Home Info Guru Full Konsep Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi Covid-19

Full Konsep Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi Covid-19

29
0

Konsep Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi Covid-19

Rajasoal.com. Pandemi Covid-19 telah berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk di bidang pendidikan.

Meskipun telah banyak kebijakan dan program untuk mengatasi dampak pandemi Covid19, akan tetapi perubahan pola pembelajaran yang begitu drastis berisiko menyebabkan penurunan kualitas pembelajaran.

Padahal, kualitas pembelajaran merupakan kunci dari hasil belajar peserta didik. Jika kualitas belajar menurun, hasil belajar peserta didik pun cenderung menurun (learning loss).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi Covid-19.

Sebagai upaya menerjemahkan keputusan bersama tersebut untuk dioperasionalkan oleh guru dan tenaga kependidikan, maka disusun Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi Covid-19.

Di dalam Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 tersebut, dijelaskan antara lain mengenai konsep pembelajarannya.

Penyelenggaraan Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi Covid-19 dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan; dan/atau pembelajaran jarak jauh

Konsep Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 telah mengubah pola interaksi dan kebiasaan masyarakat. Dengan adanya risiko penularan maka praktik penyelenggaraan pembelajaran membutuhkan penyesuaian untuk memastikan keselamatan warga sekolah.

Karena kondisi demikian, maka lahirlah konsep pembelajaran PAUDDIKDASMEN di masa pandemi Covid-19, yaitu pembelajaran yang dilakukan pendidik dan tenaga kependidikan dengan mengacu pada hal-hal berikut.

1. Kebutuhan peserta didik

Mengacu pada kebutuhan peserta didik berarti pembelajaran diharapkan memenuhi kebutuhan psikososial maupun kebutuhan penguasaan kompetensi peserta didik.

2. Protokol kesehatan

Mengacu pada protokol kesehatan berarti semua praktik pembelajaran harus mengacu pada protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

3. Kurikulum kondisi khusus

Mengacu pada kurikulum kondisi khusus berarti satuan pendidikan memilih satu dari tiga pilihan kurikulum, yaitu: Kurikulum 2013, Kurikulum Kondisi Khusus dan Kurikulum Mandiri, sesuai kondisi dan kemampuan satuan pendidikan.

Apapun pilihannya, prioritas seluruh satuan pendidikan bukan untuk menuntaskan kurikulum tapi memastikan setiap peserta didik mengalami pembelajaran.

4. Prinsip pembelajaran

Sejumlah prinsip yang digunakan guru dan satuan pendidikan dalam merencanakan, menyiapkan, memandu dan mengembangkan pembelajaran selama masa pandemi Covid-19.

Baca : Pedoman Penyusunan RPP di Masa Pandemi Tahun Ajaran 2021/2022

5. Tetap adaptif terhadap dinamika kondisi pandemi Covid-19

Adaptif yang dimaksud adalah satuan pendidikan perlu mengantisipasi perubahan-perubahan yang mungkin terjadi terkait dengan kondisi pandemi termasuk lahirnya varian baru.

Source : Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.