Home Info Guru Full Modul Penguatan Literasi dan Numerasi Jenjang SMP Tahun 2021

Full Modul Penguatan Literasi dan Numerasi Jenjang SMP Tahun 2021

160
0

Modul Penguatan Literasi dan Numerasi Jenjang SMP Tahun 2021

Rajasoal.com. Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menerbitkan Modul Penguatan Literasi jenjang SMP Tahun 2021.

Pada tahun 2021, Direktorat SMP menyusun sejumlah dokumen Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) di bidang penilaian, diantaranya adalah Inspirasi Pembelajaran yang Menguatkan Literasi dan Numerasi.

Modul Penguatan Literasi dan Numerasi  ini diharapkan  dapat membantu sekolah dalam meningkatkan kecakapan literasi dan numerasi peserta  didik melalui proses pembelajaran, yang pada akhirnya dapat meningkat kan kompetensi peserta didik dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan kehidupan dengan  menggunakan sintesis informasi yang diperolehnya.

Modul Literasi dan Numerasi yang diterbitkan oleh Direktorat SMP bersama tim penulis dari unsur akademisi dan praktisi pendidikan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh semua pihak terkait, baik dari unsur dinas  pendidikan kabupaten/kota, para pendidik, dan tenaga kependidikan, sehingga pada akhirnya dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan khususnya jenjang SMP.

1. Modul Penguatan Literasi SMP

Kecakapan literasi menjadi esensial pada abad ke -21 ini. Pada era teknologi ini,  ketersediaan informasi memberikan ruang bagi tiap orang untuk meningkatkan kualitas  hidupnya.

Akan tetapi, untuk dapat memanfaatkan informasi tersebut dengan baik, seseorang tentunya perlu menjadi ‘subjek’ atas informasi tersebut.

Dengan kata lain, perlu dapat  memilih informasi yang baik dan bermanfaat secara kritis untuk dapat menerapkannya dalam kehidupannya.

Kecakapan berpikir kritis, kreatif, kemampuan berkomunikasi efektif serta bekerja secara kolaboratif menjadi tuntutan global dalam pendidikan.

Kecakapan ini perlu  ditumbuhkan di kelas melalui strategi untuk meningkat kan kecakapan peserta didik dalam  memaknai teks yang dibaca serta untuk mengaitkan teks tersebut dengan pengalaman, teks  lain yang pernah dibaca, dan permasalahan dunia di sekitarnya.

Modul Penguatan Literasi SMP ini memberikan inspirasi kepada guru untuk meningkat kan kecakapan literasi  peserta didik melalui beragam strategi membaca dan menganalisis bacaan.

Modul ini juga menyediakan contoh pemanfaatan beragam teks dengan berbagai tema yang relevan  dengan materi pembelajaran.

Melalui modul ini, diharapkan guru dapat memberikan alternatif beragam teks bacaan fiksi dan nonfiksi agar peserta didik dapat memahami materi dengan lebih mudah.

Selanjutnya, melalui ragam  teks bacaan fiksi dan nonfiksi ini, peserta didik dapat mengaitkan materi pembelajaran dengan pengetahuan awal dan pengalamannya. Proses pembelajaran pun menjadi lebih  menyenangkan.

Modul Penguatan Literasi SMP ditulis untuk melengkapi Modul Pembelajaran Jarak Jauh yang telah dibuat  oleh Direktorat Pengembangan SMP Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Modul ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada guru untuk menguatkan  pembelajaran melalui strategi literasi, sehingga kecakapan literasi peserta didik dapat  ditumbuhkan dengan lebih optimal.

Penguatan Literasi Bertumpu pada Keterampilan Membaca

Membaca adalah proses yang kompleks dan menantang, terutama karena  peserta didik di jenjang SMP dipajankan pada bacaan yang semakin tinggi  kompleksitasnya dengan materi yang semakin kaya dan yang memiliki lebih banyak  kosakata baru.

Oleh karena itu, kecakapan membaca seharusnya tidak berhenti pada merangkai bunyi huruf menjadi kata di jenjang pendidikan dasar.

Kegiatan membaca  di jenjang SMP perlu meningkat kan kecakapan peserta didik untuk memahami dan menganalisis khazanah pengetahuan baru.

Tanpa menguasai keterampilan membaca  pada jenjangnya, peserta didik tidak akan mampu mengakses pengetahuan.

Dengan demikian, kemampuan membaca ini menjadi tolok ukur kompetensi global yang diuji  dalam Programme for Internat ional Student Assesment (PISA) yang mengukur  kecakapan literasi membaca peser ta didik berusia 15 tahun di negara-negara yang  berpartisipasi.

Di dalam tes ini, skor kemampuan membaca peserta didik Indonesia  menurun nilainya dari 402 pada tahun 2009 ke 396 pada tahun 2012 dan titik  terendah adalah 371 pada tahun 2018.

Kecakapan berpikir aras tinggi tersebut juga menjadi materi yang diujikan dalam  Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Sebagaimana tes PISA, AKM mengukur membaca sebagai proses kognitif.

Proses Kognitif pada AKM

Jenis Teks pada AKM

AKM diharapkan dapat membantu guru memetakan kecakapan literasi  membaca peser ta didik dan melakukan penanganan terhadap peserta didik yang  memerlukan inter vensi khusus maupun mereka yang telah cakap dan mahir dalam  pembelajaran.

Akan tetapi, keterampilan membaca saat ini belum terlalu dikuatkan pelaksanaannya di sekolah. Guru belum benar-benar mendampingi peserta didik  untuk memahami materi bacaan dan melatih mereka untuk bernalar melalui teks bacaan.

Untuk menguatkan hal ini, strategi membaca merupakan bagian penting dari penguatan literasi di jenjang SMP.

Modul Penguatan Literasi SMP Tahun 2021 selengkapnya dapat di unduh pada tautan di bawah ini.

  • Modul Penguatan Literasi Bahasa Indonesia SMP Tahun 2021

Unduh

  • Modul Penguatan Literasi Non Bahasa Indonesia SMP Tahun 2021

Unduh

2. Modul Penguatan Numerasi

Panduan penguatan numerasi ini dibuat dalam rangka memberikan inspirasi kepada guru matematika maupun nonmatematika di jenjang Sekolah Menengah Pertama dalam mengembangkan aktivitas pembelajaran dengan penguatan  atau unsur numerasinya.

Modul Penguatan Numerasi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19 yang telah dikembangkan oleh Direktorat Sekolah Menengah Pertama atau buku lainnya.

Akan tetapi, penerbitan modul ini bertujuan sebagai suplemen untuk memberikan pedoman salah satu cara bagaimana penguatan numerasi dapat dilakukan.

Melalui contoh yang diberikan, diharapkan  guru dapat mengembangkan aktivitas pembelajaran sehingga meningkatkan kemampuan numerasi dari peserta didik.

Pendekatan yang disampaikan dalam panduan ini bukan satu-satunya cara. Guru dapat menjajaki cara-cara lain untuk makin memperkaya diri dalam berbagai pendekatan/model/metode/teknik peningkatan numerasi peserta didik.

Pentingnya Numerasi di Abad 21

Numerasi sering kali diartikan secara sempit sebagai keterampilan yang hanya melibatkan kecakapan dengan angka dan berhitung menggunakan kertas dan pensil atau mencongak sehingga  penggunaan kalkulator dianggap sebagai bukti seseorang tidak memiliki numerasi.

Akan tetapi, definisi “keterampilan dasar” dari numerasi semacam ini sudah ketinggalan zaman di dunia abad ke-21 yang kaya akan data dan teknologi.

Numerasi, disebut juga literasi numerasi dan literasi matematika,  dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengaplikasikan konsep dan keterampilan matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai ragam konteks kehidupan sehari-hari, misalnya, di rumah, pekerjaan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat dan sebagai warga.

Selain itu, numerasi juga termasuk kemampuan untuk menganalisis dan  menginterpretasi informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dan sebagainya), selanjutnya menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

Berdasarkan definisi di atas, numerasi merupakan kunci bagi peserta didik untuk mengakses dan memahami dunia dan membekali peserta didik dengan kesadaran dan pemahaman tentang peran penting matematika di dunia modern.

Penekanan pada aplikasi dari matematika yang berhubungan dengan kehidupan memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan kepercayaan diri untuk berpikir secara numerik, spasial, dan data untuk menafsirkan dan menganalisis secara kritis situasi sehari-hari dan untuk memecahkan masalah.

Menjadi numerat, yaitu memiliki keterampilan numerasi yang baik, melibatkan lebih dari sekadar menguasai matematika dasar saja, tetapi dapat menghubungkan matematika yang dipelajari di sekolah dengan situasi di luar sekolah yang juga membutuhkan pemecahan masalah dan penilaian kritis dalam nonmatematika.

Penguatan Numerasi Dalam AKM

Salah satu kompetensi hasil belajar peserta didik yang di ukur pada asesmen nasional mulai tahun 2021 adalah literasi membaca dan numerasi, yang disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

Kompetensi mendasar numerasi yang diukur mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan matematika yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi kuantitatif dan spasial.

Peserta didik akan diuji kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai konteks yang relevan dengan mereka sebagai warga Indonesia dan warga dunia.

Komponen AKM numerasi selain mencakup konten (bilangan, pengukuran dan geometri, data dan ketidakpastian, dan aljabar) juga melibatkan proses kognitif, yaitu pemahaman, penerapan, dan penalaran.

Peserta didik diharapkan memahami fakta, prosedur serta alat matematika yang dapat digunakan di dalam penyelesaian masalah.

Selain itu, mereka mampu menerapkan dan bernalar dengan konsep matematika dalam situasi nyata, baik yang bersifat rutin maupun nonrutin, dalam berbagai ragam konteks (personal, sosial budaya, dan saintifik).

Selain AKM yang merupakan bagian dari Asesmen Nasional yang dilakukan pada kelas 5, 8, dan 11, guru juga dapat menggunakan AKM kelas untuk kelas 2, 4, 6, 8, dan 10 untuk melakukan asesmen diagnostik untuk memetakan kecakapan numerasi peserta didik.

Hasil dari AKM kelas dapat digunakan untuk memberikan penanganan yang sesuai terhadap peserta didik yang memerlukan intervensi khusus.

Hasil AKM dilaporkan dalam empat kelompok yang menggambarkan kemampuan numerasi yang berbeda sebagai berikut.

1. Perlu Intervensi Khusus

Seorang peserta didik yang membutuhkan intervensi khusus adalah yang memiliki pengetahuan matematika yang terbatas, dan menunjukkan penguasaan konsep yang parsial, serta keterampilan komputasi yang terbatas.

2. Dasar

Seorang peserta didik dengan tingkat kompetensi numerasi dasar adalah yang memiliki keterampilan dasar matematika, yaitu komputasi dasar dalam bentuk persamaan langsung, konsep dasar terkait geometri dan statistika, serta menyelesaikan masalah matematika sederhana yang rutin.

3. Cakap

Peserta didik dengan kompetensi numerasi cakap memiliki kemampuan mengaplikasikan pengetahuan matematika yang dimiliki dalam konteks yang lebih beragam.

Modul Penguatan Numerasi Mata Pelajaran Matematika SMP Tahun 2021 selengkapnya dapat di unduh pada tautan di bawah ini.

  • Modul Penguatan Numerasi Matematika SMP Tahun 2021 

Unduh

  • Modul Penguatan Numerasi Non Matematika SMP Tahun 2021 

Unduh

Demikian yang dapat kami bagikan mengenai Modul Penguatan Literasi dan Numerasi Jenjang SMP Tahun 2021. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.