Home Bahan Ajar Full Pengertian Simbiosis Parasitisme dan Contohnya Dilengkapi Gambar

Full Pengertian Simbiosis Parasitisme dan Contohnya Dilengkapi Gambar

37
0

Pengertian Simbiosis Parasitisme dan Contohnya Dilengkapi Gambar

Rajasoal.com. Hubungan timbal balik antar makhluk hidup tidak selalu saling menguntungkan, akan tetapi ada juga yang dirugikan. Hubungan yang demikian dinamakan simbiosis parasitisme.

Pengertian simbiosis parasitisme adalah hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup, dimana salah satu pihak akan mendapatkan keuntungan dari organisme yang menjadi pasangan dekatnya.

Dengan demikian, di dalam simbiosis parasitisme ada makhluk hidup yang diuntungkan dan ada juga makhluk hidup yang dirugikan.

Makhluk hidup yang diuntungkan ini disebut sebagai parasit dan makhluk hidup yang dirugikan dinamakan inang.

Ada dua jenis parasit, yaitu parasit yang hidup di luar tubuh inang dan di dalam tubuh inang. Parasit yang hidup di luar tubuh inang dinamakan ektroparasit. Sedangkan parasit yang hidup di dalam tubuh inang disebut endoparasit.

Contoh Simbiosis Parasitisme

1. Hubungan antara cacing pita dengan manusia

Salah satu contoh simbiosis parasitisme adalah pola hubungan antara cacing pita dengan manusia. Cacing pita yang hidup pada usus manusia akan mendapatkan keuntungan, yaitu mendapatkan sari-sari makanan.

Sedangkan manusia justru mengalami kerugian karena sari-sari makanan untuk metabolisme tubuh menjadi berkurang diserap oleh cacing pita.

Cacing pita juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit taeniasis dan sistiserkosis yang ditandai dengan pusing dan mual.

2. Hubungan antara tali putri dengan inangnya

Tali putri yang menempel pada tumbuhan inangnya bersifat merugiakan karena tidak hanya membelit tetapi juga mengisap sari-sari makanan tumbuhan inang.

Semua kebutuhan nutrisi, air, dan juga mineral tali putri semua diperoleh dari tumbuhan inangnya. Tali putri bahkan secara perlahan merebut daerah pembagian cahaya dengan tumbuhan inangnya.

Tali putri bergerak naik dan bergerombol hinggap serta menutupi tumbuhan inang, hingga akhirnya tumbuhan inang menjadi layu dan mati.

3. Hubungan antara cacing tambang dengan inangnya

Cacing tambang yang hidup dalam usus manusia bersifat merugikan karena menyerap darah manusia melalui pori-pori usus dan menyebabkan manusia mengalami kekurangan darah (anemia).

Dengan menyerap darah manusia, cacing tambang mendapatkan keuntungan karena dapat tumbuh dan berkembang biak di dalam usus manusia.

Setiap satu ekor caring tambang dapat menyerap darah sekitar 1 cc setiap harinya. Cacing ini dapat bergerak dan masuk bersama dengan aliran darah dan tertelan sampai ke dalam usus manusia.

4. Hubungan antara kutu dengan kulit kepala

Kutu yang tinggal di kulit kepala bersifat merugikan karena akan mengisap darah melalui pori-pori kulit kepala. Selain mendapatkan makanan melalui darah yang dihisapnya, kutu juga mendapatkan keuntungan berupa tempat tinggal di kulit kepala manusia.

Baca : Simbiosis Mutualisme : Pengertian, Contoh, dan Gambarnya

Manusia mendapatkan kerugian karena merasakan gatal dan tidak nyaman ketika kutu rambut mengisap darah dalam kulit kepala.

5. Hubungan antara benalu dengan inangnya

Pola interaksi antara benalu dengan inangnya termasuk salah satu contoh simbiosis parasitime.

Benalu sebenarnya mempunyai klorofil dan mampu melakukan fotosintesis, akan tetapi benalu mengambil alih air dan mineral tumbuhan inang.

Peristiwa ini terjadi karena benalu tidak memiliki akses akar untuk mengambil air dan mineral ke tanah. Tumbuhan inang akan dirugikan karena separuh hasil penyerapan akar digunakan untuk perkembangan tanaman benalu.

6. Hubungan antara alang-alang dengan tanaman produksi

Alang-alang merupakan gulma yang mengganggu budidaya tanaman produksi. Hadirnya alang-alang ini bersifat merugikan karena menjadi pesaing bagi tanaman produksi dalam mendapatkan sinar matahari, air, mineral, dan unsur hara lainnya dari dalam tanah.

Alang-alang juga mengeluarkan senyawa alelopati, yaitu sejenis racun yang digunakan alang-alang untuk mencegah pertumbuhan tanaman produksi.

7. Hubungan antara bunga Rafflesia Arnoldi dengan inangnya

Rafflesia Arnoldi merupakan bunga asli Bengkulu yang bersifat parasit terhadap inangnya. Bunga ini tidak memiliki akar, batang, dan daun.

Untuk mendapatkan makanan, Rafflesia Arnoldi menyerap makanan hasil fotosintesis tumbuhan inang. Akibatnya tumbuhan inang dirugikan karena jumlah makanannya berkurang.

8. Hubungan antara tikus dengan petani

Tikus merupakan salah satu hama tanaman sawah yang bersifat merugikan. Tikus akan mendapatkan makanan dari tumbuhan yang ditanam oleh petani di sawah.

Di lain pihak, petani dirugikan karena tanaman sawahnya dirusak dan dimakan oleh tikus yang menyebabkan hasil panen berkurang.

Demikian ulasan mengenai pengertian simbiosis parasitisme dan contohnya dilengkapi gambar. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.