Home Semester IV Artikel Implikasi Bidang Ekonomi, Sosial, Dan Politik Dalam Skb

Artikel Implikasi Bidang Ekonomi, Sosial, Dan Politik Dalam Skb

8
0
KATA PENGANTAR 

Om Swastyastu, 

Puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa), lantaran atas asungkerta waranugrahanya kiprah makalah ini sanggup terselesaikan tepat pada waktunya dalam rangka memenuhi kiprah salah satu mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Untuk memenuhi persyaratan tersebut disusunlah makalah ini dengan judul “Aspek Ekonomi, Sosial, dan Politik.” 
Dalam proses penyelesaiannya, penulis mendapat derma dari banyak sekali pihak. Oleh lantaran itu, melalui kesempatan ini penulis sebut dan sampaikan ucapan terima kasih kepada pihak–pihak yang telah membantu. Sebagai final kata, penulis mengucapkan terimakasih atas seluruh derma baik berupa moril, maupun materi lantaran atas derma itu penulis sanggup merampungkan penulisan makalah, dan semoga makalah ini menunjukkan sumbangsih positif. 
Harapan dari penulis semoga penyusunan makalah ini, sanggup menunjukkan manfaat bagi setiap orang yang membacanya. Jika pada makalah ini terdapat banyak kekurangan, maka dari itu kritik dan saran yang konstruktif sangat dibutuhkan demi terwujudnya kesempurnaan makalah ini. 
Om Shanti Shanti Shanti Om 
Denpasar, 15 Maret 2019
BAB I 

PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang 
Studi kelayakan sangat diharapkan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang menunjukkan kemudahan tata peraturan aturan dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dan lain-lain. 
Mengingat bahwa kondisi yang akan tiba dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diharapkan pertimbangan-pertimbangan tertentu lantaran di dalam studi kelayakan terdapat banyak sekali aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut dipakai untuk tetapkan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut diatas ialah menandakan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari banyak sekali jago yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing menyerupai ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya. 
Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua potongan yang menurut pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu menurut orientasi laba, yang dimaksud ialah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak pada keuntungan (social), yang dimaksud ialah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis. 

1.2 Rumusan Masalah 
  1. Bagaimana Implikasi Bidang Ekonomi, Social, Dan Politik Dalam SKB? 

  2. Bagaimana Pengertian Aspek Ekonomi? 

  3. Apa Yang Dimaksud Dengan Aspek Sosial? 

  4. Bagaimana Dampak dari Aspek Sosial Ekonomi? 

  5. Bagaimana Pengertian Aspek Politik? 

  6. Bagaimana Implikasi Dalam SKB? 

1.3 Tujuan Penulisan 

  1. Untuk Mengetahui Implikasi Bidang Ekonomi, Social, Dan Politik Dalam SKB 

  2. Untuk Mengetahui Aspek Ekonomi 

  3. Untuk Mengetahui Aspek Sosial 

  4. Untuk Mengetahui Dampak Aspek Sosial Ekonomi 

  5. Untuk Mengetahui Aspek Politik 

  6. Untuk Mengetahui Implikasi Dalam SKB


BAB II 

PEMBAHASAN 

2.1 Implikasi Bidang Ekonomi, Sosial, Dan Politik Dalam SKB 
2.1.1 Aspek Ekonomi 

Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari acara insan yang bekerjasama dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah “ekonomi” sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos) yang berarti “peraturan, aturan, hukum”. Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” 
Terdapat data makro ekonomi yang secara pribadi ataupun tidak pribadi sanggup di manfaatkan perusahaan yang sanggup diolah menjadi informasi penting dalam rangka studi kelayakan bisnis, misal nya: PDB, investasi, inflasi, kurs valuta asing, kredit perbankan, anggaran pemerintah, penganggaran pembangunan, perdagangan luar negeri, dan neraca pembayaran. 

  • Sisi Rencana Pembangunan Nasional 
Analisis manfaat proyek di tinjau di sisi ini, di maksudkan semoga proyek dapat: 
a. Memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat; Kegiatan perjuangan yang sanggup di kerjakan oleh tenaga kerja local tidak perlu di gantikan oleh tenaga kerja asing. 
b. Menggunakan sumber daya local; Sumber daya lokalmisal nya materi baku.komponen materi baku produk local bila di manfatkan (dengan catatan kualiatascukup layak sesuai standart) untuk proses produksi. 
c. Menghasilkan dan menghemat devisa; penggunaan materi baku yang di ambil dari produk local berarti mengurangi penggunaan materi impor. 
d. Menumbuhkan industry lain; dengan adanya proses bisnis yang baru, di harapkan tumbuh industry lain baik yang sejenis atau industry pendukung lain nya .seperti industry materi baku maupun industry sebagai dampak faktual adanya kegiatan ekonomi di kawasan tersebut. 
e. Turut menyediakan kebutuhan konsumen dalam negri sesuai dengan kemampuan; Sebagian sudah di jelaskan pada potongan c, di atas bawah produk yang di hasilkan atas perjuangan tersebut sanggup memnuhi kebutuhan dalam negri sehingga bila mencukupi tidaklah perlu mengadakan impor yang sudah tentu akan menguras devisa. 

f. menambah pendapatan nasional; Sudah terang bahwa dengan bertumbuh nya bisnis di dalam negeri misalnya:dengan diproduksi nya produk yang di konsumsi secara baik di dalam negri,maka impor atas produk Dan komponen imputnya berkurang atau bahkan di tiadakan sama sekali.
  • Sisi Distribusi Nilai Tambah
Maksudnya ialah semoga proyek yang akan di bangun mempunyai nilai tambah, nilai tambah hendak nya sanggup di hitung secara kuantitatif .dalam perhitungan tersebut, semoga lebih mudah,dapat di asumsikan bahwa proyek sanggup berproduksi dengan kapasitas normal.

  • Sisi Nilai investasi pertenaga kerja.

Penilaian berikutnya ialah bahwa proyek bisa meningkatkan kesempatan kerja. Salah satu cara mengukur proyek padat modal atau padat karya ialah dengan banyak sekali investasi (modal tetap + modal kerja) dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat sehingga di sanggup nilai investasi per tenaga kerja. 
  • Hambatan di Bidang Ekonomi
Pelaksanaan pembangunan ekonomi terus di laksanakan dalam rangka menaikkan atau paling tidak mempertahankan pendapatan yang telah di capai .bagi Indonesia ,masih banyak tantangan dan kendala yang di hadapi ,sehingga tidaklah gampang untuk melaksanakanpembangunan ekonomi ,yang juga berdampak padaaspek sosialdan politik,ada beberapa penghambat ,diantaranya: 
a. Iklim tropis; mengakibatkan terjadinya lingkungan kerja yang panas dan lembab sehingga menurunkan perjuangan atau gairah kerja manusia, banyak muncul penyakit, serta membuat pertanian kurang menguntungkan. 
b. Produktivitas rendah; ini di sebabkan oleh kualitas insan dan sumber alam yang relative kurang menguntungkan. 
c. Kapital sedikit; ini di sebabkan oleh rendah nya produktivitas tenaga kerja yang berakibat pada rendah nya pendapatan Negara, sehingga tabungan sebagai sumber capital juga rendah. 
d. Nilai perdagangan luar negeri yang rendah; ini di sebabkan Negara miskin mengandalkan ekspor materi mentah yang mempunyai elastisitas penawaran undangan atas perubahan harga yang inelastis, dalam jangka panjang menjadikan kerugian. 
e. Besarnya pengangguran; hal ini di sebabkan lantaran banyak nya tenaga kerja yang pindah dari desa ke kota, dan kota tak bisa menampung tenaga mereka lantaran kurang nya factor produksi lain untuk mengimbangi nya sehingga terjadi nya pengangguran itu. 
f. Besar nya ketimpangan distribusi pendapatan; contohnya keuntungan lebih banyak di miliki oleh sebagian kecilgolongan tertentu saja. 
g. Tekanan penduduk yang berat; hal ini di sebabkan antara naik nya rata-rata umur insan di barengi dengan masih besar nya persentase kenaikan jumlah penduduk yang makin usang makin membebani sumber daya lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. 
h. Penggunaan tanah yang produktivitasnya rendah; hal ini di sebabkan lantaran sector pertanian menjadi mata pencarian utama, di samping itu kualitas alat-alat produksi, pupuk, teknik pengolahan juga masih relative rendah.
  • Dukungan Pemerintah
Pemerintah mempunyai kepentingan semoga perdagangan yang di lakukan oleh perusahaan-perusahaan di dalam negri akan menghasilkan devisa bagi Negara. Salah satu dukungan itu ialah perlindungan perdagangan. Instrumen terjadinya kebijakan perlindungan perdagangan banyak ragamnya, tetapi tujuannya satu yaitu menimbulkan distorsi pasar dalam artian mencegah adanya pasar persaingan bebas. Instrumen kebijakan perlindungan perdagangan sanggup di golongkan sebagai berikut: 
1. Kebijakan perdagangan luar negri terbagi 2 instrumen yaitu: 
  • Instrumen tariff ,terdiri atas: pajak impor, pajak ekspor, dan subsidi ekspor
  • Instrumen non-tarif, terdiri atas dua batasan yaitu: pembatasan kualitatif dan pembatasan kuantitatif
2. Kebijakan perdagangan dalam negeri, terbagi atas: 
  • Pajak penjualan, retribusi, dan kewajiban pembayaran lain nya.
  • Pengaturan distribusi barang
  • Pengaturan (stabilisasi)harga
3. Kebijakan produksi,terdiri atas: 
  • Subsidi/pajak pribadi bagi produsen
  • Perlindungan harga produksi dan saran produksi
  • Pengaturan penggunaan sarana produksi

2.1.2 Aspek Sosial 

Tujuan utama perusahaan ialah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Namun demikian, perusahaan tidak sanggup hidup sendirian, perusahaan hidup gotong royong dengan komponen lain, salah satu komponen lain yang di maksud ialah forum sosial sehingga dalam rangka keseimbangan tadi, hendaknya perusahaan mempunyai tanggung jawab sosial. 

1. Perusahaan sebagai forum social. 

Sebuah perusahaan mempunyai kiprah melakukan bermacam-macam kegiatan dalam waktu bersamaan. Misalnya: manufaktur, materi baku, mendistribusikan kepasar, dan lain-lain. Untuk merealisasikan kegiatan perusahaan tidaklah mudah, di sana sering timbul ancaman-ancaman sekaligus peluang-peluang yang tiba dari lingkungan,baik eksternal maupun internal. 

2. Perubahan kondisi social yang kompleks 

Pemecatan karyawan lantaran banyak sekali alasan, menyerupai contohnya lantaran karyawan mabuk-mabukan atau perusahaan mengalami kemerosotan keuntungan, hal yang biasa pada masa lalu. Tindakan menyerupai ini akan menjadikan terganggunya keseimbangan dalam bidang sosial yang kompleks dalam perusahaan. Disebabkan lantaran semakin membaik peraturan perundang-undangan pemerintah, meningkatnya kualitas SDM, dan lain-lain. 

3. Perubahan dalam masyarakat yang pluralistik 

Masyarakat pluralistik ialah sebuah kehidupan banyak sekali kelompok yang mempengaruhi lingkungan perusahaan dalam mendapat harapan-harapan sosial, ekonomi dan politik. Masing-masing kelompok berusaha menyebarkan diri supaya fungsi sistem itu efektif. Berkaitan dengan yang di atas, hendaknya bisnis mempunyai manfaat-manfaat sosial yang hendaknya diterima oleh masyarakat, seperti: 
  • Membuka lapangan kerja baru; Maksudnya di bukakan proyek bisnis akan menggairahkan masyarakat sekitar untuk turut serta membuka lapangan kerja gres
  • Melaksanakan alih teknologi; Maksud nya dengan dilakukan nya alih tekhnologi ini kapada pekerja dengan banyak sekali cara training yang terprogram dengan baik maka di harapkan tidak meningkatkan “skil”pekerja tetapi juga perilaku mental sebagai tenaga kerja yang andal semakin kokoh.
  • Meningkatkan mutu hidup; Sudah tentu, adanya proyek bisnis turut serta mengurangi angka pengangguran.
  • Pengaruh positif; Proyek bisnis hendak nya sanggup besar lengan berkuasa faktual pada masyarakat sekitar, tidak hanya berdampak pada meningkatnya atau semakin baik nya kondisi lingkungan fisisk, menyerupai jalan,jembatan,dan telepon tetapi juga kondisi lingkungan fisikis mereka.

2.1.3 Dampak Aspek Sosial Ekonomi 

Dampak yang ditimbulkan dengan berdirinya sebuah perusahaan melalui ekonomi dan Sosial yaitu sebagai berikut: 
Dampak faktual dari aspek ekonomi dengan adanya suatu proyek atau perjuangan meliputi: 
1. Dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui: 
  • Terbukanya kesempatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekaligus mengurangi angka pengangguran.
  • Tersedianya sarana dan prasarana umum yang kelak akan dbisa mempunyai kegunaan untuk masyarakat banyak juga pemerintah berupa: jalan raya, listrik, sekolah,masjid dan lain-lain.
  • Tersedianya bermacam-macam produk barang dan jasa di masyarakat, sehingga meningkatkan persaingan dalam membuat dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
2. Menggali, mengatur dan memakai ekonomi sumber daya alam melalui: 
  • Penggunaaan lahan yang efisien dan efektif
  • Peningkatan nilai tambah sumber daya alam
  • Membangkitkan lahan tidur
  • Peningkatan sumber daya alam yang belum terjamah
  • Pemilikan dan penguasaaan sumber daya alam yang teratur.
3. Meningkatkan perekonomian pemerintah yaitu: 
  • Menambah peluang dan kesempatan kerja bagi masyarakat.
  • Pemerataan pendistribusian pendapatan.
  • Meningkatkan devisa negara.
  • Memperoleh pendapatan berupa pajak dari sumber-sumber yang dikelola oleh perusahaan.
  • Memberikan nilai tambah proses manufaktur.
  • Menambah jenis dan jumlah acara ekonomi nonformal di masyarakat.
  • Menimbulkan imbas ganda ekonomi.
  • Peningkatan produk domestic regional bruto (PDRB).
  • Peningkatan pendapatan orisinil kawasan (PAD).
  • Menambah pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan tertentu.
  • Menyediakan kemudahan umum yangb sangat dibutuhkan masyarakat.
  • Menghemat devisa apabila produk dan jasa yang dihasilkan sanggup mengurangi pemakaian impor barang dan jasa dari luar negeri.
4. Pengembangan wilayah 
  • Meningkatan pemerataan pembangunan (dengan prioritas kawasan tertentu).
  • Membuka isolasi wilayah dan cakrawakala aliran masyarakat dengan masuknya pembangunan.
  • Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Terbuka lingkungan pergaulan dengan adanya pembukaan suatu wilayah.

Dampak negatif yang mungkin timbul dari aspek ekonomi: 

  • Eksplorasi sumberdaya yang berlebihan.
  • Masuknya pekerja dari luar yang mengurangi kesempatan atau peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Sedangkan dampak sosial dengan adanya suatu proyek atau investasi meliputi: 
1) Komponen Demografi 
  • Struktur penduduk
  • Tingkat pendapatan penduduk.
  • Pertumbuhan penduduk.
  • Tenaga kerja.
2) Komponen Budaya 
  • Kebudayaan (adat istiadat, nilai dan norma budaya)
  • Proses sosial.
  • Warisan budaya.
  • Sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana perjuangan atau kegiatan.
  • Perubahan kelembagaan masyarakat di bidang ekonomi menyerupai pendidikan, agama dan keluarga.
  • Perubahan pelapisan sosial menurut pendidikan, ekonomi, pekerjaan dan kekuasaan.
  • Perubahan kekuasaan dan kewenangan melalui kepemimpinan formal dan informal, prosedur pengambilan keputusan di kalangan individu yang dominan, pergeseran nilai kepemimpinan.
  • Kemungkinan terjadinya tingkat kriminalitas dan konflik antar warga orisinil dengan pendatang.
  • Perubahan pembiasaan ekologis.
3) Kesehatan masyarakat 
  • Parameter lingkungan masyarakat yang diperkirakan terkena dampak rencana pembangunan dan besar lengan berkuasa terhadap kesehatan.
  • Proses dan potensi terjadinya pencemaran.
  • Potensi besarnya dampak timbulnya penyakit (angka kesakitan dan angka kematian).
  • Kondisi lingkungan yang sanggup memperburuk proses penyebaran penyakit.
  • Perubahan sumber daya kesehatan masyarakat.
  • Perubahna kondisi sanitasi lingkungan.
  • Perubahan status gizi masyarakat.
  • Perubahan kondisi lingkungan yang sanggup mempermudah proses penyebaran penyakit.

Dampak negatif aspek sosial yaitu: 

  • Perubahan gaya hidup, budaya, budpekerti istiadat dan struktur sosial lainnya.
  •  Meningkatnya kriminalitas.
Pengukuran manfaat hemat lebih sulit dibanding pengukuran biaya ekonomis, lantaran di samping manfaat hemat yang diterima secara pribadi berupa output proyek yang sanggup diukur dengan satuan moneter, terdapat juga manfaat sekunder yang sulit diukur dengan satuan moneter. 
Manfaat sekunder ekonomi yang sulit diukur dengan satuan moneter: 
  • Naiknya tingkat konsumsi.
  • Membantu proses pemerataan pendapatan.
  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
  • Mengurangi ketergantungan (menambah swadaya negara).
  • Mengurangi pengangguran (menambah kesempatan kerja).
  • Manfaat sosial, budaya dll.
  • Pengukuran manfaat ekonomi lebih sulit dibanding biaya ekonomi, karena:
  • Beberapa manfaat primer sulit diukur dengan uang.
  • Kebanyakan manfaat memerlukan asumsi jangka panjang.
  • Banyak manfaat yang bersifat tidak pribadi dan dalam perwujudannya perlu proyek tambahan.

2.1.4 Aspek Politik 

Adanya isu, rumor, spekulasi yang timbul jawaban kondisi politik yang diciptakan pemerintah akan mempengaruhi undangan dan penawaran suatu produk, baik itu barang maupun jasa. Dalam menganalisis kelayakan bisnis hendaknya aspek politik perlu pula dikaji untuk untuk memperkirakan bahwa situasi politk dikala bisnis di bangun dan di implementasikan tidak akan sangat mengganggu sehingga kajian menjadi layak, situasi politik sanggup di ketahui melalui berita-berita dan media massa. Berita tersebut terbagi dua: good news dan bad news. 
Di dalam bisnis good news di maknai dengan berita-berita yang sanggup di terima pelaku pasar perihal banyak sekali factor atau kondisi suatu Negara yang bekerjasama dengan dunia investasi, yang di nilai mendukung dan mempunyai potensi mendatangkan keuntungan bagi dunia investasi. 
Bad news, di sisi lain di maknai sebagai gosip yang di terima pelaku pasar perihal banyak sekali factor atau kondisi suatu Negara yang bekerjasama dengan dunia investasi yang di nilai tidak mendukung dan mempunyai potensi mendatangkan kerugian bagi dunia investasi. Bad news di hindari pasar lantaran dampaknya merugikan dan mengancam dunia investasi. Prakteknya menyelewengkan dan menyalahgunakan kekuasaan yang di lakukan oleh oknum pemerintah dalam menjalankan kiprah mereka dinilai pasar sebagai bad news lantaran mengancam keamanan modal dan perjuangan mereka, kekacauan politik juga sanggup mendorong lahirnya kondisi politik juga sanggup mendorong lahirnya kondisi social yang tidak aman. 
Jadi, terang bahwa aspek politik pemerintah secara pribadi ataupun tidak pribadi besar lengan berkuasa pada dunia bisnis.makin kacau politik suatu kawasan atau Negara berdampak makin kacau pula dunia bisnis di kawasan atau Negara tersebut, dan begitu pula sebaliknya


2.1.5 Implikasi Dalam SKB 

  • Hasil studi aspek ekonomi ,social dan politik hendak nya menunjukkan informasi perihal:bagaimana kondisi ekonomi serta pern pemerintah sanggup menunjang rencana bisniss,selain bagaimana kiprah bisnis sehabis di implementasikan sanggup sedikit-banyak nya mendukung pemerintah untuk memajukan ekonomi masyarakat.aspek ekonomi yang di kaji di antara nya yaitu Rencana membangunan nasional, Distribusi nilai tambah, Nilai investasi pertenaga kerja, Keuntungan ekonomi nasional, Hambatan-hambatan di bidang ekonomi, Dan dukungan pemerintah. 

  • Bagaimana kondisi sosial akan saling mempengaruhi rencana bisnis, misalnya: informasi mengenai: perusahaan sebagai forum sosial, perubahan kondisi sosial yang kompleks, dan kiprah perusahaan dalam masyarakat yang pluralistik. 

  • Bagaimana aspek politik akan besar lengan berkuasa pada rencana bisnis. 

BAB III 

PENUTUP 
3.1 Kesimpulan 
Makara dalam pemaparan materi di atas sanggup di simpulkan bahwa, Aspek yang terdapat pada studi kelayakan proyek atau bisnis yang terdiri dari banyak sekali aspek yang sudah disebutkan di atas antara lain: 
  • Aspek ekonomi 

  • Aspek sosial 

  • Aspek politik 

Selain beberapa aspek di atas ada beberapa pula aspek yang mempengaruhi studi kelayakan bisnis antara lain: 
  • Aspek Hukum 

  • Aspek pasar dan pemasaranAspek tekhnis dan teknologi 

  • Aspek manajemen 

  • Aspek keuangan 

  • Aspek sumber daya manusia 

Dalam studi kelayakan bisnis sangat perlu kiprah pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur, pegembangan perekonomian dan control terhadap kesenjangan politik semoga bisa menarik investor untuk menanamkan modalnya. 
3.2 Saran 
Demikianlah penulisan makalah ini perihal Implikasi Bidang Ekonomi, Sosial, Dan Politik Dalam SKB.Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh lantaran itu, kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat penulis harapkan, demi kesempurnaan makalah ini.segala bentuk kesalahan dalam penulisan makalah ini mohon di maafkan. Akhir kata, semoga makalah ini banyak menunjukkan manfaat untuk kita semua, dan penulis mengucapkan limpah terima kasih untuk kita semua. 
DAFTAR PUSTAKA 
Husein, Umar. (2007). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 
Husnan, Suad dan Suwarsono. (1994). Studi Kelayakan Proyek, Edisi 3. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. 
Sutojo, Siswanto. (1993). Studi Kelayakan Proyek: Teori dan Praktek, Seri Manajemen No. 66, Jakarta: PPM. 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here