Misal f(1) = f(2) = f(3) = f(4) = f(5) = k
Dibentuk persamaan polinomial :
g(x) = x5 + ax4 + bx3 + cx2 + dx + c – k
g(x) = f(x) – k
Jelas bahwa g(1) = g(2) = g(3) = g(4) = g(5) = 0
Berarti bahwa 1; 2; 3; 4 dan 5 yaitu akar-akar persamaan polinomial g(x) = 0.
x5 + ax4 + bx3 + cx2 + dx + c – k = 0
x1 + x2 + x3 + x4 + x5 = – a
Karena akar-akarnya yaitu 1; 2; 3; 4 dan 5 maka :
1 + 2 + 3 + 4 + 5 = – a
a = – 15

Contoh 6 :
Berapakah banyaknya cara menentukan tiga bilangan berbeda sehingga tidak ada dua bilangan yang berurutan, bila bilangan-bilangan tersebut dipilih dari himpunan {1, 2, 3, … , 9, 10 } ? (OSP 2003)
Solusi :
Misalkan bilangan yang memenuhi tersebut yaitu a, b, c dengan a < b < c dengan syarat selisih dua bilangan berurutan minimal 2.
Misalkan juga k = b – 1  dan  m = c – 2 maka
a < k < m dengan syarat a >= 1 dan m <= 8.
Banyaknya cara menentukan 3 bilangan yaitu 8C3 = 56.

Contoh 7 :
Ada berapa banyak bilangan lingkaran positif berlambang “abcde” dengan a < b <= c < d < e ? (OSK 2011)
Solusi :
Jelas bahwa syarat yang harus dipenuhi adalah:
 1 <= a < b <= c < d < e <= 9
Misalkan k = c + 1  dan  m = d + 1 serta n = e + 1 maka ketaksamaan akan berlaku:
1 <= a < b < k < m < n <= 10
Maka persoalannya akan menjadi setara dengan menentukan 5 kemungkinan dari 10 kemungkinan yang ada.
Banyaknya cara = 10C5 = 252.

Demikianlah beberapa pola taktik mengerjakan soal olimpiade matematika yang bisa saya bagikan. Jika ada beberapa hal yang perlu untuk didiskusikan, silakan memanfaatkan kolom komentar di bawah postingan ini. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca hingga tuntas. Semoga ada manfaatnya.