Home Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia Dan Bahasa Ilmiah Serta Jenis-Jenis Goresan Pena Ilmiah

Bahasa Indonesia Dan Bahasa Ilmiah Serta Jenis-Jenis Goresan Pena Ilmiah

112
0
Bahasa Indonesia Dan Bahasa Ilmiah 
Salah satu fungsibahasa yakni sebagai alat ekspresi dengan kata lain Bahasa Indonesia Dan Bahasa Ilmiah Serta Jenis-Jenis Tulisan Ilmiah
Salah satu fungsibahasa yakni sebagai alat ekspresi dengan kata lain, bahasa yakni alat mengungkapkan ide, gagasan dan pikiran. 

Kita harus bisa menuangkan ide, gagasan yang masih berupa konsep dan bersipat absurd ke dalam bentuk konkret yaitu berupa goresan pena menurut kemampuan kemampuan berpikir logis (berpikir secara runtut) dan sistematis (berdasarkan kaidah).




Ciri-Ciri Tulisan Ilmiah:

1. Karangan ilmiah merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif), dilakukan dengan dengan pengamatan (empirik), yang bersifat jujur dan tidak memihak.

2. Tulisan ilmiah bersifat metodis dan sistematis.

3. Dalam pembahasannya goresan pena ilmiah memakai ragam bahasa ilmiah dan bersifat lugas sehingga tidak menjadikan penafsiran ganda, contoh:

– Untuk mendapat publisitas media yang optimal sehingga memberi santunan yang berarti tidak ada (tidak ada S P)
– Rumah sang jutawan yang aneh akan dijual.

4. Efektif artinya: mengungkapkan gagasan secara sempurna sehingga pembaca sanggup memahami gagasan penulis dengan mudah, terperinci dan lengkap.

5. Memakai istilah khusus yang berlaku untuk disiplin ilmu tertentu. 
Misalnya: 
Penipuan dan penggelapan – tindak pidana.
Pembagian laba – deviden.
Jalan dongeng – alur.
Ayan – epilepsi dll.

6. Seksama, berusaha menghindari diri dari segala kesalahan sekecilk apapun.

7. Kebenarannya sanggup diuji.

8. Terbuka artinya konsep atau pandangan keilmual sanggup berubah seandainya muncul pendapat baru.

Jenis-Jenis Tulisan Ilmiah:

1. Peper: merupakan goresan pena ilmiah yang jumlah halamannya antara 5-10 halaman, biasanya peper dibentuk untuk mamasiswa dari dosen atau pengajar.

2. Makalah: merupakantulisan ilmiah yang dususun untuk dibahas pada pertemuan ilmiah berupa seminar atau simposium isinya berupa hasil penelitian atau kajian ilmu tertentu, atau berupa inovasi gres sebagai tanda bahwa disiplin ilmu itu berkembang.

3. Modul: merupakan uraian mata kuliah tertentu yang menurut pada keperluan, pertemuan dan perkuliahan. (untuk kepentingan dosen dan tidak diperjual belikan).

4. Diktat: merupakan goresan pena ilmiah yang isinya lebih lengkap dari modul yang disusun rapi, dicetak, diperbanyak dan sanggup diperjual belikan.

5. Skripsi: merupakan goresan pena ilmiah sebagai syarat jenjang S1 (isinya agak dangkal).

6. Tesis: merupakan goresan pena ilmiah sebagai dasar S2 (isinya agak mendalam dan diperkuat oleh teori-teori).

7. Disertasi: merupakan goresan pena ilmiah yang bisa menemukan dalil atau teori baru, dengan gelar doktor.

8. Buku: merupakan tilisan ilmiah yang diterbitkan dalam jumlah banyak yang sanggup dijualbelikan, selain itu ada lagi: kritik pembahasan ilmu tentunya secara ilmiah resensi: pendapat seseorang ihwal baik buruknya sebuah buku, jurnal: goresan pena ilmiah yang isinya hanya satu topik, bunga rampai: isinya banyak sekali macam bidang ilmu.


Syarat-Syarat Tulisan  Ilmiah 

1. Komunikatif: uraian sanggup dengan gampang dipahami oleh pembaca biar tidak salah paham, atau dengan kata lain pemahaman antara penulis dan pembaca sama.

2. Berpikir: goresan pena tersebut harus sistematis, isi pikiran yang dikemukakan berurutan secara bersistem, bekerjasama satu dengan yang lain dan mengikuti metode goresan pena yang berkaidah.

3. Logis: apa yang dipaparkan harus masuk nalar baik rumusannya, pernyataannya, pengujiannya, penilaianya dan pembuktiannya.

4. Ekonomis: kata dan kalimat yang dipakai harus dipilih biar padat dan berisi. Tidak oleh bertele-tele.

5. Harus berlandaskan teori yang kuat: harus membandingkan antara teori yang satu dengan yang lain, sehingga teori itu diakui dan dihargai antar sesama jago dan disiplin ilmu yang bersangkutan, (harus banyak membaca).

6. Tulisan itu harus relevan dengan disiplin ilmu saudara.

7. Harus mempunyai referensi mutakhir (minimal 5 tahun terakhir)

8. Harus bertanggung jawab: sumber data, teori, buku acuan, kutipan, harus secara jujur diakui dan disebutkan. Selain itu goresan pena tersebut harus memperhatikan norma-norma sosial yang ada, norma agama, norma aturan atau peraturan yang berlaku.

Selain syarat-syarat diatas, ada beberapa unsur pendukung terbentuknya sebuah karya ilmiah, antara lain:

1. Kata, kalimat, paragraf: pemilihan kata, kalimat dan paragraf yang mendukung uraian yang ada dipikiran haruslah efektif, bermakna serta berfungsi.

2. Keutuhan, maksudnya: pikiran yang tertuang dalam goresan pena ilmiah, harus untuh dan merupakan satu kesatuan. Sebuah karya ilmiah bukan merupakan fragmen yang mengakibatkan pembaca harus mencari sambungannya, karya ilmiah harus lengkap sehingga pembaca mendapat citra yang utuh dan menyeluruh.

3. Koherensi, maksudnya: antara kata, kalimat dan paragraf harus bekerjasama satu dengan yang lainnya, harus saling bekerjasama satu dengan yang lainnya, harus saling menunjang dan harus saling berkaitan.

4. Diksi, maksudnya: penempatan kata dan istilah pada kalimat harus tepat, misalnya: ular-merayap bukan masuk kesemak-semak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.