Home Info Guru Full Pedoman Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Pendidikan Dasar 2020

Full Pedoman Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Pendidikan Dasar 2020

62
0

Pedoman Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Pendidikan Dasar 2020

Rajasoal.com. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Pedoman Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Pendidikan Dasar Tahun 2020.

Pedoman Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Pendidikan Dasar 2020 ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi panitia penyelenggara, guru, kepala sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi, tim penilai/juri, dan pihak lain yang terkait, untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara efektif, konstruktif, dan produktif.

Apresiasi terhadap para guru dan kepala sekolah pendidikan dasar berprestasi merupakan kegiatan pemberian penghargaan terhadap guru dan kepala sekolah yang dengan sadar dan tulus mengembangkan kompetensi dirinya secara profesional.

Apresiasi guru dan kepala sekolah  ini juga diberikan kepada guru dan kepala sekolah yang, melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara konsisten, dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya dalam bidang pendidikan, secara sungguh-sungguh.

Melalui pemberian apresiasi terhadap guru dan kepala sekolah pendidikan dasar berprestasi ini diharapkan tumbuh dan berkembang berbagai praktik baik (best practices) yang dilakukan oleh para guru dan kepala sekolah sehingga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi guru dan kepala sekolah lainnya untuk melakukan hal serupa.

Selanjutnya, diharapkan semakin banyak lagi guru dan kepala sekolah yang melakukan beragam aktivitas positif yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Latar Belakang

Pendidikan merupakan upaya banyak pihak untuk mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan keunikan, minat, dan kebutuhan belajanya sehingga mereka dapat beradaptasi dengan zaman yang dihadapinya.

Guru beserta kepala sekolah sebagai ujung tombak dalam proses pendidikan, terutama dalam jenjang pendidikan dasar, diharapkan mampu melakukan tugas profesionalnya sehingga menghasilkan generasi yang literat, kompeten, dan berkarakter.

Dengan demikian, pengembangan dan dukungan terhadap profesi keguruan yang berkelanjutan bukan merupakan pilihan, namun menjadi keharusan yang menjadi daya dorong bagi para guru dan kepala sekolah agar senantiasa aktif, kreatif, inovatif, dan inspiratif yang didukung oleh dedikasi tinggi.

Hal tersebut selaras dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

Di dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 dinyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang.

Proses pembelajaran juga harus memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup, bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik”.

Baca : Download Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

Tantangan pendidikan Abad ke-21 memberi kesempatan kepada para guru untuk terus mengembangkan profesinya, baik secara mandiri maupun secara kolektif.

Pengembangan profesi tersebut terkait dengan tuntutan kompetensi guru yang profesional, yaitu kompetensi profesional, kompetensi pedagogi, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian.

Pengembangan profesi tersebut akan lebih optimal prosesnya dan maksimal hasilnya apabila didukung oleh para kepala sekolah yang suportif terhadap para guru yang ingin terus mengembangkan profesinya.

Pengembangan profesi guru secara kolektif kerap dilakukan dalam komunitas guru, baik formal mapun informal. Komunitas guru pada jenjang pendidikan dasar yang dilembagakan secara formal adalah KKG (Kelompok Kerja Guru) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Melalui KKG dan MGMP, para guru berkolaborasi dalam rangka saling berbagi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman untuk mengembangkan berbagai kompetensi terkait dengan profesi keguruannya.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana para guru mengembangkan profesinya dalam berbagai kegiatan di lingkungan masyarakat.

Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mereka mengaktualisasikan nilai-nilai kependidikan di dalam aktivitas sosial kemasyarakatan.

Kegiatan sosial kemasyarakatan yang dimaksud amat banyak ragamnya, di antaranya adalah pelestarian lingkungan, kepedulian sosial, tanggap bencana, kewirausahaan, dan sebagainya. Kesadaran guru dalam mengembangkan profesi kependidikan sejalan dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai pendidik.

Demikian pula halnya dengan kiprah kepala sekolah yang sesuai dengan tugas dan fungsinya. Untuk merespons apa yang telah para guru dan kepala sekolah lakukan secara tulus tersebut, alangkah baiknya diadakan kegiatan sebagai wujud apresiasi atas kinerja dan karya mereka.

Melalui apresiasi terhadap para guru dan kepala sekolah pendidikan dasar berprestasi diharapkan tumbuh dan berkembang berbagai praktik baik (best practices), sehingga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi guru dan kepala sekolah lainnya untuk melakukan hal serupa.

Baca : Pengertian Best Practice, Ciri-ciri, dan Format Laporannya

Selanjutnya, diharapkan pula semakin banyak lagi guru dan kepala sekolah yang melakukan beragam aktivitas positif yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan pada jenjang SD dan SMP.

Wajah pendidikan di dunia saat ini berubah drastis akibat pandemi Covid-19. Penerapan pembelajaran online (online learning) menjadi pilihan terbaik untuk meminimalkan efek yang ditimbulkan dari pademi Covid-19.

Sebagai upaya untuk mencegah pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah meminta siswanya untuk belajar di rumah.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Akan tetapi, peran guru sebagai ujung tombak pendidikan tetap sangat strategis untuk keberhasilan proses pendidikan. Profesi guru selamanya tidak akan tergantikan oleh teknologi.

Aktivitas guru sehari-hari dalam melaksanakan pembelajaran online atau bentuk lainnya sangat variatif. Aktivitas tersebut tergantung pada kreativitas dan inovasi masing-masing guru.

Berkaitan proses pendidikaan selama masa pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, menyelenggarakan kegiatan ‘Apresiasi bagi Guru dan Kepala Sekolah Pendidikan Dasar Tahun 2020’.

Tujuan

Pedoman penyelenggaraan kegiatan Apresiasi bagi Guru dan Kepala Sekolah Pendidikan Dasar Tahun 2020 disusun dengan tujuan sebagai berikut.

1. Memberikan informasi kepada guru dan kepala sekolah agar mengikuti kegiatan.

2. Memberikan informasi kepada masyarakat agar berperan serta dan memantau kegiatan.

3. Memberikan acuan bagi pihak terkait dalam melakukan proses penetapan guru dan kepala sekolah sebagai penerima apresiasi.

Sasaran

Sasaran pedoman kegiatan Apresiasi bagi Guru dan Kepala Sekolah Pendidikan Dasar Tahun 2020 adalah sebagai berikut.

1. Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota.

2. KKKS/MKKS dan KKG/MGMP.

3. Kepala Sekolah.

4. Guru.

5. Masyarakat.

Pedoman Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Pendidikan Dasar 2020 secara lengkap dapat diunduh pada tautan di bawah ini.

 

Unduh

Demikian Pedoman Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Pendidikan Dasar 2020. Semoga bermanfaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.