Home Biologi Cara Sederhana Perbanyakan Trichoderma Sp.

Cara Sederhana Perbanyakan Trichoderma Sp.

12
0

Pengendalian hayati dibidang pertanian yakni alternatif pengedalian yang sanggup dilakukan tanpa harus menawarkan imbas negatif terhadap lingkungan dan sekitarnya, salah satunya yakni dengan pemanfaatan agens hayati ibarat virus, jamur atau cendawan, basil atau actiomisetes. Beberapa jamur atau cendawan memiliki potensi sebagai agens hayati dari dari jamur patogenik diantaranya yakni Trichoderma sp spp. Jamur Trichoderma sp spp. dipakai sebagai jamur atau cendawan antagonis yang bisa menghambat perkembangan patogen melalui proses mikroparasitisme, antibiosis, dan kompetisi. ilustrasi gambar oleh biotechtimes.org
Perlunya pengendalian memakai Trichoderma sp menjadi alasan mengapa Trichoderma harus diperbanyak jumlahnnya alasannya yakni jumlah Trichoderma sp yangada didalam tanah kurang efektif bila dipakai untuk pengendalian sehingga perlu dilakukan perbanyakan. salah satu teknik perbanyakan yang sederhana yakni dengan emnggunakan media jagung. Berikut metode perbanyakannya :

#. Alat
  1. Kertas label 
  2. Tabung reaksi 
  3.  Alat suntik 
  4.  Jarum suntik
  5. Kantong plastik
  6. Autoclave
#. Bahan
1. Suspensi biakan Trichoderma sp
2. Meniran Jagung
#.Cara Kerja
1. Menyiapkan bahan biakan dengan memakai beras jagung.
2.  Mencuci beras jagung hingga bersih, kemudian meniriskannya.
3. Mengukus media biakan setengah matang, gres mengeringanginkan.
4. Memasukkan media biakan ke dalam kantong plastik masing-masing 100 gram.
5.  Mensterilisasi media biakan di Autoclave (dikukus lagi) selama 30 menit, sesudah cuek gres memasukkan (menyuntikkan isolat murni Trichoderma ke dalam media biakan).
6. diamkan selama 7 hari dan biarkan jamur menyebar keseluruh permukaan jagung.
Proses Perbanyakan Trichoderma pada media jagung

 
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat………..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.