Download Buku Guru Smp/Mts Pjok Kelas 7 (Tujuh) Kurikulum 2013 Revisi 2017

 sudah kita masuki dengan segala tantangan dan permasalahannya Download Buku Guru SMP/MTs PJOK Kelas 7 (Tujuh) Kurikulum 2013 Revisi 2017

Download Buku Guru SMP/MTs Pendidikan Olahraga, Jasmani, dan Kesehatan (PJOK) Kelas 7 (Tujuh) Kurikulum 2013 Revisi 2017 pdf

Abad ke 21 sudah kita masuki dengan segala tantangan dan permasalahannya. Dunia di kala 21 ini sungguh telah menampilkan wajah yang amat berbeda dari kala sebelumnya. Kemajuan teknologi dan isu (IT) yang berhasil dicapai ikut mensugesti wajah dunia dan segala interaksinya menjadi lebih praktis, maju, modern serta mengunggulkan kepakaran dan pemahaman penggunaan teknologi tinggi untuk memecahkan perkara kehidupan sehari-hari. Dalam kala yang semakin mengglobal tersebut, pendidikan perlu didorong untuk bisa membekali anak didik dengan kompetensi yang dibutuhkan dari mulai kemampuan berpikir kritis, kreativitas, keterampilan berkomunikasi dan kemampuan bekerja sama dengan orang lain.

Tema pengembangan Kurikulum 2013 yaitu kurikulum yang sanggup menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi, relevan dengan tantangan kala 21 tersebut.

Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) merupakan salah satu mata pelajaran pada Kurikulum 2013. PJOK merupakan penggalan integral dari acara pendidikan nasional, bertujuan untuk membuatkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, teladan hidup sehat dan pengenalan lingkungan higienis melalui pembekalan pengalaman berguru memakai kegiatan jasmani terpilih dan dilakukan secara sistematis.

Kurikulum 2013 menekankan bahwa mata pelajaran PJOK mempunyai konten yang unik untuk memberi warna pada pendidikan aksara bangsa, di samping diarahkan untuk membuatkan kompetensi gerak dan gaya hidup sehat. Muatan kearifan lokal dari Kurikulum 2013 diperlukan bisa membuatkan apresiasi terhadap kekhasan multikultural dengan mengenalkan permainan dan olahraga tradisional yang berakar dari budaya suku bangsa Indonesia.

Mata Pelajaran PJOK untuk Kelas VII SMP/MTs yang disajikan dalam Buku Guru SMP/MTs Pendidikan Olahraga, Jasmani, dan Kesehatan (PJOK) Kelas 7 (Tujuh) Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. PJOK bukan berisi materi kegiatan yang dirancang hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan penerima didik, atau mata pelajaran yang membaginya menjadi pengetahuan ihwal kesehatan dan keterampilan berolahraga.

Terampil berolahraga bukan berarti penerima didik dituntut untuk menguasai cabang olahraga dan permainan tertentu, melainkan mengutamakan proses perkembangan gerak penerima didik dari waktu ke waktu. Dalam aktivitasnya, penerima didik dibawa dalam suasana gembira, sehingga sanggup berekplorasi dan menemukan sesuatu secara tidak langsung. Untuk mengaktualisasikan PJOK menyerupai ini, penerima didik harus dijadikan sebagai subyek didik.

Aktivitasnya dirancang berbasis kegiatan terkait dengan sejumlah jenis gerak jasmani/olahraga dan usaha- perjuangan menjaga kesehatan yang sesuai untuk penerima didik Kelas VII SMP/MTs. Aktivitas-aktivitas tersebut dirancang untuk menciptakan penerima didik terbiasa melaksanakan gerak jasmani dan berolahraga dengan bahagia hati lantaran merasa perlu melakukannya dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan jasmani baik melalui gerak jasmani dan olahraga maupun dengan memperhatikan faktor-faktor kesehatan yang mempengaruhinya. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, pemanis materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan dengan mata pelajaran ini sangat diperlukan untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari Buku Guru SMP/MTs Pendidikan Olahraga, Jasmani, dan Kesehatan (PJOK) Kelas 7 (Tujuh) Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini.

Harapan penulis semoga Buku Guru SMP/MTs Pendidikan Olahraga, Jasmani, dan Kesehatan (PJOK) Kelas 7 (Tujuh) Kurikulum 2013 Revisi 2017 ini sanggup memperlihatkan tunjangan yang berarti bagi pengembangan pendidikan, khususnya Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di SMP (SMP/M.Ts).

Berikut yaitu tautan Download Buku Guru SMP/MTs Pendidikan Olahraga, Jasmani, dan Kesehatan (PJOK) Kelas 7 (Tujuh) Kurikulum 2013 Revisi 2017 pdf:

Berikut yaitu sebagian isi kutipan dari buku tersebut:

A. Gambaran Pelaksanaan Pembelajaran Penjasorkes

Proses pembelajaran Pendidikan, Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah- sekolah Indonesia ketika ini masih memprihatinkan. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya ialah terbatasnya kemampuan guru PJOK dan sumber-sumber yang dipakai untuk mendukung proses pembelajaran PJOK.

Kualitas guru PJOK yang ada pada sekolah dasar dan lanjutan pada umumnya kurang memadai. Mereka kurang bisa dalam melaksanakan profesinya secara kompeten. Mereka belum berhasil melaksanakan tanggung jawabnya untuk mendidik siswa secara sistematik melalui pendidikan jasmani. Tampak pendidikan jasmani belum berhasil membuatkan kemampuan dan keterampilan anak secara menyeluruh baik fisik. Mental maupun intelektual (Kantor Menpora, 1983).

Hal ini benar mengingat bahwa banyak guru PJOK di sekolah yaitu bukan guru khusus yang secara normal mempunyai kompetensi dan pengalaman yang terbatas dalam bidang pendidikan jasmani. Mereka banyak yaitu guru kelas yang harus bisa mengajar banyak sekali mata pelajaran yang salah satunya yaitu PJOK. Gaya mengajar yang dilakukan oleh guru dalam praktik pendidikan jasmani cenderung tradisional. Model metode-metode praktik dipusatkan pada guru (Teacher Centered) dimana para siswa melaksanakan latihan fisik menurut perintah yang ditentukan oleh guru. Latihan-latihan tersebut hampir tidak pernah dilakukan oleh anak sesuai dengan inisiatif sendiri (Student Centered).

Guru PJOK tradisional cenderung menekankan pada penguasaan keterampilan cabang olahraga. Pendekatan yang dilakukan menyerupai halnya pendekatan pembinaan olahraga. Dalam pendekatan ini, guru memilih tugas-tugas ajarnya kepada siswa melalui kegiatan fisik tak ubahnya menyerupai melatih suatu cabang olahraga. Kondisi menyerupai ini mengakibatkan tidak optimalnya fungsi pengajaran pendidikan jasmani sebagai medium pendidikan dalam rangka pengembangan pribadi anak seutuhnya.

Ditinjau dari konteks isi kurikulum, pembelajaran yang dilakukan oleh guru PJOK secara mudah tidak tampak adanya kesinambungan. Tugas asuh yang diberikan oleh guru untuk SD, SMP dan Sekolah Menengan Atas pada hakikatnya tidak berbeda. Demikian pula, ketidakjelasan dalam tata urutan dan tingkat kesukaran tugas-tugas asuh tersebut.

Penerapan model pembelajaran PJOK tradisional sering mengabaikan tugas-tugas asuh yang sesuai degan taraf perkembangan anak. Mengajar belum dewasa SD, SMP disamakan dengan belum dewasa SMA. Bentuk-bentuk modifikasi baik dalam peraturan, ukuran lapangan maupun jumlah pemain tidak terperhatikan. Karena tidak dilakukan modifikasi, sering mereka tidak bisa dan gagal untuk melaksanakan kiprah yang diberikan oleh guru.

Sebagai akhir dari kondisi menyerupai ini, anak sanggup menjadi kurang bahagia terhadap Pelajaran PJOK. Tugas-tugas asuh yang merupakan keterampilan kompleks itu bergotong-royong hanya bisa dilakukan oleh belum dewasa yang berbakat dan berminat dalam olahraga serta belum dewasa yang mempunyai tingkat keterampilan gerak dasar yang tinggi. Tidak ada upaya upaya memodifikasi kiprah gerak yang kompleks menjadi kiprah gerak yang sederhana, sanggup diramalkan tingkat keberhasilan siswa dalam menuntaskan kiprah yang harus dipelajari akan tergolong rendah.

Untuk itu kebutuhan akan modifikasi olahraga sebagai suatu pendekatan alternatif dalam mengajar PJOK mutlak perlu dilakukan. Guru harus mempunyai kemampuan untuk melaksanakan modifikasi keterampilan yang hendak diajarkan supaya sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

B. Karakteristik Proses Belajar Mengajar (PBM) yang Efektif

Proses pembelajaran, khususnya pembelajaran PJOK sanggup dipandang sebagai seni dan ilmu (art and science). Sebagai seni, pembelajaran hendaknya dipandang sebagai proses yang menuntut intuisi, kreativitas, improviasi, dan ekspresi dari guru. Ini berarti guru mempunyai kebebasan dalam mengambil keputusan dan tindakan proses pembelajaran selama sanggup dipertanggung jawabkan sesuai dengan pandangan hidup dan sopan santun yang berlaku. Makara guru tidak harus selalu terpaku dan terikat formula ilmu mengajar.

Pembelajaran sanggup disebut sebagai ilmu apabila memenuhi karakteristik sebagai berikut: (1) Memiliki daya ramal dan kontrol terhadap pencapaian prestasi berguru siswa (Gage, 1978 di Brucher, 1983), (2) sanggup dievaluasi secara sistematik dan sanggup dipecah menjadi rangkaian kegiatan yang sanggup dikuasai (Siedentop, 1976), (3) mengandung pemahaman ihwal tingkah laris manusia, pengubahan tingkah laku, rancangan pembelajaran, penyampaian dan administrasi (Siedentop, 1976), (4) berkaitan erat dengan prinsip berguru menyerupai kesiapan, motivasi, latihan, umpan balik, dan kemajuan seta urutan (Siedentop, 1976), dan (5) dimungkinkannya untuk mengkaji pengajaran dari sudut keilmuan (Siedentop, 1976).

Menurut Siedentop (di Bucher, 1988:550) pembelajaran sanggup dan harus sanggup dipelajari dari sisi teori ilmiah untuk membuatkan teori pembelajaran. Walaupun proses untuk membentuk teori pembelajaran PJOK merupakan perjalanan yang panjang, namun upaya untuk memahami ihwal proses pembelajaran merupakan arah yang harus dituju, selama “body of knowledge” ihwal pembelajaran belum mapan, atau selama pembelajaran cenderung merupakan seni, maka sikap guru dalam pengajaran akan menjadi tetap menarik untuk dikaji oleh pengamat tingkah laris setiap saat.

Demikian goresan pena ihwal

Download Buku Guru SMP/MTs Pendidikan Olahraga, Jasmani, dan Kesehatan (PJOK) Kelas 7 (Tujuh) Kurikulum 2013 Revisi 2017 pdf

Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu!

You might also like
close